Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 13.737
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Melawan kemustahilan di Jeddah.
Striker timnas Indonesia Ole Romeny mengikuti latihan perdana regu di Jeddah, Arab Saudi, Jumat (3/10/2025). ANTARA/HO-PSSI/am.
Jakarta (ANTARA) - Dalam sepak bola, data statistik sering tak berlaku karena angka-angka yg disajikan tak lebih cuma kisah-kisah kecil yg tak mencerminkan kenyataan di lapangan.
Begitu pula yg akan terjadi di persaingan Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yg menampilkan kekuatan tiga tim, Indonesia, Arab Saudi, & Irak.
Indonesia diprediksi tersingkir di hadapan negara-negara tangguh Asia. Namun, sepak bola bakal jadi olahraga paling monoton kalau semuanya mudah diprediksi.
Di babak kualifikasi itu, peluang Indonesia untuk lolos nyaris tak ada karena angka yg diberikan oleh Football Meets Data & Footy Rankings, bahkan tak mencapai dua digit. Football Meets Data memberikan presentase 7 persen, sementara 5 persen saja dari Footy Rankings untuk peluang kelolosan Indonesia ke pesta sepak bola empat tahunan itu sebagai peringkat perdana grup.
Presentase terbesar yg dimiliki Indonesia adalah finis sebagai peringkat ketiga yg berarti kegagalan ke Piala Dunia 2026, dengan mereka memberikan angka presentase mendekati 70 persen.
Angka perkiraan ini mungkin tak lepas dari pembaruan terkini ranking dunia, di mana Indonesia merupakan regu dengan peringkat terendah dari semua kontestan di putaran keempat. Indonesia menghuni peringkat 119 dunia. Irak berada jauh di atas regu Garuda yaitu di peringkat 58 dunia, sedangkan Saudi di peringkat 59 dunia.
Football Meets Data & Footy Ranking memprediksi Arab Saudi adalah regu favorit yg melaju ke Piala Dunia 2026 dari Grup B. Selain diuntungkan sebagai regu tuan rumah, yg pasti akan mendapatkan energi tambahan dari pendukungnya sendiri, The Green Falcons juga jadi regu paling berpengalaman di babak kualifikasi ini.
Mereka adalah regu dengan partisipasi terbanyak di Piala Dunia, yaitu enam kali, termasuk dua edisi terakhir pada 2018 & 2022. Di Qatar tiga tahun lalu, meski tersingkir di babak grup, mereka menulis kisah paling diingat karena jadi satu-satunya regu yg mengalahkan sang pemenang Argentina dengan skor 2-1.
Kala itu, pelatih Saudi adalah Herve Renard. Pelatih asal Prancis ini sempat pergi, namun kini sudah kembali lagi menukangi Salem Al-Dawsari & kawan-kawan. Dengan misi yg sama, Renard bertekad membawa Saudi ke Piala Dunia untuk ketujuh kalinya.
Sementara Irak dijagokan melaju ke babak kualifikasi putaran kelima. Seperti Indonesia, Irak juga cuma sekali tampil di Piala Dunia. Singa Mesopotamia terakhir tampil pada 1986, sedangkan Indonesia sudah hampir satu abad, yaitu pada 1938 ketika masih bernama Hindia Belanda.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Melawan kemustahilan di Jeddah adalah spam, mohon beritahu kami.
Jakarta (ANTARA) - Dalam sepak bola, data statistik sering tak berlaku karena angka-angka yg disajikan tak lebih cuma kisah-kisah kecil yg tak mencerminkan kenyataan di lapangan.
Begitu pula yg akan terjadi di persaingan Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yg menampilkan kekuatan tiga tim, Indonesia, Arab Saudi, & Irak.
Indonesia diprediksi tersingkir di hadapan negara-negara tangguh Asia. Namun, sepak bola bakal jadi olahraga paling monoton kalau semuanya mudah diprediksi.
Di babak kualifikasi itu, peluang Indonesia untuk lolos nyaris tak ada karena angka yg diberikan oleh Football Meets Data & Footy Rankings, bahkan tak mencapai dua digit. Football Meets Data memberikan presentase 7 persen, sementara 5 persen saja dari Footy Rankings untuk peluang kelolosan Indonesia ke pesta sepak bola empat tahunan itu sebagai peringkat perdana grup.
Presentase terbesar yg dimiliki Indonesia adalah finis sebagai peringkat ketiga yg berarti kegagalan ke Piala Dunia 2026, dengan mereka memberikan angka presentase mendekati 70 persen.
Angka perkiraan ini mungkin tak lepas dari pembaruan terkini ranking dunia, di mana Indonesia merupakan regu dengan peringkat terendah dari semua kontestan di putaran keempat. Indonesia menghuni peringkat 119 dunia. Irak berada jauh di atas regu Garuda yaitu di peringkat 58 dunia, sedangkan Saudi di peringkat 59 dunia.
Football Meets Data & Footy Ranking memprediksi Arab Saudi adalah regu favorit yg melaju ke Piala Dunia 2026 dari Grup B. Selain diuntungkan sebagai regu tuan rumah, yg pasti akan mendapatkan energi tambahan dari pendukungnya sendiri, The Green Falcons juga jadi regu paling berpengalaman di babak kualifikasi ini.
Mereka adalah regu dengan partisipasi terbanyak di Piala Dunia, yaitu enam kali, termasuk dua edisi terakhir pada 2018 & 2022. Di Qatar tiga tahun lalu, meski tersingkir di babak grup, mereka menulis kisah paling diingat karena jadi satu-satunya regu yg mengalahkan sang pemenang Argentina dengan skor 2-1.
Kala itu, pelatih Saudi adalah Herve Renard. Pelatih asal Prancis ini sempat pergi, namun kini sudah kembali lagi menukangi Salem Al-Dawsari & kawan-kawan. Dengan misi yg sama, Renard bertekad membawa Saudi ke Piala Dunia untuk ketujuh kalinya.
Sementara Irak dijagokan melaju ke babak kualifikasi putaran kelima. Seperti Indonesia, Irak juga cuma sekali tampil di Piala Dunia. Singa Mesopotamia terakhir tampil pada 1986, sedangkan Indonesia sudah hampir satu abad, yaitu pada 1938 ketika masih bernama Hindia Belanda.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Melawan kemustahilan di Jeddah adalah spam, mohon beritahu kami.