• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

MEMAHAMI MOBIL DAN MOTOR LISTRIK SECARA BAIK

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
MEMAHAMI MOBIL DAN MOTOR LISTRIK SECARA BAIK


Era kendaraan listrik. Mulai muncul sepeda listrik, motor listrik, kereta listrik, & terbaru mobil listrik. Beberapa negara di dunia sudah mengoptimalkan penggunaan mobil listrik ini.


Bukan tidak mungkin ke depan ada pesawat terbang listrik maupun kapal laut listrik. Itu semua cuma soal kecanggihan teknologi saja.

Indonesia tidak mau kalah menyoal penggunaan kendaraan khususnya mobil & motorlistrik ini. Targetnya: tahun 2030 sebanyak 15 juta atau 80 persen kendaran listrik sudah mengaspal di Indonesia. Dan itu mulai digalakkan dari tahun 2022

Bisa dibayangkan kalau penggunaan mobil & motor listrik tersebut terealisasi di Indonesia?

Mungkin kita tidak bakal lagi menutup hidung gara-gara polusi debu asap mobil atau motor. Kita tidak lagi gerutu karena suara bising knalpot kendaraan. Yang lebih asyik, tidak lagi terbatas dalam pengisian bahan bakar minyak (BBM) sebab tinggal chargesaja. Tak ada lagi letih antri di SPBU.

Keren juga kalau penggunaan mobil atau motor iistrik yg dicanangkan pemerintah Indonesia terlaksana tanpa hambatan. Masyarakat dapat hidup sehat tanpa tercemar polusi emisi CO2. Nyaman & tenang di jalan. Plus efektif mengisi bahan bakar. Indonesia bersih lingkungan.

Ya bila dipikir-pikir, mobil & motor listrik ini lebih praktis ketimbang kendaraan yg ada sekarang yg masih memakai BBM. Paling mudah soal praktis urusan bahan bakarnya. Tidak perlu lagi cemas ada kelangkaan BBM atau kenaikan harga BBM. Tidak perlu teriak-teriak lagi protes kalau sulit mengisi BBM untuk kendaraan.

Jadi beralih ke penggunaan mobil & motor listrik ini sebenarnya ajakan untuk memanfaatkan kendaraan yg lebih praktis. Dan tentu menciptakan lingkungan sehat.

Penggunaan mobil & motor listrik ini sepertinya juga berpotensi membuka lapangan kerja yg luas di Indonesia. Bisa bayangkan kalau Indonesia punya pabrikan sendiri mobil & motor listrik? Berapa banyak bakal dibutuhkan tenaga kerja. Berapa akbar penerimaan negara sebab kendaraan listrik makin populer & diminati.

Lalu pemerintah Indonesia berencana harap mensubsidi mobil & motor listrik. Subsidi mobil listrik rencananya mencapai Rp 80 juta. Untuk motor listrik direncanakan disubsidi Rp 8 juta.

Sah-saja sih kalau memang kajian pemerintah nyatanya keuangan negara Indonesia kondusif & kuat. Itu baru rencana saja. Baru dipikirkan oleh pemerintah Indonesia. Baru gagasan.

Belum ketuk palu. Belum ada mengatakan akhir ditetapkan. Belum diresmikan. Masih direncanakan. Rencana itu dapat terwujud, tetapi dapat juga tidak.

Rencana itu tergantung kesanggupan. Jika dapat terlaksana karena merasa mampu, ya silahkan saja. Namun kalau merasa kewalahan, rencana ditunda pun tidak ada masalah. Jadi rencana jangan langsung divonis sudah diputuskan.

Lagi pula bila rencana subsidi mobil & motor listrik terwujud itu kan untuk mengajak konsumen berkendaraan lebih praktis. Dapat tenang & nyaman di jalan. Bisa menghirup udara segar.

Kalau beberapa negara lain ternyata sudah ada yg mengimplementasikan subsidi kendaraan listriknya. Sebut saja Cina, Jerman, India, Thailand, & Korea Selatan.

Nah begini, mari berandai-andai sebab baru rencana. Kalau nanti keuangan negara kondusif & insentif mobil maupun motor listrik terwujud, kiranya juga bukan masalah baru menciptakan kemacetan. Tidak juga penyebab jumlah kendaraan semakin menumpuk di jalan.

Sekali lagi: ini baru andai-andai. Dapat saja insentif, misalnya mobil listrik ternyata diberikan untuk alat transportasi biasa (publik) seperti angkutan kota, bus, maupun taksi listrik. Jadi kalau kendaraan listrik baru subsidi akan diberikan ke angkutan umum.

Nah, subsidi kendaraan pribadi sebaiknya diberikan kepada pemilik kendaraan pribadi ber-BBM yg harap beralih (konversi) dari BBM ke listrik. Jadi semakin jelas kan, insentif kendaraan listrik cuma untuk angkutan transportasi massal. Kendaraan listrik untuk kendaraan pribadi sebaiknya tidak perlu diberi subsidi dengan demikian, tujuan mengurangi kemacetan dapat lebih dapat tercapai.

Logikanya: kendaraan pribadi ber-BBM yg ada sekarang tetap jumlahnya sebab tidak ada insentif untuk beralih membeli tipe listrik. Angkutan transportasi publik pun tidak bertambah karena yg sebelumnya ber-BBM cuma berganti listrik. Mudah kandipahami andai-andainya?

Bisa saja kanbegitu? Karena semua masih rencana pemerintah memberikan insentif kendaraan listrik. Berarti dapat banyak bentuk realisasi insentif. Atau mungkin dapat juga gagal karena faktor keuangan negara yg tidak kuat.

Jadi pembahasan mobil & motor listrik di Indonesia kiranya bukan persoalan besar. Malah dirasa ada akibat positif dibawa untuk masyarakat biasa & pengguna kendaraan. Seputar isu lain masih level rencana. Dapat berubah sewaktu-waktu. Jangan buru-buru curiga dulu.***




Hari ini 08:03
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.