• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

MEMBUKA PIKIRAN ANAK : Setiap anak adalah berbakat

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. magnum
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.

magnum

IndoForum Activist C
No. Urut
1320
Sejak
27 Mei 2006
Pesan
14.143
Nilai reaksi
417
Poin
83
Salah masuk pindahin aja......!!!!!

MEMBUKA PIKIRAN ANAK : Setiap anak adalah berbakat


Apakah orang yang kecerdasanya tinggi dengan sendirinya kreativitasnya lebih unggul? Jawabannya belum tentu. Banyak hasil riset ditemukan, bahwa orang yang memiliki kecerdasan tinggi, daya ciptnya malah biasa-biasa saja. Sebaliknya ada sejumlah anak yang berkreatif tinggi, namun kecerdasannya biasa-biasa saja, sebut saja misalnya Thomas Alpha Edison dan Albert Einstain.Kecerdasan berhubungan dengan pembawaan sejak lahir, tapi, daya cipta bisa diperoleh dari pembelajaran.

Peraih hadiah nobel fisika tahun 1999 Martinus JG Veltman, fisikawan asal Belanda, melukiskan bahwa orang tua orang lain hanya bisa bertanya, apa nama burung itu, apa nama ilmiah bunga itu dan si anu yang tak menarik, sedangkan orang tuanya sendiri disebut “Mr. Kreatif”. Kalau melihat dua ekor burung bertengger di atas sebuah pohon, orang tua kebanyakan bertanya seperti ini: apa yang dilakukan kedua burung itu di atas pohon? Dan jawabannnya juga cukup menggelitik, katanya, kedua burung itu sedang bertengkar, bermesra-mesraan, lomba membual, jawabannya ada saja, dan ayahnya tidak pernah marah.

Hadiah nobel yang diraih Veltman, setengahnya adalah kehormatan sang ayah, sebab ia telah memberi daya pikir, imajinasi dan kreativitas yang cukup kepada Fayman. Nyonya Lin Taiyi melukiskan orang tuanya sebagai “Mr. Tidak Tahu”. Saat bertanya kepadanya, ia selalu bilang tidak tahu. Tidak tahu bukannya mengalihkan, melainkan membimbing mereka supaya melihat (membaca) ensiklopedia yang semakin lebih dipahami.

Menurut psikolog, jika otak benar-benar tidak berguna, maka hanya bisa menangung dua hal yakni ingat dan lupa, lupakan jika sudah lupa, dan ingat kembali kalau lupa. Jika otak tidak digunakan untuk berpikir, tidak disangkal lagi orang itu sangat bodoh, sebab benda yang diingat selamanya tidak akan habis dan tidak bisa tertanam dengan kuat dalam ingatan.

Tidak tahu membuat orang tahu segalanya.
Ada seorang anak mengatakan: 6 + 6 seharusnya 11.
Seorang guru mengatakan: salah, salah, 12 baru benar, yang menjawab 11 nilainya nol.
Seorang guru lainnya berkata: wah! menarik sekali! coba kamu jelaskan, bagaimana kamu bisa berpikir begitu?

Anak itu berkata: 5 + 5 adalah 10, 6 – 5 adalah 1, 10 + 1 sama dengan 11; guru bilang jawabannya salah, tapi cara pikir sangat kreatif, saya beri nilai 97.

Belakangan kemudian anak itu menjadi matematikawan yang terkenal di dunia, mengerti banyak masalah yang belum terpecahkan dan sulit dipahami.

Tiap kali berceramah, selalu ada saja peserta yang ingin sekali bertanya pengalaman didikan saya sendiri, ini adalah ujian lisan yang cerdik, di satu sisi ingin tahu bagaimana cara saya, sisi lainnya ingin mengetahui apa ada problem yang saya temui, lalu mereka langsung bertanya, apakah teorimu itu adalah pengalaman nyata anda sendiri ?

Saya merasa senang menjawab pertanyaan itu, sebab selamanya saya adalah penurut teori sendiri, namun, masalah yang saya temui belum tentu lebih sedikit dibanding anda; ada anak yang eksentrik dan cerdas, anak saya juga demikian, anak anda adalah si cerdas yang merepotkan, begitu juga dengan anak saya tidak terkecuali, karena itu harus lebih kreatif.

E.B. Browning mengatakan: rintangan kesuksesan bukan kurangnya kecerdasan, melainkan tidak berdaya cipta.

