• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Memahami Blueprint Bisnis

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Memahami Blueprint Bisnis

Mengapa cuma beberapa kecil pengusaha kaya raya sedangkan beberapa akbar dari mereka kelelahan bahkan terjerembab dalam jurang kesulitan usaha tiada henti? Sebuah survey yg dilakukan di Amerika, 80 persen usaha tutup tanpa sempat berulang tahun kelima. Bahkan cuma 4 persen usaha yg bertahan hingga 10 tahun, itupun 50 persennya cuma survival saja, cuma 2 persen yg benar-benar jadi pengusaha kaya raya. Di Indonesia mungkin tingkat kejatuhan usaha jauh lebih akbar lagi prosentasenya.
Lalu apa yg menyebabkannya? Dalam CEO Forum yg diselenggarakan Institut Pertanian Bogor beberapa waktu lalu Presiden IIBF Heppy Trenggono mengungkapkan bahwa95 persen pengusaha yg berguguran dapat dilihat ciri-cirinya, mereka keluar dari blueprint bisnis yg dapat jadi tidak mereka pahami.

apapun bisnis yg dijalani, tidak akan lari dari sini. Asset > sales > profit > cash. Sayangnya banyak pengusaha tidak faham tentang hal ini. Di IIBF saya sering bilang, hal ini akan saya bicarakan sepanjang hayat terang Founder Balimuda Group itu.

Memahami Blueprint Bisnis
Itulah perjalanan yg harus ditempuh. Bahwa didalam bisnis yg dibangun adalah Aset, modal yg kita himpun juga dimaksudkan untuk jadi aset dengan begitu dapat menghasilkan sales, dari sales tercipta profit setelah dikurangi biaya-biaya, & profit untuk menghasilkan cash ataufresh moneysehingga dapat dipakai untuk keperluan apapun. Sayangnya beberapa akbar pengusaha tidak menyadari didalamnya tidak mengetahui bahwa itu yg harus dibangun didalam bisnis.​

Banyak pengusaha yg sudah bahagia begitu melihat usahanya profit & berhenti disitu tanpa hingga jadi cash. Padahal profit itu ditujukan untuk menghasilkan cash. Cash yg dimaksud disini adalah cash yg berasal dari aktivitas menjalankan usaha (jualan) bukan dari yg lain atau istilahnyaOperating Cash Flow (OCF).

Apakah membayar gaji, operasional kantor, tagihan suplier atau pengeluaran yg lain dapat dilakukan langsung oleh profit? Atau dilakukan oleh piutang usaha? Tentu tidak ada yg mau dibayar pakai profit atau piutang diminta nagih sendiri, cash yg dapat mengerjakannya. Makanya ada perusahaan jualanya bagus, profit ada namun pemilik sering pusing uang gaji di akhir bulan, karena OCF nya pasti negatif. Tidak semua perusahaan profit OCF pasti positif. & Tidak semua perusahaan rugi OCF pasti negatif. Itulah kecanggihan management dalam mengelola usahanya.

Ketika akhir bulan kesulitan untuk membayar gaji serta operasional perusahaan yg lain, kemudian di tutupi dengan menjual aset, maka Investing Cash Flow (ICF) perusahaan akan positif. ICF adalah cash yg bersumber dari invetasi. Atau kekurangan gaji & operasional tadi di tutupi dari hutang, dapat ke owner namanya bridging, atau ke bunk atau ke perorangan, maka Financing Cash Flow (FCF) akan jadi positif. FCF adalah cash yg bersumber dari hutang. Itulah 3 tipe cash yg ada didalam bisnis.

Artinya tidak semua cash dalam bisnis serta merta dapat langsung dinikmati. Bisa saja itu uang modal, dapat saja uang dari menjual aset, dapat saja itu uang suplier yg semestinya kita bayarkan atau bahkan itu malah uang hutang yg harus kita kembalikan.

Banyak perusahaan dapat bertahan berpuluh tahun karena tidak ada profit. Namun tidak ada perusahaan yg sanggup bertahan tanpa cash. HT

Sayangnya, ada juga pengusaha yg tidak memahami bahwa sales yg dia upayakan adalah untuk menghasilkan profit. Apa iya ada pengusaha tidak memahami hal itu? Kasus First travel adalah contohnya,boro-borobicara profit, jualannya saja jual rugi.

Bahkan ada yg lebih parah lagi, pengusaha yg tidak memahami bahwaAsetitu untuk menghasilkansales. Praktikcashbackiyahyang pernah marak beberapa tahun lalu adalah contohnya. Mereka membeli aset lebih mahal dari semestinya melalui kredit di bunk. Misal harga bangunan 1M, namun dengan bunk dikasih 1,5M, dimana 500 juta ekstra itu mereka bilangcashback, padahal sejatinya itu beban tambahan. Belum lagi kalau aset yg dibeli cuma sebagai alat hutang saja, tanpa dimaksudkan untuk meningkatkan sales akan menciptakan keadaan semakin sulit. Kalau sekali tidak mengapa, mungkin karena sedang membutuhkan tambahan modal ataubridgingnamun kalau dijadikan cara bermain, jangankan bicara sukses, bertahan saja sudah pasti tidak.

Perjalanan bisnis sering dari Aset > Sales > Profit > Cash. Namun ukuran hebat (sehatnya) bisnis di ukur dari bawah keatas.Pertama, ada duitnyaenggak. Menghasilkan duit gak. Duitnya apakah dari profit atau dari yg lain? Sehingga yg harus kita lihat perdana adalah Cash atau OCF nya.Keduabaru profit. Profitnya dari mana, tidak mungkin ada tiba-tiba muncul tanpa melalui jualan. Ketiga, ROA. Itulah bisnis terang Heppy.

Ketiga indikator kesehatan sebuah bisnis yaitu OCF, Profit & ROA akan di kupas lebih mendalam dalam3 Bottom Line.

Memahamiblueprint Business,menjadi syarat utama kalau harap usahanya jadi mesin pencetak uang. Bahwa ternyataAssetyang kita miliki harus didayapakai untuk menciptakansales, dimanasalesuntuk menciptakanprofitdanprofitharus menghasilkancash. ANS


SUMBER Hari ini 11:30
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.