Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kesadaran menciptakan keterikatan kepada segala apa yg kita terima serta ketahui. Sehingga sang diri terbelenggu & tersesat dalam ketidaktahuan siapa sebenarnya diri kita ini. Ada ungkapan Rasullullah SAW, Barang siapa mensayangi sesuatu maka ia akan jadi hambanya.
Baju pengantin (Jawa:dodot)dalam tembangIlir-Ilirkarya sunan Kalijaga merupakan sesuatu yg melahirkan ikatan pada jiwa seseorang. Seperti yg tertulis di buku filsafat perenialnya Frithjof Schuon, pakaian adalah sesuatu yangbinding(mengikat) dalam tiap jiwa manusia.
Apabila manusia mengerjakan sikap yangbindingdengan dunia sekelilingnya, maka jiwanya akan terkungkung sekaligus kebebasannya/kesadarannya akan terbelenggu juga.Oleh karena itu, manusia dalam hidupnya harus sering berusaha mengerjakan unbinding kepada dunia sekitarnya.
"Artinya, manusia harus mulai menyadari keterbatasan dirinya yg selama ini dijerumuskan oleh pengetahuan yg didapatkannya, bahwa diri kita ini sebenarnya hanyalah terbatas pada mata, telinga, kaki serta anggota tubuh yg kelihatan."
Akan tetapi hal ini sangatlah mustahil untuk diungkap secara detail dalam tulisan ini, sebab pencerahan harus dilakukan dengan latihan & pengisian ilmu pengetahuan tentang diri secaraimanen transendentallewat pengalaman langsung.
Bagi orang awam sebuah gunung atau pegunungan memang tampaknya kokoh berdiri di tempatnya masing-masing. Jadi kalau benda-benda di semesta ini termasuk manusia yg dalam surat Al Hijr ayat 28-29 diciptakan dari esensi alam, maka benarlah apa yg kita namakan sebagai benda adalah sebuah bongkahan akbar runtutan peristiwa loncatan listrik. Sehingga di sini sama sekali tidak dijumpai lagi sesuatu yg padat, baku atau tetap.
Bahan yg dipakai untuk pembentukan alam & manusia bukanlah benda atau zat-zat akan tetapi suatu aksi yaitu aliran yg terangkai dari peristiwa-peristiwa. Amatlah tidak mengherankan apabila dari bahan-bahan yg sangat labil itu kemudian terbentuklah alam yg sering berubah-ubah, menjelma dari bentuk satu ke bentuk lainnya mengikuti sebuah proses evolusi.
Mari sekarang kita perhatikan tentang apa sebenarnya tubuh ini. Menghirup udara untuk bernapas kemudian masuk ke tubuh, & berikutnya mengeluarkan zat residu yg berupa gas asam arang. Sekadar bayangan tentang pencerahan diri agaknya hal-hal di bawah ini akan menolong kita. Ibaratnya keadaan itu dapat diidentikkan dengan penerangan sebuah kota, yg dialiri oleh listrik dari sentralnya.
Perbandingan ini jadi semakin tajam apabila disadari dengan ilmu, bahwa apa yg ada dalam kehidupan kita sehari-hari & yg disadari, bentuk tubuh manusia adalah terbatas pada garis nyata saja. Sehingga pada kenyataannya menciptakan orang tertipu oleh pengetahuan yg dia miliki.
Padahal justru lebih dari apa yg dia bayangkan, bahwa baik manusia, logam, tumbuhan & gunung adalah sebetulnya terdiri dari berbagai untaian kejadian-kejadian atau proses. Di mana seluruh alam ini lahir & tersusun dari senyawa-senyawa kimiawi yg dinamaizarrah(atom).
Dan atom-atom tadi menurut analisis terakhir adalah satu unit tenaga listrik, yg energi positifnya disebutprotonberjumlah sebanyak energi negatifnya atauelektron. Di dalam atom ini, terus-menerus setiap detik terjadi loncatan & pancaran yg dinamakancharge and sparkarus listrik.
Itulah semburan-semburan yg tidak ada hentinya dari daya listrik. Semburan atau loncatan yg tidak putus-putusnya dengan laju sungguh luar biasa itu tidak sanggup dilihat oleh mata telanjang biasa, kecuali dengan pencerahan ilmu yg cukup tinggi serta luar biasa pula. Sebagaimana Alquran sudah mengungkapkan tentang gunung yg dianggap oleh orang awam seolah diam tak bergerak:
Dan anda lihat gunung-gunung itu, anda sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yg menciptakan dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yg anda kerjakan(QS 27:88).
Alquran sudah banyak mengungkapkan tentang apa & siapa manusia itu sebenarnya. Namun ungkapan ini tidak akan jadi suatu pencerahan apabila pikiran & perasaan jiwa kita tidak pernah dibawa ke alam yg penuh dengan rahasia & rahasia secara nyata, artinya bukan berarti teori tasawuf yg sulit dimengerti. Akan tetapi pencerahan yg harus dimulai dengan cara berpikir & bertindak yg sangat sederhana.
Menghayati jiwa itu dimulai dari pencerahan fisik hingga kepada pencerahan transendental di mana kesejatian manusia adalah sesuatu yg bukan fisik. Dengan kesejatian inilah manusia menunaikan bakti sebagaiabduhukepada Allah sesuai fitrahnya (QS 30:30).
"Kita melihat seorang bayi yg terlahir dengan proses alami. Bayi itu lahir bukan karena permintaan & kehendaknya. Betapa dia tidak mengerti untuk apa harus dilahirkan. Dia terlahir tanpa apa-apa, telanjang bulat bahkan malu pun tidak punya."
Kemudian keadaan di sekelilingnya memberikan pencerahan jiwa secara bertahap. Di mulai darilabelingatau pemberian nama supaya memiliki bukti diri serta ditunjukkan tipe kelamin, itu masih dalam batasan pencerahan yg sangat sempit. Dia diperkenalkan dengan dirinya sendiri bahwa namanya si A & tipe kelaminnya laki-laki. Kemudian diajarkan pula nama-nama anggota tubuhnya, ini telinga, ini kepala, ini tangan, & seterusnya secara terperinci.
Kemarin 23:01