• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Meminta Do'a pada Orang Lain

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. savari
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

savari

IndoForum Newbie E
No. Urut
57372
Sejak
18 Nov 2008
Pesan
30
Nilai reaksi
0
Poin
6
Kakak2 semua mohon dijelaskan tentang gejolak pemikiranku ini.

Aku sering melihat orang meminta do'a pada Orang lain, misal:
1. Orang tua yang mendo'akan anaknya.
2. Kita yakin do'a pada orang yg tidak mampu akan dikabulkan oleh Allah, lalu kita menyantuni mereka agar mereka mendo'akan kita.
dan mungkin bnyk lagi lainnya.

Nah, yg jadi pertanyaan bagaimana kita meminta tolong pada para Kiai? Kita tahu bahwa mereka lebih dekat dgn Allah, lalu kita meminta tolong pada mereka agar mendo'akan apa yang kita inginkan?

Bagaimana menurut kakak2?
 
buat ane pribadi sih gak masalah...bukankah lebih baik dari pada kita minta didoakan sama penjahat:D
 
Terus, gimana kalo kita minta di do'akan pada orang2 pinter kayak gitu? hukumnya apa ya? Padahal Allah telah memberi janji apabila kita berdo'a maka Allahpun akan memberikan! Nah, biasanya kita tidaklah memiliki kesabaran, kemudian kita datang pada orang2 pinter gitu, terus hukumnya apa ya kalo kayak gitu?

Mohon pencerahannya!
 
Terus, gimana kalo kita minta di do'akan pada orang2 pinter kayak gitu? hukumnya apa ya? Padahal Allah telah memberi janji apabila kita berdo'a maka Allahpun akan memberikan! Nah, biasanya kita tidaklah memiliki kesabaran, kemudian kita datang pada orang2 pinter gitu, terus hukumnya apa ya kalo kayak gitu?

Mohon pencerahannya!

sekarang coba kita definisikan dulu deh apa sih pengertian orang pinter itu...karena devinisinya suka gak jelas....

apakah orang pinter itu orang yg punya pendidikan tinggi ataukah hanya sebutan bagi mereka yg memang memiliki ke karunia lebih....

tarulah orang pinter yg ente maksud itu adalah kyai atau alim ulama...alim ulama memang jelas orang pinter untuk bidangnya...paling tidak bukan lagi bisa dikatakan awam untuk bidangnya...mereka tahu ilmu agama . jelas gak berlebihan kalau kita sebut mereka orang pinter untuk Ilmu agama

nah yg kadang suka rancu itu orang pinter suka dikaitkan dengan praktek perdukunanan yg maaf sekolah dasar aja itu dukun gak lulus..apakah ini juga termaksud orang pintar??:D
bahkan untuk bidang agama ternyata gak jarang mereka nabrak aturan agama...misalnya seperti potong upacara ayam hitam , atau bakar kemenyan segala...atau ngasih jimat.dalam hal ini jelas Islam melarang. sudah jelas kelompok ini secara pribadi ane katakan bukan golongan orang pintar:D




kalau lah mungkin yg ente maksud orang pinter disini adalah mereka yg mengerti rahasia ghaib itu juga masih harus jelas dulu....ghaib yg seperti apa?

apakah ghaib yg berhubungan dengan ketuhanan atau kah ghaib tataran rendah...misalnya ttg ilmu pelet, ilmu kesaktian lainnya...

jelas beda dengan ghaib ketuhanan....

nah yg ente minta datengin ini golongan yg mana??:D
 
Sykurlah akhirnya mencapatkan pencerahan...

Perlu diketahui aku adalah Mualaf, dari Denpasar... yg mayoritas Hindu, nah disini bnyk banget orang pinter yang aku maksud adalah orang2 yg mengerti Ghaib

Kalo orang hindu, manusia adalah tidak memiliki kesucian, dan yang memiliki kesucian itu adalah orang2 tertentu misal Pedanda (klo di Muslim Kiai ). Bila kita memohon pada yg kuasa harus orang yg benar2 bersih seperti mereka.

Klo misalnya kami ada masalah kehidupan, biasanya kami langsung meminta tolong pada Pedanda tersebut agar dido'akan pada yang kuasa, tentunya mereka menggunakan Upacara agama Hindu. Karena kami kalo tidak memiliki titisan yg dipilih oleh dewa, do'a2 kita tidak akan diterima, begitu...

Bagaimanakah dgn ajaran Islam?

Intinya, kita tidak bersih dari dosa dan Duniawi, terus apabila kita meminta orang lain untuk mendo'akan kepada yang kuasa bagaimana hukumnya, entah dia itu tahu Ghaib, Dukun tapi pake bacaan Al Qur'an atau mungkin kita minta tolong pada orang yang fakir karena kebanyakan kita memberikan Shodakoh pada fakir, khan agar kita minta dido'akan to? Gimana itu hukumnya pula.

