Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Ku kira dia bodo amat, ternyata dia sakit teramat sangat
Setiap dari kita tentu memiliki perspektif masing-masing. Berbicara tentang makna usai, secara harfiah maknanya adalah selesai. Lalu, bagaimana kalau mengaitkan konteks usai dalam sebuah hubungan? Dan bagaimana jik memahaminya dari perspektif kaum Adam? Apakah usai dalam konteks ini bermakna benar-benar selesai?
Kaum Adam terkenal dengan sikap tenangnya. Dilihat dari beberapa orang, mereka seolah memandang usai sebagai usai dari segalanya, tidak ada lagi balikan atau pun PDKT-an. Lalu, apakah nyatanya memang semudah itu bagi mereka untuk melupakan semua hal yg pernah ada? Tentu tidak semuanya.
Beberapa malam lalu, salah seorang kawan bersedia sharing tentang insightnya tentang usai dalam konteks hubungan. Sebut saja Adam, dia adalah salah satu dari sekian banyak manusia yg pernah mengalami gagal dalam hubungan persayangan. Awalnya, saya agak kurang percaya dengan ceritanya yg terkesan melakonis bak kehilangan sesuatu yg tak dapat digantikan. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai paham bahwa lelaki satu itu memang sangat tulus & jujur akan perasaannya.
Adam bercerita bahwa pasangannya adalah sosok yg sangat perhatian, baik, & juga jujur. Lebih dari satu setengah tahun menjalin hubungan, kala itu rasa bosan pun perlahan mulai menyapa mereka. Adam pun mengaku bahwa dia merasa bosan, namun dia tetap meyakinkan dirinya untukstay, karena dia yakin tidak semua wanita dapat berperilaku sebaik pasangannya saat ini. Namun, lambat laun titik kejenuhan itu sulit untuk dihindari hingga salah satu dari mereka memutuskan untuk mencari yg lebih baik. Beberapa kali Adam pernah mendengar cerita dari kawannya bahwa pasangannya terlihat menghabiskan waktu dengan orang lain. Dititik ini, Adam pun mulai goyah kepercayaannya hingga tiba pada suatu saat ia harus menerima beberapa kenyataan pahit.
Nasi sudah jadi bubur, kekasihnya mengaku sudah mensayangi lelaki lain di belakang Adam & dia berniat untuk melangkah ke jenjang yg lebih serius. Sebagai seorang laki-laki, tentu Adam dapat saja untuk meledak-ledak, namun disatu sisi ia merasa iba melihat air mata dari perempuan & juga pengakuan penyesalannya. Adam pun menyerah, dia melepaskan kekasih yg sangat disayanginya untuk menikah dengan orang lain. Malam-malam di kota perantauan ia habiskan untuk menyesali takdirnya. Andai saja saya bukan mas-mas biasa, ujarnya.
Seusai pengalaman pahit itu, Adam mengaku sempat mengalami trauma. Dia berubah menjadiheartless, tidak mau ditemui kawan, bahkan takut untuk didekati perempuan. Harapan yg tinggi dihubungan yg baru saja kandas itu jelas sangat mempengaruhi kesehatan mentalnyain casesebelumnya, dia tidak pernah berfikir kalau hubungannya akan berakhir seperti ini.
Segalanya memang terasa sulit awalnya, namun dia meyakinkan diri bahwa dia dapat melewati segala masa ini. Adam menghabiskan masahealingdengan menyibukkan diri di hobby fotografi yg digelutinya. Sebenarnya, hal itu sangatworth it. Namun, apakah Adam benar-benar menganggap bahwa usai hubungannya adalah usai dari segalanya? Tentu tidak. Dari perspektif Adam, usai hanyalah tentang ikhlas, belum hingga ke tahap selesai hingga melupakan.
Sudah ikhlas, tetapi untuk lupa gak akan dapat. Susah lupain kenangannya karena tiap tempat & waktu ada cerita antara saya sama dia, jelas Adam. Selain itu, Adam juga menjelaskan bahwa tidak semua laki-laki dapat semudah itu melupakan mantan pasangannya karena masa healing & cara healing tiap orang berbeda.
Adam adalah salah satu representative yg membuktikan bahwa memandang makna usai dari perpisahan bukanlah usai segalanya. Meski usai memang bukan segalanya, tentu setiap dari kita harus ingat bahwa hidup harus berjalan sesuai semestinya, meski sering lekat dengan penat, meski tak pernah menjauh dari sekat.
Gak apa-apa, emang semestinya kita gak usah terlalu berharap sama manusia kan?, tutup Adam mengakhiri perbincangan singkat malam itu.
Terlepas dari segala yg pernah terjadi pada adam, manusia memang tidak ada yg sempurna bukan? Menjalin hubungan bertahun-tahun tidak akan menjamin kita akan berakhir bahagia dengan orang yg sama. There isnt something that we can expect from love, except it hurts.
