Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Menahan Sesaat untuk Keselamatan di Jalan Raya
Refleksi untuk mengenang keluarga kami tersayang
Kepergian orang yg kami sayangi datang dengan cara yg tidak pernah kami duga. Bukan dalam perjalanan jauh, bukan pula dalam keadaan darurat, melainkan dalam rutinitas sederhana yg terasa sangat aman. Almarhumah pergi ke warung dengan sepeda motor untuk membeli bumbu, melewati jalan raya yg berada tidak jauh dari rumah. Dalam perjalanan singkat itu terjadi tumburan keras antara sepeda motor dengan sepeda motor, & dari peristiwa itulah almarhumah meninggalkan kami.
Peristiwa tersebut menyisakan duka yg dalam & sunyi. Rumah masih berdiri seperti biasa, namun kehadiran yg selama ini mengisi hari-hari kami kini tinggal kenangan. Kehilangan ini mengajarkan kami dengan cara yg paling menyakitkan bahwa rasa kondusif sering kali menipu, & bahwa bahaya tidak pernah memilih jarak, waktu, atau kebiasaan.
Di jalan raya, kejadian seperti ini bukanlah hal yg berdiri sendiri. Banyak kecelakaan berawal dari ketidaksediaan untuk menahan diri sejenak. Lampu merah diterobos karena merasa masih sempat. Jarak kondusif diabaikan demi beberapa detik lebih cepat. Trotoar yg semestinya jadi ruang kondusif pejalan kaki berubah fungsi, sementara di perlintasan kereta api, palang yg sudah diturunkan tetap saja diterobos. Semua itu menunjukkan bahwa sering kali kecelakaan bukan terjadi karena ketidaktahuan, melainkan karena kurangnya kesabaran.
Esai ini bukan ditulis untuk menyalahkan siapa pun. Ia lahir dari sebuah kehilangan, serta dari asa tulus supaya duka serupa tidak perlu dialami oleh keluarga lain. Jika ada satu pesan yg harap kami hinggakan, maka itu adalah pentingnya menahan diri di jalan rayamenunggu beberapa detik, memberi sedikit waktu & ruang bagi pengendara lain serta seluruh pemakai jalan, termasuk pejalan kaki. Lengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan tanpa pengecualian, bahkan untuk perjalanan terdekat sekalipun. Dengan menambahkan kesabaran dalam setiap langkah perjalanan, kita tidak cuma menjaga diri sendiri, tetapi juga melindungi nyawa orang lain.
Pada akhirnya, di jalan raya bukan yg paling cepat yg selamat, melainkan yg paling sanggup menahan diri. Waktu yg kita ekonomis dengan mengabaikan aturan sering kali terlalu mahal harganya.
Menahan sesaat mungkin terasa berat, tetapi kehilangan orang tersayang adalah kehilangan yg tak dapat kembali, & hingga saat ini masih meninggalkan luka yg mendalam. Semoga kenangan ini jadi pengingat, supaya setiap perjalanan dapat berakhir dengan selamat, & setiap orang dapat kembali pulang kepada mereka yg menunggu di rumah.
---
Refleksi untuk mengenang keluarga kami tersayang
Kepergian orang yg kami sayangi datang dengan cara yg tidak pernah kami duga. Bukan dalam perjalanan jauh, bukan pula dalam keadaan darurat, melainkan dalam rutinitas sederhana yg terasa sangat aman. Almarhumah pergi ke warung dengan sepeda motor untuk membeli bumbu, melewati jalan raya yg berada tidak jauh dari rumah. Dalam perjalanan singkat itu terjadi tumburan keras antara sepeda motor dengan sepeda motor, & dari peristiwa itulah almarhumah meninggalkan kami.
Peristiwa tersebut menyisakan duka yg dalam & sunyi. Rumah masih berdiri seperti biasa, namun kehadiran yg selama ini mengisi hari-hari kami kini tinggal kenangan. Kehilangan ini mengajarkan kami dengan cara yg paling menyakitkan bahwa rasa kondusif sering kali menipu, & bahwa bahaya tidak pernah memilih jarak, waktu, atau kebiasaan.
Di jalan raya, kejadian seperti ini bukanlah hal yg berdiri sendiri. Banyak kecelakaan berawal dari ketidaksediaan untuk menahan diri sejenak. Lampu merah diterobos karena merasa masih sempat. Jarak kondusif diabaikan demi beberapa detik lebih cepat. Trotoar yg semestinya jadi ruang kondusif pejalan kaki berubah fungsi, sementara di perlintasan kereta api, palang yg sudah diturunkan tetap saja diterobos. Semua itu menunjukkan bahwa sering kali kecelakaan bukan terjadi karena ketidaktahuan, melainkan karena kurangnya kesabaran.
Esai ini bukan ditulis untuk menyalahkan siapa pun. Ia lahir dari sebuah kehilangan, serta dari asa tulus supaya duka serupa tidak perlu dialami oleh keluarga lain. Jika ada satu pesan yg harap kami hinggakan, maka itu adalah pentingnya menahan diri di jalan rayamenunggu beberapa detik, memberi sedikit waktu & ruang bagi pengendara lain serta seluruh pemakai jalan, termasuk pejalan kaki. Lengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan tanpa pengecualian, bahkan untuk perjalanan terdekat sekalipun. Dengan menambahkan kesabaran dalam setiap langkah perjalanan, kita tidak cuma menjaga diri sendiri, tetapi juga melindungi nyawa orang lain.
Pada akhirnya, di jalan raya bukan yg paling cepat yg selamat, melainkan yg paling sanggup menahan diri. Waktu yg kita ekonomis dengan mengabaikan aturan sering kali terlalu mahal harganya.
Menahan sesaat mungkin terasa berat, tetapi kehilangan orang tersayang adalah kehilangan yg tak dapat kembali, & hingga saat ini masih meninggalkan luka yg mendalam. Semoga kenangan ini jadi pengingat, supaya setiap perjalanan dapat berakhir dengan selamat, & setiap orang dapat kembali pulang kepada mereka yg menunggu di rumah.
---