Mohon pencerahannya....!
 
Sykurlah akhirnya mencapatkan pencerahan...

Perlu diketahui aku adalah Mualaf, dari Denpasar... yg mayoritas Hindu, nah disini bnyk banget orang pinter yang aku maksud adalah orang2 yg mengerti Ghaib

Kalo orang hindu, manusia adalah tidak memiliki kesucian, dan yang memiliki kesucian itu adalah orang2 tertentu misal Pedanda (klo di Muslim Kiai ). Bila kita memohon pada yg kuasa harus orang yg benar2 bersih seperti mereka.

Klo misalnya kami ada masalah kehidupan, biasanya kami langsung meminta tolong pada Pedanda tersebut agar dido'akan pada yang kuasa, tentunya mereka menggunakan Upacara agama Hindu. Karena kami kalo tidak memiliki titisan yg dipilih oleh dewa, do'a2 kita tidak akan diterima, begitu...

Bagaimanakah dgn ajaran Islam?

Intinya, kita tidak bersih dari dosa dan Duniawi, terus apabila kita meminta orang lain untuk mendo'akan kepada yang kuasa bagaimana hukumnya, entah dia itu tahu Ghaib, Dukun tapi pake bacaan Al Qur'an atau mungkin kita minta tolong pada orang yang fakir karena kebanyakan kita memberikan Shodakoh pada fakir, khan agar kita minta dido'akan to? Gimana itu hukumnya pula.

Mohon pencerahannya....!

ane juga sebenarnya bukan orang yg banyak tahu ttg islam, karena ane juga adalah Mualaf walapun sudah tahunan.

jadi ane coba menjawab apa yg ane tahu dan ane pahami menurut pendapat pribadi ane.


kalau secara prinsip ane tidak kurang setuju jika ayat suci Alquran dijadikan alat atau tujuan untuk jadi jembatan mencapai tujuan yg sifatnya keduniawian.
misalnya dulu ane pernah dapat pelajaran dari seorang guru yg mengatakan bahwa jika ingin hajatnya terpenuhi bacalah Alfatiha 100 x ...

buat ane pribadi itu sudah tidaklah sepantasnya ..seolah-olah kita hendak "memperkosa" kekuasaan tuhan dengan logika kita. dengan membaca alfatiha 100 kali ALLAH HARUS mengabulkan hajat kita.itu lucu sekali:D

dalam islam yang ane tahu itu adil....

tidak ada yg membedakan manusia kecuali keimanan dan ketaqwaan di mata Allah.

jadi dari pernyataan tersebut tersebut memang "mungkin " ada keistimewaan tersendiri bagi mereka yg memang dekat dengan Allah yaitu para Ahli ibadah....dan wajar jika Allah mengistimewakan Doa para ahli ibadah .
dan kalau hanya minta didoakan sih buat ane gak terlalu masalah...asal jangan pake cara yg tidak-tidak atau aneh-aneh . tapi ane yakin seyakin-yakinnya..jika ahli ibadah yg sesunguhnya jika diminta doanya pasti tetap ia menyerahkan hasil akhirnya kepada ALLAH. Karena memang hanya Allah lah yg maha mengetahui dan yang maha menentukan.

atau mungkin kita minta tolong pada orang yang fakir karena kebanyakan kita memberikan Shodakoh pada fakir, khan agar kita minta dido'akan to? Gimana itu hukumnya pula.

kalau hanya sekedar minta didoakan sih gak masalah...asal jangan ampai salah kaprah...karena dikabulkan nya doa kita atau tidak itu bukan urusan siapa2. tapi itu adalah mutlak urusan Allah. kalaupun kita minta didoakan oleh kyai atau orang fakir anggap aja kita sedang "menggalang dukungan" supaya banyak yg menyuarakan Doa kita dihadapan Allah.

dalam islam manusia itu adalah mahluk paling mulia....yang bikin kotor itu adalah perbuatannya...:D bukan manusianya:D:D
 
buat ane pribadi itu sudah tidaklah sepantasnya ..seolah-olah kita hendak "memperkosa" kekuasaan tuhan dengan logika kita. dengan membaca alfatiha 100 kali ALLAH HARUS mengabulkan hajat kita.itu lucu sekali
Setuju bang, klo menurut ane, ini sama aja kita nyuruh Allah yang "kerja" trus kita tinggal oncang2 kaki doang :D
 
Ikut ngasih pendapat ya kk semua /ok

Sebelumnya saya ingin mengucapkan Alhamdulillah karena Allah sudah memberikan hidayahNya pada sdr. savari.
Perlu diketahui aku adalah Mualaf, dari Denpasar... yg mayoritas Hindu

Benar apa kata kk Judi. jangan samakan antara berilmu dan ngilmu.

