Ikut ngasih pendapat ya kk semua /ok
Sebelumnya saya ingin mengucapkan Alhamdulillah karena Allah sudah memberikan hidayahNya pada sdr. savari.
Perlu diketahui aku adalah Mualaf, dari Denpasar... yg mayoritas Hindu
Benar apa kata kk Judi. jangan samakan antara ber
ilmu dan
ngilmu.
Terus, gimana kalo kita minta di do'akan pada orang2 pinter kayak gitu? hukumnya apa ya? Padahal Allah telah memberi janji apabila kita berdo'a maka Allahpun akan memberikan! Nah, biasanya kita tidaklah memiliki kesabaran, kemudian kita datang pada orang2 pinter gitu, terus hukumnya apa ya kalo kayak gitu?
Benar! Allah berkata "mintalah (hanya) padaKu, maka Aku akan mengabulkan"
Dan tidak ada salahnya kita memintakan orang lain untuk mendoakan kita. Tidaklah harus dia itu seorang "alim". Siapa saja sesama muslim. Bukankah kita sesama muslim seharusnya saling mendoakan?
Sebagai contoh; ucapan salam "Assalamu'alaikum" saja sebenarnya sudah merupakan doa, dari yg memberikan salam kepada yg menerima salam tsb. Namun banyak yg tidak menyadarinya (mungkin lupa). Sehingga tidak membiasakan memberi salam pada saudaranya.
Namun terkadang, manusia berdoa bila dalam kesusahan dan berpaling saat kesusahannya telah lewat.
Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berDOA. (QS. 41:51)
Kembali ke pembahasan diatas.
Nah, yg jadi pertanyaan bagaimana kita meminta tolong pada para Kiai? Kita tahu bahwa mereka lebih dekat dgn Allah, lalu kita meminta tolong pada mereka agar mendo'akan apa yang kita inginkan?
Tidak ada larangan untuk minta didoakan oleh seorang kiyai. Namun yg sesungguhnya harus diingat adalah
niat di hati kita. Apakah karena kita merasa yakin akan dikabulkan karena yg mendoakan seorang kiyai? Mudah2an tidak begitu.
Sebelum minta didoakan kiyai, lebih baik kita t
erlebih dahulu minta didoakan orang tua, karena
karomah yg paling dekat ada pada orang tua, namun jangan lupa juga untuk selalu mendoakan orang tua kita. Terutama pada setiap selesai shalat.
"Rabhighfirli waliwali daiya, warhamhuma kamaa Rabbayaani Saghiraa" yang artinya "Ya Tuhanku, ampunilah dosa kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku diwaktu kecil"
Tentang minta didoakan oleh kaum fakir miskin.
Allah memang memerintahkan umatNya untuk memperhatikan kaum miskin. Seperti diterangkan dalam surat Al-Maa'uun. Tentang celakanya orang yg shalat namun melalaikan kewajiban lainnya termasuk tidak menganjurkan memberi makan orang miskin dan enggan (menolong dengan) barang berguna.
Mengapa mereka harus kita perhatikan, karena pada mereka ada hak atas harta yg Allah titipkan pada kita yakni hak sebagai mu'min walaupun tidak sedarah dan sesuku. (untuk hak ini ada 4).
Dan mengapa Allah lebih mendengarkan doa mereka, karena dalam salah satu hadist qutsi, Allah berkata bahwa orang miskin adalah keluargaNya.
Salah satu yg mungkin sering dilupakan manusia adalah bersabar dalam berdoa. Dalam berdoa ingat akan 3 syarat ini;
- Berprasangka baik kepada Allah.
- Roja' atau harapan.
- Bersabar.
Allah memberikan cobaan pada Nabi Yunus karena beliau tidak bersabar dalam doanya, sehingga Allah menurunkan ayat berikut;
Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu seperti orang (Yunus) yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya). (QS. 68:48)
Yang apabila Nabi Yunus tidak berdoa mengakui bahwa dia telah zholim pada dirinya, niscaya Allah tidak akan mengeluarkannya dari perut ikan, dan mungkin selamanya akan terus berada didalam 3 kegelapan.
Mungkin segitu yg bisa saya tambahkan, maaf kalau kepanjangan, karena mengambil dari beberapa sumber sebagai referensi.
Mohon maaf apabila ada yg salah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.