• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Melahirkan Secara Caesar: Perjuangan Dan Stigma Yang Menyertainya

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
ALOHA GANSIS

WELCOME TO MY THREAD

emoticon-Selamat
emoticon-Ultah



Hai Gansis, apa kabar? Untuk merayakan hari ibu tahun ini, tiba-tiba aja ane pengen bikin satu thread istimewa. Ya, istimewa karena berisi sedikit curahan hati yg mengganjal selama ini & mungkin dapat mengubah sudut pandang agan sista terkait topik yg akan ane bahas. Yuk, disimak!

Menjadi seorang ibu tentunya adalah dambaan bagi beberapa akbar wanita. Untuk jadi seorang ibu, banyak proses tidak mudah yg harus para wanita alami. Mulai dari morning sickness di awal kehamilan, berat badan yg bertambah, hingga banyaknya keluhan lain yg harus mereka alami kala proses kehamilan berlangsung selama 9 bulan hingga si kecil lahir ke dunia.

9941673_202312220100260084.jpg

Sumber : Halodoc

Tidak cuma proses kehamilan yg butuh perjuangan, proses yg gak kalah penting & paling krusial saat seorang wanita akan menyandang status sebagai ibu adalah proses melahirkan. Gansis pasti sudah tidak asing dong dengan kalimat, "melahirkan itu taruhannya nyawa" & ya, itu memang benar adanya. Sebab, saat proses melahirkan, seorang wanita secara sadar sudah siap menghadapi kemungkinan terburuknya, tetapi mereka tetap dengan gagah berani melewati proses ini demi lahirnya sang buah hati yg sudah lama dinanti kehadirannya.

Metode melahirkan sendiri ada 2 jenis, pervaginam (alias normal) & perabdominal (alias caesar). Zaman sekarang, kedua tipe metode persalinan ini memang sudah umum. Namun, tak jarang proses melahirkan caesar dianggap sebelah mata oleh beberapa kelompok masyarakat, bahkan wanita yg melahirkan secara caesar seringkali dinyinyiri "belum jadi ibu yg sempurna" karena dianggap tidak merasakan bagaimana sakitnya proses persalinan normal.

Ane termasuk yg kena nyinyiran ini & rasanya teramat sangat sakit hati. Bayangkan nih, baru melewati masa kehamilan yg gak mudah, baru menjalani proses melahirkan dengan pertaruhan nyawa, masih dalam masa pemulihan luka pasca operasi, eh tiba-tiba ada yg nyeletuk "Caesar? Belum jadi ibu beneran dong". Gimana rasanya? Rasanya pengen nyumpahin orang itu biar ngerasain lahiran caesar juga.

Konten Sensitif
Buka
9941673_202312221258090907.jpg


Sumber: Mommyasia.id

Faktanya, persentase kematian ibu akibat melahirkan secara caesar lebih tinggi loh dibandingkan dengan melahirkan secara normal. Alasannya karena operasi caesar lebih banyak komplikasinya. Dan untuk lebih memahami perjuangan apa saja yg harus para calon ibu alami kala harus melahirkan secara caesar (bahkan setelah operasinya juga), berikut ane ceritakan sedikit prosesnya (berdasarkan sumber tulisan & pengalaman pribadi).

Quote:
Quote:
1. Tes Darah & Tes Amniocentesis


9941673_202312220103100079.jpg

Sumber: IDN Times


Prosedur paling awal dari rangkaian panjang proses kelahiran caesar ini adalah tes darah. Tujuan pengambilan sample darah pasien ini adalah untuk mengetahui golongan darah & kadar hemoglobin pasien. Ini penting supaya petugas kesehatan dapat gercep sat set kalau misalnya pasien butuh transfusi darah selama operasi berlangsung.

Selain tes darah, ada juga yg namanya tes amniocentesis. Tes yg satu ini dilaksanakan untuk mengetahu bagaimana kondisi paru-paru janin. Apakah sudah terbentuk dengan baik atau belum. Tes ini utamanya dilakukan kalau prosedur operasi akan dilakukan saat usia kandungan ibu masih dibawah 39 minggu. Berhubung usia kandungan ane waktu itu sudah lewat 39 pekan & kondisinya udah gawat banget, ane sih skip tes amniocentesis ini.​


Quote:
Quote:
2. Pemasangan Kateter


9941673_202312220123530312.jpg

Sumber: Allodokter


Banyak yg gak tau (termasuk ane saat itu) kalau sebelum naik meja operasi, ternyata pasien operasi caesar harus pasang kateter. Parahnya, prosedur ini dilakukan sebelum pasien dibius (dan ane baru tau belakangan ini kalau sebenarnya, menurut salah satu dokter influencer di Instagram (lupa namanya) supaya lebih manusiawi, prosedur ini sebaiknya dilakukan setelah obat bius bekerja.

