• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Memanfaatkan Minyak Esensial sebagai Obat Painkiller Alami

jennywijaya

IndoForum Newbie A
No. Urut
288379
Sejak
10 Nov 2020
Pesan
318
Nilai reaksi
1
Poin
18
apa-itu-painkiller-obat-antinyeri-yang-sering-disalahgunakan-1577096045.jpg


Tubuh manusia punya batasan tertentu untuk menoleransi rasa sakit. Masalahnya, dalam mengarungi kehidupan, manusia hampir tidak dapat terlepas dari kemungkinan-kemungkinan yang potensial menyebabkan rasa sakit. Oleh karenanya, manusia butuh sesuatu untuk mengatasi kemungkinan rasa sakit tersebut. Dalam dunia kedokteran, sesuatu itu termanifestasi dalam obat painkiller.

Obat painkiller atau dalam dunia kedokteran disebut dengan istilah analgesik adalah sekelompok obat yang punya fungsi utama menghilangkan rasa sakit yang diderita manusia. Obat painkiller ada banyak jenis, ragam, dan variannya, termasuk dari golongan herbal atau bahan-bahan alami.

Nah di kelompok ini ada beberapa bahan yang bisa memberi efek analgesik ketika diproses sedemikian rupa untuk mengambil ekstrak atau sarinya. Meski tidak selalu, tetapi kebanyakan berbentuk cair. Itulah yang biasa disebut minyak esensial.

Di bawah ini ada beberapa jenis minyak esensial yang dipercaya punya peran sebagai obat analgesik, di antaranya:

  • Minyak rosemary
Rosemary adalah salah satu tumbuhan yang bisa dijadikan minyak esensial. Beberapa peneliti menyatakan bahwa tanaman rosemary (Rosmarinus officinalis L.) dapat membantu mengobati sakit kepala, nyeri otot dan tulang, serta kejang. Rosemary juga dapat mengurangi peradangan, mengendurkan otot polos, dan meningkatkan daya ingat.

Cara memanfaatkan minyak rosemary sebagai obat painkiller adalah dengan mengencerkan minyak esensial ini dalam minyak pembawa seperti minyak zaitun. Gunakan tiga hingga lima tetes minyak esensial untuk setiap ons minyak pembawa.

  • Minyak kayu putih
Obat herbal dari tanaman Eucalyptus ini dapat membantu mengurangi rasa sakit, bengkak, dan radang pada tubuh. Satu studi pada tahun 2013 menemukan bahwa menghirup minyak kayu putih efektif mengurangi rasa sakit dibandingkan dengan minyak almond. Peserta menghirup minyak kayu putih selama 30 menit per hari selama 3 hari. Mereka semua pulih dari operasi penggantian lutut.

  • Minyak papermint
Minyak esensial peppermint berasal dari tanaman (Mentha piperita L). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman peppermint memiliki efek antiinflamasi, antimikroba, dan pereda nyeri. Senyawa aktif yang menjadikan minyak peppermint dapat dibilang sebagai obat painkiller adalah carvacrol, menthol, dan limonene.

Orang sering menggunakan minyak esensial peppermint encer sebagai pengobatan topikal, artinya mereka menggosokkan minyak yang diencerkan ke area yang terasa sakit atau nyeri. Para peneliti juga melaporkan bahwa mengoleskan minyak peppermint ke pelipis dan dahi dapat meredakan sakit kepala karena tegang.

Namun, jangan sekali-kali menggunakan minyak peppermint pada luka terbuka atau kulit yang rusak karena hal itu dapat menyebabkan reaksi alergi. Sebaiknya, seseorang melakukan lakukan tes di beberapa bagian tubuh sebelum menggunakan minyak peppermint di area yang sakit.

  • Minyak lavender
Banyak orang menggunakan minyak lavender untuk menghilangkan rasa sakit, membantu tidur, dan meredakan kecemasan. Sebuah studi skala kecil yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa menghirup minyak lavender dapat mengurangi rasa sakit yang terkait dengan sakit kepala migrain.

Karena belum ada penelitian lebih lanjut mengenai bahan ini, ada baiknya seseorang berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan minyak esensial ini sebagai pengganti obat painkiller. Beberapa cara penggunaan, termasuk mengonsumsinya, bisa berisiko tinggi bagi kondisi kesehatan seseorang.

Minyak esensial ini berpotensi menjadi racun jika dikonsumsi melalui oral. Amannya, penggunaan minyak esensial ini sebatas mengoleskan secara topical dan disarankan selalu encerkan dalam minyak pembawa.

Itulah beberapa minyak esensial yang dipercaya dapat menjadi alternatif obat painkiller bagi seseorang. Bahan-bahan di atas mungkin efektif dan optimal meredakan rasa sakit pada beberapa orang. Namun, mungkin juga tidak memberi manfaat apa-apa atau malah menimbulkan masalah kesehatan lain. Jadi, tetap waspada, ya, sebelum menggunakan bahan-bahan di atas.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.