Terus, gimana kalo kita minta di do'akan pada orang2 pinter kayak gitu? hukumnya apa ya? Padahal Allah telah memberi janji apabila kita berdo'a maka Allahpun akan memberikan! Nah, biasanya kita tidaklah memiliki kesabaran, kemudian kita datang pada orang2 pinter gitu, terus hukumnya apa ya kalo kayak gitu?
Benar! Allah berkata "mintalah (hanya) padaKu, maka Aku akan mengabulkan"
Dan tidak ada salahnya kita memintakan orang lain untuk mendoakan kita. Tidaklah harus dia itu seorang "alim". Siapa saja sesama muslim. Bukankah kita sesama muslim seharusnya saling mendoakan?

Sebagai contoh; ucapan salam "Assalamu'alaikum" saja sebenarnya sudah merupakan doa, dari yg memberikan salam kepada yg menerima salam tsb. Namun banyak yg tidak menyadarinya (mungkin lupa). Sehingga tidak membiasakan memberi salam pada saudaranya.

Namun terkadang, manusia berdoa bila dalam kesusahan dan berpaling saat kesusahannya telah lewat.
41_51.gif

Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berDOA. (QS. 41:51)

Kembali ke pembahasan diatas.
Nah, yg jadi pertanyaan bagaimana kita meminta tolong pada para Kiai? Kita tahu bahwa mereka lebih dekat dgn Allah, lalu kita meminta tolong pada mereka agar mendo'akan apa yang kita inginkan?
Tidak ada larangan untuk minta didoakan oleh seorang kiyai. Namun yg sesungguhnya harus diingat adalah niat di hati kita. Apakah karena kita merasa yakin akan dikabulkan karena yg mendoakan seorang kiyai? Mudah2an tidak begitu.
Sebelum minta didoakan kiyai, lebih baik kita terlebih dahulu minta didoakan orang tua, karena karomah yg paling dekat ada pada orang tua, namun jangan lupa juga untuk selalu mendoakan orang tua kita. Terutama pada setiap selesai shalat.
"Rabhighfirli waliwali daiya, warhamhuma kamaa Rabbayaani Saghiraa" yang artinya "Ya Tuhanku, ampunilah dosa kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku diwaktu kecil"

Tentang minta didoakan oleh kaum fakir miskin.
Allah memang memerintahkan umatNya untuk memperhatikan kaum miskin. Seperti diterangkan dalam surat Al-Maa'uun. Tentang celakanya orang yg shalat namun melalaikan kewajiban lainnya termasuk tidak menganjurkan memberi makan orang miskin dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

Mengapa mereka harus kita perhatikan, karena pada mereka ada hak atas harta yg Allah titipkan pada kita yakni hak sebagai mu'min walaupun tidak sedarah dan sesuku. (untuk hak ini ada 4).

Dan mengapa Allah lebih mendengarkan doa mereka, karena dalam salah satu hadist qutsi, Allah berkata bahwa orang miskin adalah keluargaNya.

Salah satu yg mungkin sering dilupakan manusia adalah bersabar dalam berdoa. Dalam berdoa ingat akan 3 syarat ini;
  1. Berprasangka baik kepada Allah.
  2. Roja' atau harapan.
  3. Bersabar.
Allah memberikan cobaan pada Nabi Yunus karena beliau tidak bersabar dalam doanya, sehingga Allah menurunkan ayat berikut;
68_48.gif

Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu seperti orang (Yunus) yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya). (QS. 68:48)
Yang apabila Nabi Yunus tidak berdoa mengakui bahwa dia telah zholim pada dirinya, niscaya Allah tidak akan mengeluarkannya dari perut ikan, dan mungkin selamanya akan terus berada didalam 3 kegelapan.

Mungkin segitu yg bisa saya tambahkan, maaf kalau kepanjangan, karena mengambil dari beberapa sumber sebagai referensi.
Mohon maaf apabila ada yg salah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
 
Allhamdullillah...

Makasih Pencerahannya...

Tapi aku masih ada yg menganjal...

Memang sih bila kita minta Do'a pada seorang ahli agama mereka menyerahkan kembali pada Tuhan untuk dikabulkan.

Bila kita minta tolong ini Gimana Hukumnya? Haram/Boleh/Makruh atau apa?

Aku tidak membicarakan orang lain, tapi aku sendiri, bila aku kena masalah, aku yang di denpasar mendatangi yg namanya Pedanda ( Ahli Agama Hindu/Kiai di Islam). Dan Tentunya aku sangat berharap dengan mendatangi mereka, Dapat terkabulnya apa yag aku inginkan, tentunya untuk duniawi, misal aku ingin lancar bekerja, Dapat keselamatan, Dsb. Nah, salahkah dgn apa yang aku lakukan?
 
