• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Mendiknas: Itu Bukan Buku Terlarang!

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. hendladi
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

hendladi

IndoForum Beginner D
No. Urut
113568
Sejak
15 Jan 2011
Pesan
685
Nilai reaksi
2
Poin
18
1018103620X310.jpg


JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 10 buku seri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang beredar di sejumlah SMP di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tidak akan ditarik. Sebab, tidak ada prosedur dan mekanisme yang dilanggar dalam pengadaan buku-buku tersebut.

"Buku itu bukan buku terlarang. Apa sekarang juga masih zaman tarik-menarik sebuah buku? Kalau siswa boleh membaca buku tentang presiden-presiden negara lain, masa mereka tak boleh membaca buku tentang presidennya sendiri?" kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, dalam siaran pers, seusai diterima Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Senin (31/1/2011) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Nuh menegaskan, penerbitan buku- buku tersebut bukan karena permintaan Presiden Yudhoyono.

"Tidak ada keinginan atau inisiatif dari Presiden Yudhoyono terkait penyebaran buku-buku tentang presiden. Pengadaan buku-buku yang bersifat pengayaan ini sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah daerah dan sekolah bersangkutan," kata Nuh. Menurut Nuh, buku-buku tersebut harus ditempatkan pada posisinya, yakni untuk pengayaan siswa didik.

"Namun, sekarang kasusnya telah ditarik ke wilayah lain (politik)," kata Nuh lagi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.