yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Tak semua kolesterol kita anggap musuh. Ada high density lipoprotein (HDL), jenis kolesterol yang justru bermanfaat bagi tubuh karena bekerja membersihkan dan melancarkan aliran darah.
Yang harus kita perangi adalah low density lipoprotein (LDL), kolesterol jahat yang dapat memicu penyumbatan dan memblokir aliran darah menuju otak. Produksi kolesterol jahat juga bisa akibat peningkatan trigliserida, salah satu lemak dalam darah yang bisa merusak arteri.
Selain melakukan tes darah secara berkala, perangi kolesterol jahat dengan memperkaya informasi seputar senyawa kimia yang terdiri atas kombinasi lipid atau lemak, dan steroid ini, seperti dikutip WebMD.
Asal kolesterol
Gejala
Makanan berkolesterol
Pemicu
Kolesterol dan Gender
Pencegahan
Herbal
Apakah Anda pernah mengukur kadar kolesterol dalam darah? Meski tak memiliki keluhan, mengukur kadar kolesterol wajib dilakukan setidaknya sekali dalam lima tahun. Disarankan lebih sering untuk pria usia 35 tahun ke atas dan wanita usia 45 tahun ke atas.
Dikutip WebMD, pengukuran kadar kolesterol dalam darah penting untuk membantu pencegahan penyakit kardiovaskuler seperti jantung dan stroke. Mengetahui kadar kolesterol dalam darah membuat Anda lebih waspada dengan pola makan buruk.
Sama seperti pemeriksaan kesehatan pada umumnya, hasil tes kolesterol akan muncul dalam bentuk angka-angka. Agar tak salah pengertian, berikut sedikit panduan untuk membaca angka-angka mengenai kadar kolesterol dalam darah.
• LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL)
Penumpukan LDL di dinding arteri akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Itulah mengapa jenis kolesterol ini populer dengan sebutan kolesterol jahat.
Jika Anda memiliki gangguan kesehatan jantung atau pembuluh darah, sejumlah pakar merekomendasikan kadar kolesterol dalam darah tak lebih dari 70 mg/dl. Sementara mereka dengan diabetes atau penyakit lain yang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, disarankan memiliki kadar kolesterol tak lebih 100 mg/dl.
Untuk mencapai batas normal?
Ini merupakan jenis kolesterol baik. Semakin tinggi angkanya, semakin rendah risiko penyakit jantung dan stroke. Jenis kolesterol ini justru berperan melawan kolesterol jahat untuk melindungi arteri.
Untuk mencapai batas normal?
• TRIGLISERIDA
Merupakan senyawa kimia yang biasanya terkandung dalam hampir semua jenis lemak dalam makanan dan tubuh. Tingginya kadar trigliserida menandai tingginya risiko terserang penyakit jantung koroner.
Untuk mencapai batas normal?
• TOTAL KOLESTEROL
Angka yang muncul biasanya merupakan hasil rata-rata antara LDL, HDL, dan komponen lemak lainnya, termasuk trigliserida. Pakar kesehatan selalu merekomendasikan batas aman kolesterol di bawah 200 mg/dl.
Yang harus kita perangi adalah low density lipoprotein (LDL), kolesterol jahat yang dapat memicu penyumbatan dan memblokir aliran darah menuju otak. Produksi kolesterol jahat juga bisa akibat peningkatan trigliserida, salah satu lemak dalam darah yang bisa merusak arteri.
Selain melakukan tes darah secara berkala, perangi kolesterol jahat dengan memperkaya informasi seputar senyawa kimia yang terdiri atas kombinasi lipid atau lemak, dan steroid ini, seperti dikutip WebMD.
Asal kolesterol
Mendengar kolesterol, pikiran kita mungkin lekat dengan makanan berlemak. Nyatanya, 75 persen kolesterol yang beredar di dalam aliran darah merupakan hasil produksi liver. Hanya 25 persen yang bersumber dari makanan. Dalam kadar normal, kolesterol berperan penting membantu kerja sel-sel tubuh.
Gejala
Meski tidak memunculkan gejala apapun, tingginya kadar kolesterol dalam darah rentan memicu gangguan kesehatan kronis. Dalam jangka panjang dapat menyebabkan plak di arteri (aterosklerosis). Membuat ruang aliran darah menyempit sehingga rentan memicu penyakit jantung.
Makanan berkolesterol
Banyak yang pantang makan telur, udang, lobster karena khawatir kadar kolesterol melonjak. Faktanya, sumber kolesterol yang kita makan hanya memiliki efek kecil terhadap peningkatan kadar kolesterol darah. Hanya sedikit yang merasakan lonjakan kolesterol seketika usai makan telur. Asal tak berlebihan, tak perlu sampai pantang mengonsumsi makanan berkolesterol.
Pemicu
Ada sejumlah faktor yang dapat memicu peningkatan kadar kolesterol melebihi batas:
- Terlalu banyak konsumsi makanan berlemak dan berkolesterol
- Mewarisi gen keluarga dengan kolesterol tinggi
- Obesitas
- Penuaan
- Mewarisi gen keluarga dengan kolesterol tinggi
- Obesitas
- Penuaan
Kolesterol dan Gender
Dengan usia sama, wanita cenderung memiliki kadar kolesterol lebih rendah dibandingkan pria. Namun, tidak ketika memasuki menopause. Berkurangnya produksi hormon estrogen yang terjadi akan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Tak heran jika wanita akan mengalami lonjakan kadar kolesterol setelah memasuki masa menopause.
