Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Mencari tahu tentang alam gaib memang menarik, apalagi banyak legenda & cerita rakyat yg tak lepas dari hal mistis. Seperti pembuatan candi Roro Jongrang, oleh Bandung Bondowoso tak lepas dari cerita mistis. Namun bentuk candinya dapat kita lihat hingga saat ini yaitu candi Prambanan.
Apalagi membahas legenda pantai selatan, siapa lagi kalau bukan Nyi Roro Kidul. Apakah ia benar-benar ada, apakah ia benar berkuasa di pantai selatan, atau ia dapat berbahaya bagi manusia? Tentu pembahasan ini sangat menarik bukan!
Dulu, tahun 2019 ada ajakan untuk memakai baju hijau ke pantai selatan. Ajakan ini viral & mungkin terinspirasi dari area 51 di Amerika. Yang harap membuktikan eksistensi mahluk lain itu nyata.
Sebenarnya dalam kajian ilmiah Nyi Roro Kidul bukanlah sebuah legenda, atau dongeng namun disebut mite karena bercampur dengan budaya & sejarah atau mahluk mitos, yg menciptakannya berbeda dengan legenda & dongeng mite ini biasanya tokoh utamanya adalah mahluk supranatural.
Menariknya siapa yg menceritakan tentang mite Nyi Roro Kidul ini? Tidak diketahui secara pasti karena itu dinamakan folklore atau cerita rakyat dari mulut ke mulut. Namun diperkirakan ia sudah ada jauh sebelum masehi, sebelum orang Indonesia mengenal tulisan.
Kalau kita melihat ombak di laut pantai selatan itu sangat besar, kuat & sering terjadi badai. Kenapa seperti itu? Karena di area pulau Jawa terdapat salah satu palung terdalam di dunia yaitu Palung Jawa, yg bersanding dengan Palung Mariana, AS & Palung Puerto Rico.
Palung Jawa yg berada di Samudra Hindia ini memiliki titik terdalam hingga 7.455 meter. Titik terdalam palung ini berada pada jarak 320 km dari lepas pantai selatan Yogyakarta, tak heran titik inilah yg memberikan ombak yg cukup besar, kalau orang tenggelem dijamin hilang karena ada palung, apalagi hewannyapun lebih beragam terlebih hewan predator karena laut lepas, maka inilah samudra tak berujung yg langsung menuju ke kutub selatan, maka pantai sisi selatan pulau Jawa ini cukup mengerikan.
Jadi, tak heran manusia di masa lalu mengkaitkan, apa yg terjadi di pantai selatan dengan hal supranatural. Merekapun lantas memitoskan sosok mahluk yg dinamakan Kanjeng Ratu Selatan atau Nyi Roro Kidul.
Siapa yg menceritakannya perdana kali?
Dalam cerita sunda di masa pajajaran, ada cerita Dewi Kadita yaitu putri dari Kerajaan Pajajaran, yg disantet & menyebabkan penyakit kulit lantas ia malu lalu menceburkan dirinya ke pantai selatan & jadi penguasa dedemit. Cerita itu lebih dulu ada daripada cerita versi Mataram, karena cerita rakyat ini ada di Jawa barat, Jawa Tengah, Jawa Timur & Bali. Namun awal cerita kisah ini adalah di Jawa Barat, disekitaran Sukabumi sekarang.
Apakah Nyi Roro Kidul benar-benar ada?
Dalam kaca mata ilmiah tentu tidak, tetapi dari kacamata para pakar spiritual sosok mahluk itu memang ada. Namun dalam sudut pandang rasional tidak ada Nyi Roro Kidul, disini tegas mahluk itu tidak pernah ada.
Alasannya, karena Pak Danang Sutawijaya pendiri kerajaan Mataram Islam sekitar tahun 1587-1601, atau disebut juga Dananjaya, ia putra sulung pasangan Ki Ageng Pamanahan & Nyai Sabinah. Dimana saat itu terjadi orang Jawa tidak percaya kalau rakyat jelata dapat jadi pemimpin, maka ada ungkapan rakyat jelata darahnya merah sedang pemimpin itu darahnya biru.