Allhamdullillah...

Makasih Pencerahannya...

Tapi aku masih ada yg menganjal...

Memang sih bila kita minta Do'a pada seorang ahli agama mereka menyerahkan kembali pada Tuhan untuk dikabulkan.

Bila kita minta tolong ini Gimana Hukumnya? Haram/Boleh/Makruh atau apa?

Aku tidak membicarakan orang lain, tapi aku sendiri, bila aku kena masalah, aku yang di denpasar mendatangi yg namanya Pedanda ( Ahli Agama Hindu/Kiai di Islam). Dan Tentunya aku sangat berharap dengan mendatangi mereka, Dapat terkabulnya apa yag aku inginkan, tentunya untuk duniawi, misal aku ingin lancar bekerja, Dapat keselamatan, Dsb. Nah, salahkah dgn apa yang aku lakukan?

jika sepertinya ente ragu kenapa tdak ente sendiri yg meminta


ane sih biasanya doanya gak panjang dan repot-repot

"Robbana aatina fid dunya hasanah. Wa fil akhiroti
hasanah. Wa qiina 'adzaaban naar" (Ya Allah berilah
kami kebaikan di dunia dan akhirat. Dan hindarkanlah
kami dari api neraka)

dengan doa ini yg di lantunkan setiap habis shalat Insya Allah sudah lebih baik.

ane pikir kalau mau sukses bekerja yah bekerjalah yg baik..jika ingin selamat yah berhati-hatilah:)

sekedar sharing aja

pada intinya jika meminta bantuan doa pada siapapun ..janganlah bergantung atau atau terlalu percaya hanya memalui perantara orang lain doa kita akan di kabulkan yg ditakutkan akan jatuh pada kemusrikan...(menduakan tuhan) atau melebih-lebihkan orang yg doanya kita pinta.
 
nambahin dikit... inti dari semua perbuatan kita ada pada niat kita... tujukan semua niat kita untuk ALLAH... jadi kl meminta doakan kepada kyai,ya niatnya kyai yang mendoakan kepada ALLAH untuk dirimu... jadi kl salah niat ntar salah tujuan...

trus bisa anolagikan buat minta doakan kepada kyai...
seumpama kita mau sesuatu kepada presiden,untuk kita rakyat biasa mungkin sangat susah untuk hanya sekedar bertemu saja,apalagi untuk meminta sesuatu... nah untuk itu kita cari orang yang dekat dengan presiden yang bisa membantu kita untuk memuluskan jalan untuk minta sesuatu kepada presiden... seperti hal nya doa,apabila kita blum yakin dengan diri kita,kita cari orang yang sudah dekat dengan ALLAH untuk memintakan doa buat kita,mungkin dengan begitu jalan kita untuk meminta sesuatu kepada ALLAH peluangnya lebih besar...
 
seumpama kita mau sesuatu kepada presiden,untuk kita rakyat biasa mungkin sangat susah untuk hanya sekedar bertemu saja,apalagi untuk meminta sesuatu... nah untuk itu kita cari orang yang dekat dengan presiden yang bisa membantu kita untuk memuluskan jalan untuk minta sesuatu kepada presiden... seperti hal nya doa,apabila kita blum yakin dengan diri kita,kita cari orang yang sudah dekat dengan ALLAH untuk memintakan doa buat kita,mungkin dengan begitu jalan kita untuk meminta sesuatu kepada ALLAH peluangnya lebih besar...

Ternyata sama dengan pemikiranku Logikaku...! Terima kasih dan sangat bermanfaat.

Karena bila orang tua kita telah di panggil oleh Allah, Tugas kita sebagai anak adalah memohon ampunan kedosa orang tua kita juga.
Bukankah Nabi Muhammad juga mendo'akan umatnya agar dibukakan pintu maaf oleh Allah, dan kita diberikan kesempatan mencari Safa'atnya?
 
^^^
Insya Allah....Allah selalu menepati janjinya tuk mengabulkan do'a hamba Nya yang beriman. terkadang keterbatasan kita sebagai manusia ga "mengetahui" bentuk dari pengabulan do'a kita.

ingat saudaraku...
sesuatu yang baik dimata kita, belum tentu baik dimata Allah, karena Allah Maha Mengetahui.


bener kata khodud, dalam Islam niat itu sangat penting. jadi perteguh niat lo dengan penuh keihlasan semata2 karena Allah, apapun yang lo lakukan, termasuk berdo'a, dengan perantaraan apapun, kalo Allah berkehendak Insya Allah akan terjadi


mhn maap....
di post lo di atas, tertulis :
Allah = Tuhanku.
Muhammad = Nabiku.
Al Qur'an = Kitabku.
Islam = Saudaraku. ------>mksd nya mkn Islam = Agamaku dan Muslim/muslimah = Saudaraku
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.