Pencegahan
Banyak cara mengatasi lonjakan kolesterol dalam darah. Selain olahraga teratur yang melatih sistem kardiovaskuler, lakukan diet dengan memperbanyak asupan makanan mengandung serat, makanan mengandung lemak dan protein baik. Hindari pula merokok dan upayakan menjaga berat badan dalam proporsi seimbang.
Herbal
Sejumlah studi menunjukkan khasiat sejumlah rempah sebagai peluruh kolesterol berlebih dalam tubuh. Tak cuma bawang putih tapi juga ekstrak daun artichoke, daun basil, daun yarrow, dan biji fenugreek.
Membaca Kadar Kolesterol Lewat Angka
Apakah Anda pernah mengukur kadar kolesterol dalam darah? Meski tak memiliki keluhan, mengukur kadar kolesterol wajib dilakukan setidaknya sekali dalam lima tahun. Disarankan lebih sering untuk pria usia 35 tahun ke atas dan wanita usia 45 tahun ke atas.
Dikutip WebMD, pengukuran kadar kolesterol dalam darah penting untuk membantu pencegahan penyakit kardiovaskuler seperti jantung dan stroke. Mengetahui kadar kolesterol dalam darah membuat Anda lebih waspada dengan pola makan buruk.
Sama seperti pemeriksaan kesehatan pada umumnya, hasil tes kolesterol akan muncul dalam bentuk angka-angka. Agar tak salah pengertian, berikut sedikit panduan untuk membaca angka-angka mengenai kadar kolesterol dalam darah.
• LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL)
Penumpukan LDL di dinding arteri akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Itulah mengapa jenis kolesterol ini populer dengan sebutan kolesterol jahat.
Jika Anda memiliki gangguan kesehatan jantung atau pembuluh darah, sejumlah pakar merekomendasikan kadar kolesterol dalam darah tak lebih dari 70 mg/dl. Sementara mereka dengan diabetes atau penyakit lain yang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, disarankan memiliki kadar kolesterol tak lebih 100 mg/dl.
Sangat baik: <100 mg/dl
Baik: 100-129 mg/dl
Kurang baik: 130-159 mg/dl
Tinggi: 160-189 mg/dl
Sangat Tinggi: >190 mg/dl
Baik: 100-129 mg/dl
Kurang baik: 130-159 mg/dl
Tinggi: 160-189 mg/dl
Sangat Tinggi: >190 mg/dl
Untuk mencapai batas normal?
Kurangi: Lemak jenuh, lemak trans, makanan berkolesterol tinggi.
Perbanyak: Lemak tak jenuh tunggal (avokad, omega 3, ikan).
Lakukan: Penurunan berat badan.
• LOW DENSITY LIPOPROTEIN (HDL) Perbanyak: Lemak tak jenuh tunggal (avokad, omega 3, ikan).
Lakukan: Penurunan berat badan.
Ini merupakan jenis kolesterol baik. Semakin tinggi angkanya, semakin rendah risiko penyakit jantung dan stroke. Jenis kolesterol ini justru berperan melawan kolesterol jahat untuk melindungi arteri.
Baik: >60 mg/dl
Buruk: <40 mg/dl (pria) dan <50 mg/dl (pria)
Buruk: <40 mg/dl (pria) dan <50 mg/dl (pria)
Untuk mencapai batas normal?
Kurangi: Karbohidrat dan gula serta hasil olahannya.
Perbanyak: Lemak tak jenuh tunggal (avokad dan omega 3, ikan).
Lakukan: Olahraga, tidak merokok, serta turunkan berat badan.
Perbanyak: Lemak tak jenuh tunggal (avokad dan omega 3, ikan).
Lakukan: Olahraga, tidak merokok, serta turunkan berat badan.
• TRIGLISERIDA
Merupakan senyawa kimia yang biasanya terkandung dalam hampir semua jenis lemak dalam makanan dan tubuh. Tingginya kadar trigliserida menandai tingginya risiko terserang penyakit jantung koroner.
Normal: <150 mg/dl
Cukup tinggi: 150-199 mg/dl
Tinggi: 200-499 mg/dl
Sangat tinggi: >500
Cukup tinggi: 150-199 mg/dl
Tinggi: 200-499 mg/dl
Sangat tinggi: >500
Untuk mencapai batas normal?
Kurangi: Karbohidrat, gula, serta hasil olahannya, santan, minyak, dan makanan berlemak tinggi (kacang tanah).
Lakukan: Penurunan berat badan.
Lakukan: Penurunan berat badan.
• TOTAL KOLESTEROL
Angka yang muncul biasanya merupakan hasil rata-rata antara LDL, HDL, dan komponen lemak lainnya, termasuk trigliserida. Pakar kesehatan selalu merekomendasikan batas aman kolesterol di bawah 200 mg/dl.
Normal: <200 mg/dl
Tinggi: 200-239 mg/dl
Sangat tinggi: >240 mg/dl
Tinggi: 200-239 mg/dl
Sangat tinggi: >240 mg/dl