Tiopan1990
IndoForum Newbie E
- No. Urut
- 282834
- Sejak
- 28 Mar 2014
- Pesan
- 63
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 6
Pemerintah serius berupaya meningkatkan produksi cabai rawit untuk menstabilkan harga, kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat menghadiri acara panen cabai di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis.
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi hadir dalam acara panen cabai di Desa Tlogolele Kecamatan Selo tersebut bersama Menteri Pertanian Suswono.
Ia berjanji akan menjaga stabilitas harga cabai baik di tingkat petani, pengepul maupun pedagang di pasar. “Acara panen cabai di Tlogolele ini bukti keseriusan pemerintah meningkatkan produksi cabai rawit,” kata Muhammad Lutfi.
Menurut Mendag, kenaikan harga cabai rawit merah disebabkan minimnya pasokan dari daerah sentra produksi ke pasar induk seperti Kramat Jati Jakarta. Saat ini pasokan dari daerah itu hanya mencapai sekitar tiga persen atau tiga ton per hari dari total pasokan normal mencapai yang mencapai enam persen.
Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan cabai karena harga cabai sering bergejolak dan memberi andil besar terhadap laju inflansi.
Karena itu, kecukupan pasokan ke pasar harus terjaga kontinuitasnya guna menjaga tingkat margin yang wajar bagi petani dan stabilitas harga di tingkat konsumen.
Mendag menjelaskan masyarakat yang lebih memilih cabai segar secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap tingginya permintaan dan elastisitas harga cabai.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam duabulan terakhir, baik cabai rawit maupun merah memberikan andil signifikan terhadap inflasi.
Pada Januari 2014, cabai rawit dan merah masing-masing memberikan andil inflansi sebesar 0,02 persen dan 0,08 persen, sementara Februari sebesar 0,03 persen dan 0,10 persen.
Menurut Mendag, harga rata-rata nasional untuk cabai merah biasa dan keriting saat ini, dibanding sepekan sebelumnya relatif stabil. Harga cabai merah keriting turun sekitar 5,16 persen atau menjadi Rp23.838 per kilogram, sedangkan merah biasahanya naik 0,78 persen atau menjadi Rp26.101 per kg.
Namun, lanjut Mendag, pada periode yang sama, khusus cabai rawit merah mengalami kenaikan sebesar 9,6 persen dan merah biasa 0,10 persen.
Menurut Mendag, sebagai gambaran dari daerah sentra pemasok ke Pasar Induk Kramat Jati saat ini, hanya berasal dari Magelang, Rembang dan Wonosobo, Jawa Tengah. Sementara tidak ada pasokan cabai dari Blitar, Kediri, Jember, Jawa Timur yang selama ini menjadi daerah pemasok utama Pasar Kramat Jati.
Mendag menjelaskan, untuk sementara ini, harga cabai relatif stabil karena melimpahnya pasokan dari daerah sentra produksi terutama daerah Sukabumi, Ciamis dan Tasikmalaya yang merupakan daerah pemasok terbesar ke Pasar Induk Kramat Jati atau sekitar 75 persen atau sekitar 171 ton, dan sisanya dari Jateng.
Namun, menurut Mendag secara umum pasokan cabai masih relatif aman karena beberapa sentra produksi cabai seperti Jawa Barat, Jateng dan Nusa Tenggara Barat akan memasuki panen raya hingga satu bulan ke depan.
“Bahkan, pasokan cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (25/3), sebesar 171 ton, naik sekitar 1,18 persen dibandingkan sehari sebelumnya sebesar 169 ton. Pasokan itu pada posisi normal berkisar antara 150 hingga 200 ton per hari,” katanya.
Mendag dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan bantuan benih cabai rawit kepada para petani sebagai pencanangan gerakan peningkatan produksi dan mengembangan kawasan cabai di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali.
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi hadir dalam acara panen cabai di Desa Tlogolele Kecamatan Selo tersebut bersama Menteri Pertanian Suswono.
Ia berjanji akan menjaga stabilitas harga cabai baik di tingkat petani, pengepul maupun pedagang di pasar. “Acara panen cabai di Tlogolele ini bukti keseriusan pemerintah meningkatkan produksi cabai rawit,” kata Muhammad Lutfi.
Menurut Mendag, kenaikan harga cabai rawit merah disebabkan minimnya pasokan dari daerah sentra produksi ke pasar induk seperti Kramat Jati Jakarta. Saat ini pasokan dari daerah itu hanya mencapai sekitar tiga persen atau tiga ton per hari dari total pasokan normal mencapai yang mencapai enam persen.
Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan cabai karena harga cabai sering bergejolak dan memberi andil besar terhadap laju inflansi.
Karena itu, kecukupan pasokan ke pasar harus terjaga kontinuitasnya guna menjaga tingkat margin yang wajar bagi petani dan stabilitas harga di tingkat konsumen.
Mendag menjelaskan masyarakat yang lebih memilih cabai segar secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap tingginya permintaan dan elastisitas harga cabai.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam duabulan terakhir, baik cabai rawit maupun merah memberikan andil signifikan terhadap inflasi.
Pada Januari 2014, cabai rawit dan merah masing-masing memberikan andil inflansi sebesar 0,02 persen dan 0,08 persen, sementara Februari sebesar 0,03 persen dan 0,10 persen.
Menurut Mendag, harga rata-rata nasional untuk cabai merah biasa dan keriting saat ini, dibanding sepekan sebelumnya relatif stabil. Harga cabai merah keriting turun sekitar 5,16 persen atau menjadi Rp23.838 per kilogram, sedangkan merah biasahanya naik 0,78 persen atau menjadi Rp26.101 per kg.
Namun, lanjut Mendag, pada periode yang sama, khusus cabai rawit merah mengalami kenaikan sebesar 9,6 persen dan merah biasa 0,10 persen.
Menurut Mendag, sebagai gambaran dari daerah sentra pemasok ke Pasar Induk Kramat Jati saat ini, hanya berasal dari Magelang, Rembang dan Wonosobo, Jawa Tengah. Sementara tidak ada pasokan cabai dari Blitar, Kediri, Jember, Jawa Timur yang selama ini menjadi daerah pemasok utama Pasar Kramat Jati.
Mendag menjelaskan, untuk sementara ini, harga cabai relatif stabil karena melimpahnya pasokan dari daerah sentra produksi terutama daerah Sukabumi, Ciamis dan Tasikmalaya yang merupakan daerah pemasok terbesar ke Pasar Induk Kramat Jati atau sekitar 75 persen atau sekitar 171 ton, dan sisanya dari Jateng.
Namun, menurut Mendag secara umum pasokan cabai masih relatif aman karena beberapa sentra produksi cabai seperti Jawa Barat, Jateng dan Nusa Tenggara Barat akan memasuki panen raya hingga satu bulan ke depan.
“Bahkan, pasokan cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (25/3), sebesar 171 ton, naik sekitar 1,18 persen dibandingkan sehari sebelumnya sebesar 169 ton. Pasokan itu pada posisi normal berkisar antara 150 hingga 200 ton per hari,” katanya.
Mendag dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan bantuan benih cabai rawit kepada para petani sebagai pencanangan gerakan peningkatan produksi dan mengembangan kawasan cabai di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali.
Terakhir disunting oleh moderator: