• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

MEMAHAMI KRL UNTUK PUBLIK

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
MEMAHAMI KRL UNTUK PUBLIK

Moda transportasi kereta makin tinggi diminati masyarakat. Apalagi seiring perkembangan layanin kereta yg lebih maju.

Ada kereta rel listrik (KRL), mass rapid transit(MRT), maupun lintas rel terpadu (LRT).

Coba saja pantaiu stasiun kereta khiususnya KRL dapat dipastikan jumlah penumpang sering membludak. Pagi, siang, sore, malam. Saking diperlukan masyarakat untuk aktivitas.

Itu bukti kalau KRL serta tipe layanin moda kereta lainnyabegitu digandrungi

Transportasi kereta memang moda paling efektif, cepat, & terjangkau secara harga keekonomian. Makanya banyak masyarakat memilih naik kereta.

Nah dari layanin kereta yg ada kini memang KRL paling banyak dimanfaatkan masyarakat. PT KCI mencatat lonjakan angka konsumen pengguna KRL terus bertambah.

Tahun 2019 saja tercatat jumlah penumpang KRL menyentuh 336,3 juta orang. Dan kalau melihat antusias masyarakat yg pakai KRL amat mustahil bakal jadi menurun.

Apalagi layanin fasilitas KRL tambah keren & nyaman saja. Wajar sih bila PT KCI memprediksi tahun 2040 jumlah penumpang KRL dapat mencapai hingga 523,6 juta orang.

Nah dengan jumlah ratusan juta penumpang KRL maka tidak mungkin dilayani dengan kereta yg sudah tidak layak operasional. Kenyamanan penumpang tetap nomor wahid.

Sekarang pilihannya adalah ketersediaan alat transportasi publik harus cepat tersedia. Begitu juga dengan KRL yg sangat tinggi diminati masyarakat.

Bila KRL layak operasional lambat atau tidak tersedia kebutuhannya, maka dapat dibayangkan berapa ratus juta publik Indonesia akan terhambat aktivitasnya? Entah yg harap bekerja, berdagang, berjalan-jalan, sekolah, serta lainnya.

Ketersediaan KRL yg nyaman, layak pakai, bersih, & kondusif adalah prioritas. Jam ke jam, hari ke hari, Minggu ke Minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun, jumlah pengguna KRL bakal terus meningkat.

Jika opsinya KRL layak operasional harus segera tersedia memenuhi keperluan masyarakat, maka dari mana saja asal alat transportasinya semestinya tidak masalah kan

Yang penting publik terlayani dulu dengan baik & lancar segala kegiatannya. Negara harus menjamin kebutuhan warganya termasuk dalam hal moda transportasi.

Masa iya negara harus menciptakan warganya susah moda transporrasi KRL gara-gara tidak sanggup menyediakan yg layak operasional? Padahal ketersediaan KRL harus cepat.

Meski itu dengan cara harus membeli KRL negara lain. Yang penting kebutuhan alat transportasi publik dapat segera hadir.

Jangan salah persepsi bila tidak mendukung industri kereta nasional, cuma begini sekarang kan negara harus lekas memenuhi kebiutuhan moda transportasi publik, jadi bila barangnya sudah ada yg tersedia, mengapa harus bingung menunggu yg belum ada?

Sekali lagi: walaupun barang yg tersedia itu dari negara lain

Sekarang andaikan saja ya, Anda sedang butuh obat sakit kepala, tetiba ada tetangga yg memiliki sebutir obat itu. Lalu saking Anda butuhnya, lantas Anda membelinya sebab kalau Anda membeli ke toko obat memerlukan waktu 1-2 jam pelayanan.

Kalau Anda tetap bersikukuh membeli ke toko obat yg memakan waktu 1-2 jam, bukankan Anda tambah menderita sakit kepalanya? Makanya itu cari saja yg terdekat. Barulah kalau sakit kepala Anda sudah reda, dapat membeli ke toko obat untuk persiapan.

Begitu juga dengan ketersediaan KRL. Publik amat butuh untuk aktivitas sehari-hari. Masa negara harus menunggu dulu produksi industri nasional rampung baru disediakan? Kan tidak mungkin.

Lagi pula penyediaan KRL layak operasional ini kiranya cuma untuk menunggu produksi industri nasional kereta selesai. Bukan selamanya. Jadi ujungnya tetap pro-dalam negeri.

Ketika industri nasional kereta sudah sanggup memenuhi KRL publik, ya pasti yg dibeli adalah barang dalam negeri. Buatan bangsa sendiri.

Cuma sambil menunggu kRL produk domestik selesai, supaya publik tidak terganggu moda transportasinya maka dicari solusi lain.

Begitulah semestinya memahami penyediaan KRL bagi publik Indonesia. Supaya tidak mudah tersulut kompor Indonesia pro-industri bangsa asing atau menyukai barang negara luar.

Hari ini 11:38
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.