Hari ini 15:49
Setiap dari kita tentu memiliki perspektif masing-masing. Berbicara tentang makna usai, secara harfiah maknanya adalah selesai. Lalu, bagaimana kalau mengaitkan konteks usai dalam sebuah hubungan? Dan bagaimana jik memahaminya dari perspektif kaum Adam? Apakah usai dalam konteks ini bermakna benar-benar selesai?
Kaum Adam terkenal dengan sikap tenangnya. Dilihat dari beberapa orang, mereka seolah memandang usai sebagai usai dari segalanya, tidak ada lagi balikan atau pun PDKT-an. Lalu, apakah nyatanya memang semudah itu bagi mereka untuk melupakan semua hal yg pernah ada? Tentu tidak semuanya.
Beberapa malam lalu, salah seorang kawan bersedia sharing tentang insightnya tentang usai dalam konteks hubungan. Sebut saja Adam, dia adalah salah satu dari sekian banyak manusia yg pernah mengalami gagal dalam hubungan persayangan. Awalnya, saya agak kurang percaya dengan ceritanya yg terkesan melakonis bak kehilangan sesuatu yg tak dapat digantikan. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai paham bahwa lelaki satu itu memang sangat tulus & jujur akan perasaannya.
Adam bercerita bahwa pasangannya adalah sosok yg sangat perhatian, baik, & juga jujur. Lebih dari satu setengah tahun menjalin hubungan, kala itu rasa bosan pun perlahan mulai menyapa mereka. Adam pun mengaku bahwa dia merasa bosan, namun dia tetap meyakinkan dirinya untukstay, karena dia yakin tidak semua wanita dapat berperilaku sebaik pasangannya saat ini. Namun, lambat laun titik kejenuhan itu sulit untuk dihindari hingga salah satu dari mereka memutuskan untuk mencari yg lebih baik. Beberapa kali Adam pernah mendengar cerita dari kawannya bahwa pasangannya terlihat menghabiskan waktu dengan orang lain. Dititik ini, Adam pun mulai goyah kepercayaannya hingga tiba pada suatu saat ia harus menerima beberapa kenyataan pahit.
Nasi sudah jadi bubur, kekasihnya mengaku sudah mensayangi lelaki lain di belakang Adam & dia berniat untuk melangkah ke jenjang yg lebih serius. Sebagai seorang laki-laki, tentu Adam dapat saja untuk meledak-ledak, namun disatu sisi ia merasa iba melihat air mata dari perempuan & juga pengakuan penyesalannya. Adam pun menyerah, dia melepaskan kekasih yg sangat disayanginya untuk menikah dengan orang lain. Malam-malam di kota perantauan ia habiskan untuk menyesali takdirnya. Andai saja saya bukan mas-mas biasa, ujarnya.
Seusai pengalaman pahit itu, Adam mengaku sempat mengalami trauma. Dia berubah menjadiheartless, tidak mau ditemui kawan, bahkan takut untuk didekati perempuan. Harapan yg tinggi dihubungan yg baru saja kandas itu jelas sangat mempengaruhi kesehatan mentalnyain casesebelumnya, dia tidak pernah berfikir kalau hubungannya akan berakhir seperti ini.
Segalanya memang terasa sulit awalnya, namun dia meyakinkan diri bahwa dia dapat melewati segala masa ini. Adam menghabiskan masahealingdengan menyibukkan diri di hobby fotografi yg digelutinya. Sebenarnya, hal itu sangatworth it. Namun, apakah Adam benar-benar menganggap bahwa usai hubungannya adalah usai dari segalanya? Tentu tidak. Dari perspektif Adam, usai hanyalah tentang ikhlas, belum hingga ke tahap selesai hingga melupakan.
Sudah ikhlas, tetapi untuk lupa gak akan dapat. Susah lupain kenangannya karena tiap tempat & waktu ada cerita antara saya sama dia, jelas Adam. Selain itu, Adam juga menjelaskan bahwa tidak semua laki-laki dapat semudah itu melupakan mantan pasangannya karena masa healing & cara healing tiap orang berbeda.
Adam adalah salah satu representative yg membuktikan bahwa memandang makna usai dari perpisahan bukanlah usai segalanya. Meski usai memang bukan segalanya, tentu setiap dari kita harus ingat bahwa hidup harus berjalan sesuai semestinya, meski sering lekat dengan penat, meski tak pernah menjauh dari sekat.
Gak apa-apa, emang semestinya kita gak usah terlalu berharap sama manusia kan?, tutup Adam mengakhiri perbincangan singkat malam itu.
Terlepas dari segala yg pernah terjadi pada adam, manusia memang tidak ada yg sempurna bukan? Menjalin hubungan bertahun-tahun tidak akan menjamin kita akan berakhir bahagia dengan orang yg sama. There isnt something that we can expect from love, except it hurts.
Hari ini 15:49