• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mencerahkan Asa Gadis-gadis India

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Kalo kita denger mengatakan India, mungkin yg nyangkut di pikiran kita si seniman lejen Syahrukh Khan atau Bollywood-nya yg sekarang lagi merajai acara salah satu saluran tivi swasta di Indonesia. Bahkan di rumah ane sendiri tiada hari tanpa Uttaran gan buat hiburan Emak.
emoticon-Mewek



Tapi di balik gemerlap sari & perhiasan yg sering dipakai tokoh-tokoh cewek Bollywood, sebenarnya ada kisah yg miris gan sis. Di India yg tergolong patriarkis kerap kali terjadi misogini, yaitu kebencian kepada kaum perempuan yg ditunjukkan dengan diskriminasi, kekerasan fisik hingga pelecehan seksual. Kenapa dapat gitu? Karena ada suatu adat yg mengharuskan keluarga calon pengantin perempuan untuk membayar mahar yg mahal, sehingga banyak kasus pembunuhan janin & bayi perempuan di India. Bagi mereka, anak perempuan tak lebih dari sekedar beban, mulut tambahan yg harus dikasih makan. Makanya banyak orang India yg menikahkan anak perempuannya di bawah umur.
emoticon-Sorry


Spoiler for Pernikahan Dini di India:
Mencerahkan Asa Gadis-gadis India

Sumber​




Saat ini suara-suara untuk emansipasi perempuan mulai lantang terdengar di India. Hal ini dipicu karena banyaknya kasus pemerkosaan yg sering dianggap remeh oleh kepolisian & pemerintah. Bahkan publik juga cenderung menyalahkan korban atas musibah yg terjadi. Kejadian yg menimpa Jyoti Singh atau lebih diketahui sebagai Nirbhaya mencuri perhatian dunia, memaksa India untuk membenahi peraturan proteksi kepada perempuan.

Spoiler for Protes di seluruh India:
Mencerahkan Asa Gadis-gadis India

Sumber​



Sementara bagi Shyam Sunder Paliwal, seorang mantan kepala desa Piplantri di distrik Rajashtan, ada cara unik untuk melindungi anak-anak perempuan yg terlahir di desanya. Bagi Shyam anak perempuan merupakan anugrah yg harus disayangi & dijaga. Maka ketika putrinya, Kiran, meninggal di usia 16 tahun dia merasa sangat terpukul. Tragedi itu dia tandai dengan menanam pohon untuk mengenang putrinya. Sejak saat itu dimulailah tradisi unik di desa Piplantri.

Ketika Shyam terpilih jadi sarpanch (Kades) Piplantri, dia bertekad untuk menghilangkan misogini yg masih marak di desanya. Dia menciptakan peraturan bagi warganya untuk menanam 111 pohon setiap kali anak perempuan terlahir di sana. Hingga saat ini total pohon yg sudah tertanam mencapai setengah juta pohon. Tradisi ini sudah menjadikan tanah Piplantri yg tadinya gersang jadi subur.


Spoiler for Before and After:
Mencerahkan Asa Gadis-gadis India

Sumber

Mencerahkan Asa Gadis-gadis India

Sumber​




Selain seremoni dengan penanaman pohon, Paliwal juga menciptakan kebijakan untuk menciptakan iuran sebagai jaminan masa depan si anak perempuan. Pihak keluarga kebagian 10.000 rupee atau sekitar 2 juta rupiah. Sedangkan pihak desa akan mengumpulkan sebanyak 21.000 rupee atau sekitar 4 juta rupiah. Uang ini kemudian disetorkan ke rekening tabungan tanpa kembang untuk tabungan masa depan sang anak. Pihak keluarga sebagai gantinya harus bertanggung jawab untuk merawat pohon-pohon di Piplantri, menyekolahkan anak perempuannya hingga lulus & tidak menikahkannya sebelum berumur 18 tahun.

Wow, timbal balik yg sangat mutualisme ya gan sis. Bisa dicoba nih di Indonesia sini.
emoticon-Shakehand2


Nah, sebagai bonusnya, mereka juga menanam aloe vera atau lidah buaya di sekitar pohon gan sis. Tujuan awalnya buat menjauhkan rayap dari pohon. Tapi seperti yg kita tahu, lidah buaya punya segudang manfaat. Nah, kesempatan ini dipakai oleh para wanita di desa; janda, gadis-gadis yg belum punya penghasilan sendiri & istri-istri yg ditinggal Bang Toyib merantau ke ibu kota, untuk mengolah lidah buaya jadi gel, sari lidah buaya & acar lidah buaya. Lumayan dapat dapet duit nyampe 1,2 juta per bulan.

Sekarang desa Piplantri diketahui di seluruh dunia berkat keberhasilannya mereboisasi wilayah gersang & memanusiakan para perempuan India. Semua berkat kasih sayang seorang ayah kepada anak gadisnya.
emoticon-Peluk


Spoiler for Sang Pahlwan:
Mencerahkan Asa Gadis-gadis India

Sumber



Begitulah gan sis kisah inspiratif dari sebuah desa di India. Anak adalah titipan Tuhan yg diberikan kepada kita untuk dirawat, dijaga & disayang. Begitu pula dengan Bumi kita tersayang. Mari kita jaga Earth-chan supaya tetap jadi planet tercantik di alam semesta
emoticon-Ultah



Sumber diambil darisini,sini,sini,sinidansini Hari ini 17:06
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.