Jangan tanya gimana rasanya, coba aja gansis bayangin saluran kemih kalian dimasukin selang secara paksa. Sakit & gak nyaman. Panteslah dokter influencer itu menyarankan buat pemasangan kateter dilakukan setelah bius bekerja. Jujur, dari rangkaian menyakitkan operasi caesar, bagian pemasangan kateter jadi bagian yg paling traumatis buat ane pribadi sih.​


Quote:
Quote:
3. Suntik Bius Spinal


9941673_202312220106120109.jpg

Sumber: SehatQ


Kalau gansis punya kerabat atau kenalan yg pernah menjalani operasi caesar, banyak diantara mereka mungkin akan menjawab bagian suntik bius spinal adalah bagian yg paling menyakitkan. Dan memang, bagian ini juga sangat menciptakan tidak nyaman.

Pada proses ini pasien yg sedang hamil akbar diminta untuk membungkuk semaksimal mungkin, bahkan hingga dibantu tekan punggung oleh perawat karena mereka harus menyuntikkan obat bius ke bagian tulang belakang kamu. Nah, begitulah nyess-nya bagian ini. Selanjutnya, mereka akan tanya apakah biusnya sudah bekerja? Kalau belum, yah akan ada suntikan ulang & selamat! Proses gak nyaman itu harus diulang lagi.​


Quote:
Quote:
4. 7 Lapis Sayatan


Konten Sensitif
Buka
9941673_202312220109330393.jpg


Sumber: HerStory


Setelah bius bekerja, masuklah kita ke prosedur inti yaitu pembedahan. Disini, dokter akan mulai menciptakan sayatan di perut pasien. Kalau anda pikir cuma selapis kulit yg disayat, kalian salah besar, karena dalam operasi caesar ada 7 lapisan perut ibu yg disayat.

7 lapisan yg harus disayat untuk mengeluarkan bayi dari dalam rahim ibu ini meliputi lapisan kulit, lapisan lemak, sarung otot, otot perut, lapisan dalam perut, lapisan luar rahim & lapisan dalam rahim. Banyak, kan? Jadi, kebayang gak seberapa dalam luka operasinya & seberapa lama penyembuhannya?

Oh ya, walaupun dibawah pengaruh obat bius & selama tindakan ibu gak ngerasain sakit, tetapi ibu tetap merasakan segala pergerakan yg dilakukan dokter loh. Seperti saat bayi diangkat, plasenta diangkat & lain sebagainya. Belum lagi ibu dibuat menggigil di penghujung tindakan yg katanya kemungkinan disebabkan karena ibu kehilangan banyak darah, cairan & perubahan hormon. Setelah semua itu, kalian masih tega sebut ibu yg melahirkan secara caesar bukan ibu sejati?​


Quote:
Quote:
5. Mobilitas Terganggu


9941673_202312220112020648.jpg

Sumber: Allodokter


Pasca operasi caesar, tentunya akan meninggalkan luka akbar di perut ibu. Kalau gansis pikir para ibu ini dapat leha-leha hingga luka sembuh, gansis salah besar. Karena, beberapa jam setelah prosedur operasi berlangsung, para ibu langsung diminta untuk segera menyesuaikan diri untuk bergerak. Dimulai dengan gerakan miring kanan kiri di kasur, lalu dilanjutkan dengan belajar bangkit dari posisi rebah ke posisi duduk, posisi duduk ke posisi berdiri, hingga harus sudah dapat berjalan mondar mandir (minimal kasur ke kamar mandi) dalam waktu kurang dari 24 jam pasca operasi.

Mau tahu rasanya belajar bergerak pasca operasi caesar? Waw, rasanya seperti bergerak dengan sebuah benda tajam masih menancap di perut. Sakit & perih. Bukan cuma perih dari luka yg masih basah, tetapi juga sakit dari kontraksi rahim yg masih berlangsung. Ah, mantaplah pokoknya!

