roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Sekembalinya dia dari menggambari langit..
dengan air mata dan darah penderitaannya
dia mengutus sebuah kebencian untuk menghadap sang KHALIK...
dan pertanyakan segalah garis nasibnya...
tentang kesedihan, kekecewaan, kegagalan dan cinta
yang abu-abu...bagi hidupnya
dia menyertakan segala kedongkolan
dan segala aktribut-aktribut yang membuat keterpurukan hidupnya.
dia mempertanyakan arti CINTA
dari NYA...YANG KATANYA MENGUASAHI
SEGALANYA DAN MAHA SEGALAHNYA....
Berkalang dengan rasa kecewa yang tebal..
laksana mendung hitam menggayut...
dia berteriak dengan segala keparauannya
'DIMANA KEADILAN?! APAKAH ITU ADA?!
dan ternyata keheningan yang menjawab.
hanya gema yang sibuk memantulkan
kebisingan hatinya....
begitu akhirnya dia tak terberi jawab...
diam...bisu dalam kekecewaan..
dengan bibir bekunya serta rintihan liri...dia berucap..
aku tak perna meminta begini...
tak juga hidup dan terlahir
meminta padaNYA menjadi begini....
apakah ini karma dari kehidupan lalu..
semakin liri ketertenggelaman
dia...dalam kubangan tanya tak berjawab
berjalan dalam kabut gelap dengan
langkah gontai dan kaki yang penuh nanah
dan borok jiwa....
dia bertanya pada arca-arca, pada salib dan bintang
apakah ini takdir DIA?
apakah ini bentuk kecintaan DIA pada dirinya?
jika ini ujian untuknya kenapa tiada usai....
kembali hanya gema dan kebisingan
jiwanya sendiri yang menjawab....
pada hal tudingan masih mendera dan
mencambuk dia dengan hina....
pada hal tangisan dan rintihan tak perna
surut mengiringinya....
dan juga tak perna sedikit pun dia meminta untuk hidup terhina..
atau bahkan bercita-cita....
dan tetap tudingan masih mencambuk dan mendera dia dengan hina
krna hanya dia yang terkaruniyahi olehNYA....
sebua CINTA ABU-ABU
dengan air mata dan darah penderitaannya
dia mengutus sebuah kebencian untuk menghadap sang KHALIK...
dan pertanyakan segalah garis nasibnya...
tentang kesedihan, kekecewaan, kegagalan dan cinta
yang abu-abu...bagi hidupnya
dia menyertakan segala kedongkolan
dan segala aktribut-aktribut yang membuat keterpurukan hidupnya.
dia mempertanyakan arti CINTA
dari NYA...YANG KATANYA MENGUASAHI
SEGALANYA DAN MAHA SEGALAHNYA....
Berkalang dengan rasa kecewa yang tebal..
laksana mendung hitam menggayut...
dia berteriak dengan segala keparauannya
'DIMANA KEADILAN?! APAKAH ITU ADA?!
dan ternyata keheningan yang menjawab.
hanya gema yang sibuk memantulkan
kebisingan hatinya....
begitu akhirnya dia tak terberi jawab...
diam...bisu dalam kekecewaan..
dengan bibir bekunya serta rintihan liri...dia berucap..
aku tak perna meminta begini...
tak juga hidup dan terlahir
meminta padaNYA menjadi begini....
apakah ini karma dari kehidupan lalu..
semakin liri ketertenggelaman
dia...dalam kubangan tanya tak berjawab
berjalan dalam kabut gelap dengan
langkah gontai dan kaki yang penuh nanah
dan borok jiwa....
dia bertanya pada arca-arca, pada salib dan bintang
apakah ini takdir DIA?
apakah ini bentuk kecintaan DIA pada dirinya?
jika ini ujian untuknya kenapa tiada usai....
kembali hanya gema dan kebisingan
jiwanya sendiri yang menjawab....
pada hal tudingan masih mendera dan
mencambuk dia dengan hina....
pada hal tangisan dan rintihan tak perna
surut mengiringinya....
dan juga tak perna sedikit pun dia meminta untuk hidup terhina..
atau bahkan bercita-cita....
dan tetap tudingan masih mencambuk dan mendera dia dengan hina
krna hanya dia yang terkaruniyahi olehNYA....
sebua CINTA ABU-ABU