Contoh seperti itu sungguh bukan hal yang baru dijumpai, Thomas Alpha Edison yang diperumpamakan sebagai si genius super. Dengan mengandalkan kecerdasannya yang biasa-biasa saja, prestasi belajarnya sangat jelek, kesuksesannya sebenarnya berasal dari kreativitasnya yang tak kunjung habis. Hasil penelitian psikolog mendapati, bahwa orang-orang tersebut belum tentu berkecerdasan tinggi, namun, mereka adalah orang yang berdaya cipta tinggi, tidak suka berpegang pada kebiasaan lama, mengerti dalam mempertahankan pendapat sendiri dan tetap konsisten. Daripada dikatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang sukses lebih baik dikatakan orang yang terkabul mimpinya!

Kecerdasan mungkin bisa mengganti prestasi, tapi, tidak bisa menjadi kesuksesan, sedangkan kreativitas tidak hanya demikian, mereka yang (kreatif) adalah suatu energi yang makin diasah semakin terang, kurang lebih sekitar 40-50 tahun baru mencapai puncak pertama, sedangkan pada usia 50-60 tahun merupakan puncak kedua, semakin tua kreativitas semakin matang. Hal ini juga secara tidak langsung telah membuktikan mengapa Franklin bisa menemukan kaca mata baca pada masa senja di usia 78 tahun, kreativitas berhubungan dengan kualitas hidup, orang yang cerdas yang tidak kaya dengan pengalaman kehidupan, tidak bisa menghimpun pengalaman hidup. Ia menyalakan bara api, menerangkan sel aktif pada otak besar, bahkan ada riset yang menunjukkan, orang yang menghafal semakin banyak, kematian otak besar juga semakin cepat, artinya, menghafal atau membaca di luar kepala adalah pembunuh kreativitas. Kenyataan itu juga menjelaskan dan menjadi alasan utama mengapa anak-anak tertentu dapat membaca di luar kepala, tapi sukar untuk dimanfaatkan secara cerdas.
 
huhuhuhuhu.......... kok bisa salah se kk magnum?........

bakat saya apa ya?........
 
bakat kamu,nge gosip,inggris(bener kan),pa lagi yah??tau deh

gw jg rada2 bingung,tp mari kita bahas....
 
mendingklo pgn tau bakat mulai sejak dini kita ikutntes mnat dan bakaat /no1
 
kadang2 anak nya kan kurang percaya diri jg /heh
 
makanya itu klo ada tes bakat dan minat kan jd udh tau biar mereka semakin percaya diri /no1
 
tes bakat dan minat wah baru denger tuh,apaan yah???kayaknya sih emang pernah denger jg.....lupa hihihi
 
bahkan ada riset yang menunjukkan, orang yang menghafal semakin banyak, kematian otak besar juga semakin cepat, artinya, menghafal atau membaca di luar kepala adalah pembunuh kreativitas. Kenyataan itu juga menjelaskan dan menjadi alasan utama mengapa anak-anak tertentu dapat membaca di luar kepala, tapi sukar untuk dimanfaatkan secara cerdas.

Brarti semakin banyak yg bisa dihapal di luar kepala, semakin gak kreatif n smakin idiot donk y?? /hmm
Padahal Idiot gak jauh beda sama jenius... /heh

mendingklo pgn tau bakat mulai sejak dini kita ikutntes mnat dan bakaat

Bagi gw yang kek gini gak terlalu berpengaruh...
Gw udah tes dengan 2 kondisi yang berbeda, kondisi pertama gw tes pas gw lagi sakit n yg kedua dengan keadaan gw lagi sehat...
Hasilnya ternyata berbeda.....

Tapi sisi positifnya setidaknya kita bisa tau sejauh mana minat kita terhadap sesuatu.....
 
adakan dari lembaga pendidikan psikologi yang nyediain fasilitas tes bakat danminattuh /no1
 
Artikel yang sangat bagus. Save dolo !!
 
cm kadang2 ada pengaruh lain yg bikin tuh pelajaran ngka masuk ke otak,padahal cum dengerin doang udha bisa di ingat tp malahan ngak masuk2,hmmm biasanya anak tuh kurang konsentrasi,ada pikiran lain yg lewat /heh
 
biasanya anak yg jenius tuh kurang bisa berkonsentrasi krn menganggap remeh sesuatu /no1

magnummmm ayo ngepost lagi hue hue hue hue
 
Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.