Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kita lebih mudah membicarakan usaha & hasil orang lain. Rasa iri sering muncul kalau melihat orang lain sudah berhasil sedangkan kita belum. Atau paling tidak mereka mulai berkembang tetapi kita sendiri masih stagnan di level yg sama.
Sebenarnya kita juga berkembang, cuma saja tidak sesignifikan orang-orang yg kita lihat. Semua itu tergantung sebesar apa kita berusaha.
Lalu, apa itu usaha? Apa itu hasil?
Usaha ialah mengerahkan tenaga untuk mencapai tujuan yg dimaksud. Sedangkan hasil ialah tujuan yg sudah kita capai setelah berusaha. Pada dasarnya semua manusia pasti berusaha, baik usaha jangka pendek atau jangka panjang.
Kita sering tak menyadari usaha-usaha jangka pendek itu, seperti siswa yg berusaha untuk ke sekolah atau ibu yg berusaha memasak untuk anaknya.
Bagaimana dengan usaha-usaha jangka panjang? Apakah kita sudah sadar? Atau kah tanpa disadari kita sudah memulainya?.
Usaha tak akan mengkhianati hasil, begitu lah mengatakan orang-orang. Sebelum membicarakan usaha & hasil, ada baiknya kita merenungi apa asa kita, mimpi kita atau cita-cita kita.
Di zaman modern ini, kita bebas bermimpi se absurd mungkin. Mulai dari sesuatu yg kita sukai, dapat jadi hal itu merupakan potensi yg ada dalam diri kita. Tapi untuk memulai hal itu bukan perkara yg mudah. Apalagi kita yg hidup di Indonesia ini. Dengan mental kita yg lemah, ditambah dengan faktor lingkungan yg sama sekali tak mendukung. Mungkin sudah banyak orang seperti influancer, komika, gamer, atau youtuber yg membahas ini. Dan mereka sudah terbukti berhasil.
Tapi ingat, mereka hidup di Jakarta. Dengan kultur budaya yg lebih individu, seakan akan mimpi mudah terwujud karena pengaruh orang lain tak terlalu besar. Jika memang kita memiliki mimpi yg harap diwujudkan, maka asahlah, & jangan ceritakan mimpimu ke orang lain. Karena mungkin mereka cuma akan menertawakan mu & menjatuhkan mental mu.
Semua orang pasti punya mimpi. Dan setiap masing-masing perseorangan memiliki mimpi yg berbeda. Setelah tahu mimpi kita masing-masing, kita menuju fase selanjutnya, yaitu usaha atau proses. Fase yg sangat menentukan masa depan kita.
Lalu, darimana kita mulai usaha tersebut?
Suatu mimpi seseorang muncul ketika ia melihat sesuatu yg menarik perhatiannya. Misal "aku harap jadi seperti dia". Sesuatu tadi dapat bermacam-macam seperti orang diidolakan. Apakah sebatas keharapan saja? Semua tergantung pada pola pikir masing-masing.
Jika kita cuma iri & cuma mendambakan hasilnya saja, mimpi tak akan terwujud. Buang jauh-jauh pikiran " Kok dia hebat ya" Atau "kapan saya dapat seperti dia". Kita ubah dengan "mungkin saya dapat seperti dia & usahanya saya contoh". Memang mimpi atau cita-cita adalah plagiasi. Tapi kita tak akan seratus persen jadi plagiat. Berbagai faktor yg berbeda, bahkan kadang sangat tidak mendukung proses usaha yg kita lakukan. Sehingga rencana yg kita buat seringnya gagal.
Keadaan inilah yg menciptakan diri kita gelisah. Dan akan berpikir ulang apakah akan lanjut atau berhenti di tengah jalan? . Dari sini optimisme sangat diperlukan.
"Kegelisahan" mengatakan Martin Heidegger "adalah sumber segala sesuatu". Untuk keluar dari perasaan takut & gelisah memang butuh waktu yg lama. Butuh dorongan yg kuat untuk mencoba & mencoba lagi. Ketika kegelisahan itu muncul untuk yg ke sekian kalinya. Maka kita juga akan terbiasa, akan muncul pikiran "buat apa susah, saya sudah pernah merasa seperti ini". Dan selanjutnya proses yg kita alami & usaha yg sudah kita lakukan pasti akan mempengaruhi masa depan kita nanti.
Lalu, setelah mengalami proses yg menyakitkan dengan jerih payah yg sudah dilakukan, apakah hasil yg diimpikan bakal terwujud?. Bisa iya dapat tidak, semua itu tak ada yg tahu. Karena tak ada yg mengetahui masa depan seseorang seperti apa. Sebenarnya ukuran seseorang yg berhasil itu yg bagaimana.
Kita sering termakan pikiran banyak orang kalau berhasil itu yg terbaik, berhasil itu yg menang. Berarti yg gagal & yg kalah itu dinamakan pecundang. Hal-hal itu yg menciptakan diri kita sulit berusaha. Pikiran seperti itu memang ada benarnya. Dan jalan roda kehidupan memang seperti itu.
Andaikan kita termasuk orang gagal atau kalah, apakah usaha kita selama ini sia-sia?
Jawabannya ada dalam diri kita sendiri. Adakalanya manusia akan mengerjakan sesuatu demi dirinya atau sama sekali tidak mengerjakan sesuatu. Patut diingat, apabila manusia tidak sanggup memberi arti pada sejarah mengatakan Albert Camus setidaknya ia sanggup bertindak supaya hidupnya mempunyai makna.
Setelah mengetahui hal-hal tersebut, apa yg akan kita lakukan?. Jawabannya mudah kita harus berusaha. Jika kita merasa gagal, cukup dengan berusaha lagi. Jika sudah lelah, setidaknya kita pernah mencobanya. Karena usaha itu penting, & hasil cuma bonus. Untuk membuka bonus tersebut, kita butuh kuncinya yaitu konsisten. Kata Gus Dur menyesali nasib tak akan mengubah keadaan. Terus berkarya & bekerjalah yg menciptakan kita berharga.
Hari ini 14:14