Karena di jaman Jawa Kuno pembagian kasta itu masih melekat, makanya mereka tak percaya kalau ada pemimpin dari rakyat jelata. Mereka anggap pemimpin itu darahnya biru dari keturunan dewa, jadi kalau sang raja meninggal maka keturunan atau kerabatnya saja yg dapat meneruskan karena sama-sama darah biru, sama-sama masih keturunan dewa.
Dalam sejarah Indonesia ada 2 pemimpin yg bukan dari keturunan raja yaitu Ken Arok & Sutawijaya.
Dari keyakinan inilah akhirnya mereka harus melegitimasi dirinya supaya diterima oleh rakyat & dipercaya masih keturunan dewa.
Quote:
Ken Arok menghubungkan dirinya dengan dewa, Sejarawan Slamet Muljana dalamMenuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit, menafsirkan Ken Angrok sebagai anak dari hasil perbuatan tidak senonoh antara Ken Endok & laki-laki lain, dewa Brahma.
Kisah Ken Angrok juga termuat dalam kitabNagarakrtagamakarya Mpu Prapanca yg ditulis tahun 1365 danKidung Harsawijaya.Nagarakrtagamamenyebut Ken Angrok sebagai keturunan dewa yg lahir tanpa melalui kandungan atau tidak beribu. SedangkanKidung Harsawijayamenyebut Ky Anrok keturunan orang Pankur, anak Ni Ndok, yg jadi raja dengan gelar Sri Rajasa.
Ahli efigrafi Boechari lebih tegas lagi, menyebut perbuatan tidak senonoh itu sebagai pemerkosaan. Tetapi, siapa pelakunya, yg dilambangkan sebagai dewa Brahma? Boechari menafsirkan penulis kitabPararatonberusaha menutupi kenyataan bahwa pemerkosa Ken Endok ialah orang yg berkuasa atas wilayah & rakyat di situ, yaitu Tunggul Ametung.
Sumber kutipan https://historia.id/kuno/articles/si...n-angrok-6m936
Cerita ini untuk mendukung legitimasi bahwa Ken Arok adalah keturunan dari Dewa.
Begitu juga dengan Sutawijaya yg mengerjakan hal yg sama, karena tidak ada darah keturunan raja, walau pun masih ada tetapi jauh leluhurnya, maka untuk melegitimasi dirinya sebagai raja ketika sukses bersama Ki Ageng Pamanahan menolong Jaka Tingkir mengalahkan Arya Panangsang.
Jaka Tingkir kemudian mendirikan Kerajaan Pajang, & menghadiahkan tanah Mentaok (di Kotagede, Yogyakarta sekarang) kepada Ki Ageng Pamanahan & Sutawijaya.
Pada masa kepemimpinan Ki Ageng Pamanahan status Mataram Islam hanyalah sebuah kadipaten di Kerajaan Pajang. Namun, setelah Ki Ageng Pamanahan wafat pada 1575 M, Sutawijaya melepaskan diri dari kerajaan Pajang & mendirikan kerajaan Mataram Islam pada 1582 M.
Bagaimana cara dia meyakinkan masyarakat bahwa dia layak untuk memimpin?
Dia mau menghubungkan dengan Dewa, agak susah karena dia muslim bahkan banyak penduduk Jawa juga sudah Islam. Maka diceritakanlah Sutawijaya sudah deal dengan Ratu Pantai Selatan & Eyang Sapu Jagad penguasa Merapi juga begitu untuk mendirikan kerajaan, yg akhirnya diberi nama kerajaan Mataram.
Untuk lengkapnya,
Quote:
DI BABABTanah Jawi diceritakan, ketika Danang Sutawijaya sedang menyiapkan diri untuk mendirikankerajaan Mataram, ia bertapa di tepi Laut Selatan.
Semedi yg dilakukan Sutawijaya ini mengakibatkan air laut juga bergejolak , ombak jadi akbar menghantam pantai. Semedi yg dilakukan Sutawijaya menimbulkan hawa panas.
Ratu Kidul yg menguasai dunia gaib Laut Selatan keluar dari laut, mencari penyebab pergolakan hawa panas di laut.
