• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Memburu Buaya Pemangsa Manusia

IEVANIESH

IndoForum Newbie A
No. Urut
27183
Sejak
2 Des 2007
Pesan
398
Nilai reaksi
15
Poin
18
Pencarian buaya-buaya yang diduga pernah memangsa manusia di Singkil dan Aceh Barat akan segera dimulai. Rencananya tim dari Australia Zoo bekerjasama dengan Departemen Kehutanan, Flora and Fauna International, Yayasan Leuser dan Taman Safari Indonesia bakal terjun ke daerah aliran Sungai Singkil dan Sungai Weila yang dihuni buaya-buaya tersebut pada tanggal 20 Januari 2008.

Mereka akan mencari buaya-buaya yang dalam beberapa bulan terakhir membunuh dan memangsa penduduk di sekitar sungai. Buaya-buaya jenis muara (Crocodilus porosus) yang jumlahnya mencapai 20 ekor itu akan dipindahkan ke habitat lain yang tidak bersinggungan dengan manusia.

Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nanggroe Aceh Darussalam, Drs Andi Basrul, setidaknya ada tiga warga yang tewas disergap buaya. Dua di antaranya adalah perempuan yang sedang mencari kerang di sekitar sungai, sedangkan korban terakhir yang tewas hari Minggu (13/1), adalah seorang lelaki berusia sekitar 60 tahun.

"Korban perempuan ditemukan dengan luka di dahi, tengkuk dan lutut," ujar Andi saat dihubungi kompas.com, Selasa (15/1). "Korban baru ditemukan setelah 36 jam dalam air. Seperti kebiasaan buaya, mangsa biasanya disimpan dahulu sebelum dimakan."

Selain tiga korban tewas, buaya-buaya muara yang ukurannya bisa mencapai tujuh meter itu (bahkan Guiness Book of Record pernah mencatat tangkapan sepanjang 10 meter) juga sempat melukai beberapa orang.

Diceritakan Andi, buaya-buaya di daerah Singkil itu mulai doyan manusia semenjak Aceh dilanda tsunami. Namun tidak diketahui apa hubungan tsunami dengan fenomena ini. Dugaan sementara, mungkin makanan alaminya menjadi berkurang sejak tsunami atau mereka terlanjur pernah menyantap korban tsunami sehingga menganggap manusia sebagai salah satu makanan juga.

Tim Steve Irwin

Yang menarik dari ekspedisi penangkapan buaya ini adalah keterlibatan tim dari Australia Zoo yang tak lain adalah rekan-rekan mendiang Steve Irwin, yang dikenal luas dalam acara Crocodile Hunter.

Empat penangkap buaya profesional dari Australia Zoo akan membantu menangkap dan memindahkan buaya-buaya itu ke habitat baru. Tim Australia Zoo juga akan mengajarkan pada masyarakat bagaimana menangani buaya.

Menurut Direktur Taman Safari Indonesia, Toni Sumampaw, masyarakat perlu diajarkan menangani buaya karena ada kemungkinan reptil-reptil itu kembali lagi ke daerah asalnya. "Pengalaman di Australia membuktikan bahwa meski buaya muara sudah dipindah ratusan kilometer menggunakan helikopter, ia teryata ditemukan lagi di lokasi asalnya," ujar Toni, Selasa (15/1). "Bagaimana hewan itu menemukan jalan pulang, masih menjadi misteri."

Hingga saat ini pihak-pihak terkait masih mencari lokasi yang tepat untuk memindahkan buaya-buaya tersebut. "Kami akan berusaha mencari habitat yang sesuai. Buaya yang sudah dewasa dan mempunyai daerah kekuasaan, kemungkinan akan kembali ke lokasi asalnya. Maka perlu mencari habitat yang membuat mereka nyaman," ujar Toni.

Kompas
 
wew awas semakin d mangsa tuh manusia manusia pemburu /e4 /e4 /e4
 
wah maenannya sama buaya, sama uler aja masih kalah /wah
sama buaya bisa di telan hidup2 kalau gk pengalaman
 
wah...
serem banget tuh buaya...
kok bisa balek lagi ke habitat semula ya??? /hmm
iihhh...
gile banget...
 
Mereka akan mencari buaya-buaya yang dalam beberapa bulan terakhir membunuh dan memangsa penduduk di sekitar sungai. Buaya-buaya jenis muara (Crocodilus porosus) yang jumlahnya mencapai 20 ekor itu akan dipindahkan ke habitat lain yang tidak bersinggungan dengan manusia.

Kompas

GW rasa kebalik, manusia yang harusa dipindahkan ke tempat yang aman.

manusia kan jumlahnya lebih banyak daripada buaya, dan lagi buaya itu dah ada sebelum manusia itu ada, jadi sih yang menggangu itu menurut gw manusianya bukan buayanya, wajar aja klo dia makan manusia, soalnya dia merasa tempatnya, bakal di ganngu ma manusia yang serakah, yang akan membuat sang buaya punah. belum lagi klo ada manusia, pasti akan ada para petani, yang buka lahan, belum lagi bangunan permanen yang di buat manusia.
 
jangan jangan ntar buaya tuh punah deh gara gara manusia /e4 /e4 /e4 /e4

diburu terus kulitnya d buat tas /e4 /e4 /e4 /e4
 
jangan jangan ntar buaya tuh punah deh gara gara manusia /e4 /e4 /e4 /e4

diburu terus kulitnya d buat tas /e4 /e4 /e4 /e4

wah ,kalau manusia gk mangsa buaya, malah jadi di mangsa
kecuali isa di jinakin buayanya /heh
 
wah nice info
gw baru tau ada buaya di aceh makan manusia
 
klo punah trs ngapain tuh pemburu buaya ganti profesi kale ya /e4 /e4 /e4 /e4
 
ya ganti profesi men jadi pemburu buaya darat la
kan blm punah tu /gg /gg

buaya kurang makan
manusia kurang makan
ya yg mana kuat itu la yg menang
dalam hal ini buaya menang dengan me makan manusia
 
Gak ada ya.. Perdamaian antara semua makhluk..
Iya sih.. Kalo damai terus makan apa ya?? Yah,
gak ada yang bisa disalahin juga.. Gak ada yang
bisa dibilang ngerusak juga.. Yang serakah itu yang
ngerusak..
 
namanya juga rantai makanan klo salah satu putus susah deh hidup di nih dunia /heh
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.