Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
kapanlagi.com
Belakangan sedang ramai berita soal dua film Indonesia yg menang di lomba film internasional. Ane memang bukan sinefil, tetapi kalau ada karya sesama orang Indonesia yg jadi pemenang dunia, masa sih ane gak boleh ikutan bangga?
Seperti diberitakan, bulan Agustus lalu film karya Edwin yg diangkat dari novel Eka Kurniawan, Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, memenangkan penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno.
Lalu bulan ini, film karya sutradara Kamila Andini, Yuni, memenangkan penghargaan Platform Prize di Festival Film Internasional Toronto.
twitter.com
Joko Anwar mungkin kelewat lebay, saat bilang bahwa kemenangan dua film tadi jadi penanda kemunculan "Indonesian wave" di kancah perfilman dunia.
Spoiler for :
Tapi nyatanya memang demikian. Daftar film karya sineas Indonesia yg berpotensi meraih penghargaan internasional masih dapat terus bertambah.
Bulan depan akan ada Festival Film Internasional Busan yg diikuti oleh beberapa karya sineas Indonesia, di antaranya Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017), Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021), Yuni (2021), Penyalin Cahaya (2021) & Laut Memanggilku (2021).
Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak, karya Mouly Surya, bakal tayang di program "Wonder Woman Movies" yg menampilkan film-film karya sutradara perempuan terbaik se-Asia.
Sementara Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas & Yuni akan tayang di program "A Window on Asian Cinema". Kebetulan kedua film ini diedit oleh orang yg sama, yaitu Lee Chatametiikool.
Lalu, film Laut Memanggilku karya Tumpal Tampubolon bakal berkompetisi di program "Wide Angle". Rekannya sesama filmmaker Indonesia, Anggi Noen, pernah menyabet penghargaan ini di tahun 2013.
cnnindinesia.com
Dan yg paling ramai jadi perbincangan adalah film Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja, sutradara yg diketahui karena prestasinya di ajang Cannes beberapa tahun lalu.
Film Wregas ini walau masih diputar di kalangan terbatas, tetapi sudah mendapatkan banyak pujian. Di antaranya dari juri FFI, Ekky Imanjaya, yg menyebut pengalaman menonton Penyalin Cahaya sebagai "cinematic orgasm".
Spoiler for :
Joko Anwar juga memuji Penyalin Cahaya sebagai film yg powerful & hypnotic.
Spoiler for :
Buat agan yg penasaran, filmPenyalin Cahayabercerita tentang kisah seorang mahasiswa yg kehilangan beasiswa setelah ketahuan mabuk & dianggap mencemarkan nama baik fakultas. Ia terbangun tanpa mengingat apa pun yg terjadi pada dirinya malam itu.
Ia lalu meminta bantuan sahabatnya yg bekerja sebagai tukang fotokopi di kampus. Mereka lalu mencari tahu apa yg sesungguhnya terjadi pada si mahasiswa malam itu.
Judul "Penyalin Cahaya" sendiri diambil dari sosok tukang fotokopi yg jadi salah satu tokoh dalam cerita.
Di Festival Film Internasional Busan, Penyalin Cahaya akan berkompetisi di program "New Current".
Menurut ente gimana? apakah "Tukang Fotokopi" bakal mendapat penghargaan di Busan?
*****
Sekian dari ane Gan & Sis.
Silakan bebas komen apa aja di mari.
Jangan lupa copas, perbanyak, serta bagikan tulisan ini sesuka hati
Salam & hingga jumpa di thread Cipt. Papa.T.Bob selanjutnya.
Hari ini 15:28Sekian dari ane Gan & Sis.
Silakan bebas komen apa aja di mari.
Jangan lupa copas, perbanyak, serta bagikan tulisan ini sesuka hati
Salam & hingga jumpa di thread Cipt. Papa.T.Bob selanjutnya.