Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yg berbunyi:
" "
Artinya: "Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia mensayangi saudaranya seperti ia mensayangi dirinya sendiri." (HR. Bukhari & Muslim)
Hadis ini menekankan pentingnya kasih sayang & empati kepada sesama muslim.
Kemenangan atas iman seseorang tergantung pada diri seorang hamba dalam penghambaannya pada sang pencipta
Sekarang begitu banyak manusia yg melihat dirinya saja ,
sudah cukup menciptakannya menahan rasa tidak puas akan keharusan yg semestinya ,
atau dengan mengatakan lain setidaknya diri ini harusnya mengimbangi masa sulitnya ,
padahal yg sebenarnya yg ia kejar tidak begitu penting bagi orang lain ,
tapi menurutnya ini sangat menciptakan dirinya harus punya penyelesaian akhir ,
yang menciptakan harga dari diri seorang harus ikut naik darinya , atau dari hasil usaha akbar ,
dan sangat rentan kepada penolakkan mensayangi saudaranya yg sudah lebih didepan lagi bagi sebuah pencapaian iman ,
Suatu prinsip "Jangan lakukan kepada orang lain apa yg tidak anda harapkan dilakukan kepadamu" atau dalam Islam diketahui sebagai "Bagian dari iman adalah mensayangi untuk saudaramu apa yg anda sayangi untuk dirimu sendiri".
Hadis Nabi Muhammad SAW yg relevan adalah:
"Barangsiapa yg harap dijauhkan dari neraka & dimasukkan ke dalam surga, maka hendaklah ia mati dalam keadaan beriman kepada Allah & berbuat baik kepada sesama manusia." (HR. Muslim)
Bagaimana kalau suatu misal kita sedang mempertaruhkan iman dengan sebuah kebaikan , yg dimana kebaikan di dapatlah dari saudara seiman dalam hal agama , sedangkan kebaikan tersebut kita ambil pelajaran & sebuah hikmah yg dapat menghantarkan iman kita pada lulusnya sebuah ujian dalam hidup ,
Jika kebaikan dari saudara seiman membawa hikmah & meningkatkan iman, maka itu adalah anugerah. Allah SWT berfirman:
"Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yg memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar." (QS. Al-Sajdah: 24)
Kebaikan saudara seiman dapat jadi adalah sarana Allah untuk menguji & meningkatkan iman kita.