• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Memahami Krisis Iklim & Dampaknya bagi Kehidupan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Memahami Krisis Iklim & Dampaknya bagi Kehidupan


Dampak pemanasan global kepada kehidupan manusia & lingkungan jadi isu yg sangat penting. Pasalnya, akibat tersebut sudah memengaruhi kehidupan kita sehari-hari baik disadari atau tidak. Dampak pemanasan global bersifat negatif kepada manusia beserta keanekaragaman hayati yg ada di Bumi.

Manajer Senior Lansekap & Perkotaan Berkelanjutan WRI Indonesia Adi Pradana mengatakan pemanasan global muncul karena efek rumah kaca. Hal itu disebabkan karena emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia yg akhirnya memerangkap lebih banyak panas dari mentari & akhirnya menciptakan suhu bumi naik.

Hal itu sudah ditegaskan oleh 97 persen ilmuwan terkemuka di dunia bahwa emisi buatan manusia menyebabkan pemanasan global, katanya dalam suatu diskusi virtual, Selasa (17/8/2021).

Adi mengatakan hal tersebut juga dibuktikan dengan konsentrasi karbon dioksida (CO2) & suhu Bumi yg terus meningkat karena aktivitas manusia seperti memakai kendaraan berbahan bakar fosil.Menurutnya, asap yg dihasilkan dari kendaraan tersebut akhirnya naik ke atmosfer Bumi sehingga memerangkap panas dari matahari.

Baca : Yuk Selamatkan Bumi dari Krisis Iklim dengan Aplikasi Emisi

Selain itu, Adi juga mengungkapkan kalau masih banyak orang yg belum sadar kalau emisi juga dapat dihasilkan dari adanya kegiatan deforestasi & kebakaran hutan. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena semakin tingginya kebutuhan manusia yg berbahan dasar minyak sawit seperti kebutuhan pangan, rumah tangga, & kecantikan.

Meskipun kita nggak langsung membakar hutan, tetapi kita ikut membiayai perusahaan-perusahaan yg masih melaksanakan praktik membakar hutan untuk aktivitas pembukaan lahan, imbuhnya.

Dengan kondisi seperti itu, Adi menyebutkan bahwa para ilmuwan sudah mengungkapkan kita sudah hidup di zaman Anthropocene, istilah periode geologis untuk zaman yg dimulai ketika aktivitas manusia memiliki akibat global yg signifikan kepada ekosistem bumi.

Salah satu akibat krisis iklim adalah setiap kenaikan 1 derajat celcius suhu bumi setidaknya menyebabkan 3 hal yaitu panas berlebih, hujan ekstrem, & kekeringan parah. Ketiga akibat tersebut biasanya terjadi sekali dalam 10 tahun, tetapi dengan adanya kenaikan suhu bumi, dapat terjadi 3 hingga 5 tahun sekali bahkan lebih cepat.

Dampak itu sudah kita alami seperti banjir di Jakarta di awal tahun 2020, kekeringan selama 112 hari tanpa hujan di NTB pada tahun 2018 & adanya badai siklon tropis seroja yg akbar & intens di NTT pada tahun 2021. Hal itu juga terjadi di berbagai negara di dunia, ujar Adi.

SUMBER​


Hari ini 14:17
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.