Di tepi pantai Ratu Kidul menemukan sesosok lelaki gagah tengah bersemadi. Dia segera tahu bahwa penyebab hawa panas tersebut adalah karena semedi yg dilakukan oleh pria itu.
Ratu Kidul menanyakan apa yg dikehendakinya. Sutawijaya menjawab bahwa ia mengharapkan supaya Ratu Kidul membantunya dalam mendirikan & membesarkan kerajaan Mataram yg sedang dirintisnya.
Ratu Kidul menyetujui permintaan Sutawijaya dengan syarat Sutawijayai & keturunannya yg kelak jadi Raja Mataram harus bersedia jadi suami Ratu Kidul.
Sumber kutipan https://nasional.okezone.com/read/20...dan-ratu-kidul
Quote:
Masyarakat Kasultanan Mataram percaya,Gunung Merapididiami oleh sosok yg mereka kenal dengan nama Kyai Sapu Jagad atau Eyang Sapu Jagad. Syahdan, suatu ketika Sutawijaya menciptakan perjanjian suci dengan Kyai Sapu Jagad.
Isi perjanjian itu salah satunya adalahRaja Matarambeserta keturunannya bersedia memberikan sesaji untuk penguasa Merapi setiap tahun. Sebagai imbalannya rakyat Mataram dilindungi dari bencana.
Dalam perkembangannya, labuhan yg berarti persembahan jadi ritual wajib Keraton Yogya tanpa mengurangi kesakralannya. Pelaksanaannya harus bergantung pada perintah raja yg berkuasa & dipimpin oleh Juru Kunci Merapi.
Sumber kutipan https://m.liputan6.com/regional/read...an-eyang-jagad
Maka pusat kerajaan Mataram yg sekarang jadi Jogjakarta berada, tepat ditengah segaris dengan Gunung Merapi & Pantai Parang Tritis.
Dari situlah banyak orang mulai mengsakralkan, yg awalnya cerita rakyat dari tanah Padjajaran kini berkembang jadi sangat sakral.
Menurut penjelasan ilmiahnya yg rasional, Nyi Roro Kidul adalah alat politik untuk Sutawijaya supaya legitimasi dirinya diterima oleh masyarakat, yg setelah jadi Raja namanya adalah Panembahan Senopati.
Maka yg awalnya Dewi Kandita namanya pun berganti-ganti, ada yg bilang Nyi Loro Kidul, Nyi Roro Kidul, Nyai Blorong, ada juga Ratu Pantai Selatan. Jadi ini yg memberikan petunjuk bahwa cerita rakyat ini hanyalah mitos, karena semakin maju peradaban semakin banyak namanya karena tidak adanya wujud dari siapa itu Nyi Roro Kidul sebenarnya. Jadi tukang cerita bebas-bebas saja memberikan label nama dari cerita ini, bahkan perubahan zaman menciptakan perkembangan cerita jadi lebih luas.
Lantas bagaimana kalau ada yg percaya kepada Nyi Roro Kidul, ya tidak apa-apa! Loh, bukannya itu musyrik?
Tidak, kecuali kita percaya bahwa Nyi Roro Kidul punya kekuatan berdikari diluar kekuatan Tuhan.
Kalau dalam Islam, mengakui Jin itu ada & dapat saja Nyi Roro Kidul ini bagian dari jin kalau mau dimasukkan. Namun kalau dari sudut pandang ilmiah ya tidak dapat karena itukan cerita rakyat. Dan harus kita ambil petuahnya, karena cerita rakyat mau bentuknya dongeng, mite atau legenda. Kalau ada petuah yg dilanggar dapat saja jadi berbahaya.
Contoh: jangan pakai baju hijau di pantai selatan! Itu benar, karena ketika anda tenggelam.warna laut akan tersamarkan, apalagi ombak pantai selatan itu akbar & ada palung di depannya. Maka larangan dari cerita mitos ini memang selaras dengan bahayanya.
Ini yg harus kita hormati dari cerita rakyat yg beredar di Indonesia. Sekian pembahasan ini, melihat dari sudut pandang ilmiahnya.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik, klik, klik, klik, klik, klik
Pic : google