yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Seorang misionaris melayani Tuhan ditengah-tengah suku primitif di Afrika. Istrinya dibunuh orang disana dan anaknya dibuang ke sungai sebagai santapan buaya. Sedangkan dirinya dikurung dan menunggu saatnya untuk dijadikan korban persembahan bagi dewa mereka. Syukurlah, karena tiba-tiba terjadi kebakaran, orang-orang primitif melarikan diri sehingga ia mempunyai kesempatan untuk meloloskan diri. Sewaktu ia mau meninggalkan tempat kurungan itu, tiba-tiba ia mendengar suara anak kecil yang sedang menangis di tengah-tengah rumah yang diamuk api. Dengan susah payah, akhirnya ia dapat menyelamatkan anak tersebut. Setelah diperhatikan, barulah diketahui bahwa anak tersebut adalah putera kepala suku yang membunuh isteri dan anaknya.
Sebenarnya ini merupakan kesempatan baginya untuk membalas dendam dengan membunuh anak tersebut. Tetapi ia tidak berbuat demikian. Sebaliknya ia berdoa kepada Tuhan, ”Ya Tuhan, apa yang dapat kukorbankan sudah kukorbankan. Sekarang aku mau mengorbankan diriku, dengan membawa anak ini kepada kepala suku. Dan sekali lagi mengabarkan Injil kepadanya. Mohon Tuhan Engkau membuka pintu penginjilan kepada orang-orang ini. Biarpun karena itu, aku harus mengorbankan nyawa, aku sangat rela!” Setelah berdoa, dengan memeluk anak itu ia menemui kepala suku. Pada waktu itu kepala suku sedang panik dan istrinya sedang mamanggil-manggil nama anaknya. Tiba-tiba mereka melihat misionaris yang dibencinya itu sedang memeluk anaknya. Dengan penuh kasih sayang misionaris itu menyerahkan anak tersebut kepada orang tuanya. Kepala suku ini merasa heran dan berpikir, “Aku mau membunuhnya, tetapi ia malah menyelamatkan anakku. Ini berarti ia bukan musuh melainkan sahabat. Aku harus berbuat baik padanya.” Sejak itu kepala suku memberikan kebebasan kepada penginjil itu untuk mengabarkan Injil di tengah-tengah suku bangsanya.
Ketika kita MELEPASKAN BENIH pengampunan dan berkat kepada orang yang berbuat tidak baik kepada kita, pada saatnya kita akan MENUAI perlindungan dan ANUGERAH dari Tuhan. Itulah yang terjadi ketika kita melepaskan benih kebaikan kepada orang yang berbuat tidak baik kepada kita. Saat kita menabur yang baik, memang harus ada benih yang kita harus lepaskan (benih pengampunan, benih waktu, benih perhatian, benih uang, dst), akan tetapi ketika tiba waktu menuai, maka kita akan bisa tertawa bahagia, ada BERKAT YANG BERLAKU ATAS HIDUP KITA: tuaian 30x, 60x, dan 100x ganda!
Datang dan hadirilah!! Kebaktian Kebangunan Rohani HUT Keluarga Allah Jogja! 3- 5 Oktober 2012 di Grand Pelita Jogja pk. 18.00 wib.
Pembicara:
Pdt. Obaja Tanto Setiawan | Ps. Jonatan Setiawan | Pdm. Samuel Duddy H
Dimeriahkan oleh:
Jacquelin Cellose | Jeffrey S. Tjandra