yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Jorgent alias Deri yang mengaku sebagai pilot maskapai penerbangan Singapore Airlanes ditembak mati polisi Polda Metro Jaya. Jorgent melawan petugas saat ketahuan merampas mobil korbannya. Adu tembak dengan polisi meletup setelah penjahat itu kabur saat ditangkap.
Jorgent melakukan perampokan terhadap dua orang wanita, salah satu korbannya adalah dokter. Dari tangan dokter itu Jorgent mengambil sebuah mobil Terios.
Dijelaskan Kasubdit Reserse Mobil Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, kasus berawal saat Jorgent berkenalan dengan seorang wanita berinisial DG di sebuah mal di Jakarta. Saat itu korban dengan pelaku langsung suka pada pandangan pertama.
Korban lalu diajak oleh pelaku ke kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, untuk menjenguk salah satu rekannya. Ketika di tengah jalan berhenti di sebuah rest area, korban keluar dari mobil.
"Pelaku membawa mobil korban saat korban ke toilet. Semua barang-barang pribadi korban dibawa oleh pelaku," ujar Herry, Senin 17 September 2012.
Beberapa bulan kemudian, pelaku menjalankan aksi kejahatan dengan modus serupa terhadap korban NS. Setelah mengenal dekat, Jorgent main ke rumah korban di sekitar Cibubur, Jakarta Timur.
Kemudian pelaku juga meminta NS mengantarkan ke rumah kontrakannya di kawasan Matraman. Dia meminta korban memarkirkan kendaraannya di rumah kontrakan itu. Lalu korban mengantarkan pelaku menggunakan kendaraan milik korban DG ke bandara.
"Saat berputar di sekitar Jalan Matraman, pelaku menodongkan senjata api dan menguras barang berharga NS," jelas Herry.
Ditambahkan Herry, petugas kepolisian sudah mengendus keberadaan tersangka di sekitar Bandung dan Cirebon. Pada 14 September 2012, petugas menemukan dan mengikuti tersangka yang mengendarai mobil milik DG dengan nomor polisi B-1-L di Jalan Dewi Sartika, Cirebon.
Selanjutnya, polisi menghentikan kendaraan tersangka dan memerintahkan untuk keluar mobil. Namun, Jorgent mengeluarkan senjata api, serta berteriak mengaku sebagai petugas polisi militer.
Akhirnya petugas mengambil tindakan tegas dengan menembakkan senjata api ke arah pintu mobil yang menembus perut tersangka yang mengakibatkan tersangka pencurian dengan kekerasan itu tewas.
Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti mobil milik DG, senjata tajam, dua unit senjata korek api, sejumlah kartu anjungan tunai mandiri (ATM) atas nama beberapa identitas, kartu pengenal Singapore Airlines atas nama Jorgent yang diduga palsu, dan paspor palsu.
Jorgent melakukan perampokan terhadap dua orang wanita, salah satu korbannya adalah dokter. Dari tangan dokter itu Jorgent mengambil sebuah mobil Terios.
Dijelaskan Kasubdit Reserse Mobil Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, kasus berawal saat Jorgent berkenalan dengan seorang wanita berinisial DG di sebuah mal di Jakarta. Saat itu korban dengan pelaku langsung suka pada pandangan pertama.
Korban lalu diajak oleh pelaku ke kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, untuk menjenguk salah satu rekannya. Ketika di tengah jalan berhenti di sebuah rest area, korban keluar dari mobil.
"Pelaku membawa mobil korban saat korban ke toilet. Semua barang-barang pribadi korban dibawa oleh pelaku," ujar Herry, Senin 17 September 2012.
Beberapa bulan kemudian, pelaku menjalankan aksi kejahatan dengan modus serupa terhadap korban NS. Setelah mengenal dekat, Jorgent main ke rumah korban di sekitar Cibubur, Jakarta Timur.
Kemudian pelaku juga meminta NS mengantarkan ke rumah kontrakannya di kawasan Matraman. Dia meminta korban memarkirkan kendaraannya di rumah kontrakan itu. Lalu korban mengantarkan pelaku menggunakan kendaraan milik korban DG ke bandara.
"Saat berputar di sekitar Jalan Matraman, pelaku menodongkan senjata api dan menguras barang berharga NS," jelas Herry.
Ditambahkan Herry, petugas kepolisian sudah mengendus keberadaan tersangka di sekitar Bandung dan Cirebon. Pada 14 September 2012, petugas menemukan dan mengikuti tersangka yang mengendarai mobil milik DG dengan nomor polisi B-1-L di Jalan Dewi Sartika, Cirebon.
Selanjutnya, polisi menghentikan kendaraan tersangka dan memerintahkan untuk keluar mobil. Namun, Jorgent mengeluarkan senjata api, serta berteriak mengaku sebagai petugas polisi militer.
Akhirnya petugas mengambil tindakan tegas dengan menembakkan senjata api ke arah pintu mobil yang menembus perut tersangka yang mengakibatkan tersangka pencurian dengan kekerasan itu tewas.
Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti mobil milik DG, senjata tajam, dua unit senjata korek api, sejumlah kartu anjungan tunai mandiri (ATM) atas nama beberapa identitas, kartu pengenal Singapore Airlines atas nama Jorgent yang diduga palsu, dan paspor palsu.