Di saat masih menahan sakit ini pun, para ibu gak cuma diminta fokus pada pemulihan dirinya sendiri, tetapi juga harus memperhatikan bayinya. Menggendong & menyusui bayi pasca operasi bukanlah hal mudah. Ditambah lagi stressnya kalau ternyata ASI untuk sang bayi belum juga keluar. Duh, kalau sudah begini para suami tolong support istrinya ya!​


Quote:
Quote:
6. Kontrol Luka Pasca Operasi


9941673_202312220114020732.jpg

Sumber: Halodoc


Untuk yg satu ini biasanya berbeda tiap dokter. Kebetulan, dokter ane meminta pasien-pasiennya untuk datang seminggu sekali untuk pemeriksaan luka luar, luka dalam & kondisi rahim pasca operasi. Tindakan yg dilakukan meliputi ganti perban & USG setiap pekan selama satu bulan.

Kontrol luka ini dilakukan untuk memantau apakah luka menutup sempurna, apakah ada infeksi & apakah ukuran rahim kembali normal atau tidak. Biasanya, luka luar operasi akan sembuh 3-4 pekan pasca operasi, berbeda di masing-masing orang. Tapi, ane harus menunggu untuk buka perban lebih lama karena di pekan ke-4 kontrol, luka luar operasi ane dinyatakan belum menutup sempurna & jujur, ini agak bikin was-was. Untungnya sih gak ada infeksi & luka akhirnya menutup sempurna seminggu kemudian. Alhamdulillah ~​


Kalau disebutkan satu persatu, sebenarnya masih banyak kesulitan yg kami (para ibu pejuang caesar) harus alami setelah melahirkan. Apalagi buat para ibu yg mengerjakan pekerjaan rumah & mengurus bayi sendiri, tanpa bantuan orangtua, saudara, ART atau baby sitter. Belum lagi stress dengan bekas luka di perut yg bikin para ibu jadi berkurang rasa percaya dirinya. Atau efek samping prosedur operasi seperti nyeri punggung yg bikin badan ibu berasa jompo.

Nah jadi, melahirkan secara caesar maupun normal sebenarnya sama saja. Sama-sama ada perjuangan seorang ibu yg mengupayakan bayinya lahir ke dunia dengan selamat & sama-sama menciptakan ibu merasakan level sakit yg luar biasa. Jadi, yuk mulai kurang-kurangi nyinyirannya buat para pejuang caesar yg juga punya jalan perjuangannya sendiri.

9941673_202312220118100727.jpg

Sumber: Hai Bunda

Dan ane sih berharap gak ada lagi orang yg berpikir bahwa para ibu yg malahirkan secara caesar ini bukan ibu sejati ya. Karena biasanya, metode lahiran secara caesar ini dipilih kalau ada indikasi medis yg menyertai. Dalam kasus ane, ane harus caesar karena statusnya gawat janin. Detak jantung anak dalam kandungan ane kala itu sudah lemah bahkan nyaris hilang tiap kontraksi berlangsung, sementara air ketuban sudah semakin sedikit & diketahui ada lilitan 2x di leher bayi, jadi ya mau gak mau (gak ada opsi & ane gak dapat milih) selain bayi harus segera dikeluarkan melalui prosedur caesar.

Terus gimana kalau caesarnya karena opsi ibu sendiri? Pilihan karena mereka gak mau ngerasain sakitnya kontraksi melahirkan normal?

Kalau menurut ane, itu pun gak dapat jadi alasan kalian buat nyinyir. Toh, para ibu berhak atas tubuhnya sendiri & pastinya mereka tau apa yg paling baik untuk keselamatan dirinya maupun bayinya. Jadi, udah deh stop nyinyirin para pejuang caesar dengan alasan apapun karena apa yg kami lewati sama sulit & menegangkannya dengan mereka yg melahirkan secara normal.

Nah gansis, itu dia sedikit pengetahuan & curhatan ane si pejuang lahiran caesar. Bagaimana pun metode lahiran yg dijalankan para ibu, mereka itu hebat, khususnya dimata anak-anaknya. Oh iya, berhubung hari ini hari ibu, ane juga mau mengucapkan "Selamat Hari Ibu" buat para ibu-ibu hebat di luar sana & buat diri ane sendiri (hehe). Memberi apresiasi untuk diri sendiri boleh dong ~

9941673_202312220120430009.jpg

Sumber: Flowersaura

emoticon-Peluk


Quote:
Original Thread by Kaskus ID kaniarf
Sumber : hellosehat.com​
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.