Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Anak , merupakan salah satu dambaan setiap pasangan yg sudah menikah. Bahkan sebelum menikah pun biasanya sudah memiliki angan- angan memiliki anak di masa depan ketika mereka sudah menikah. Bisa diartikan anak adalah masa depan keluarga itu sendiri.
Quote:
Bahkan ada istilah banyak anak banyak rezeki , bukan?
Namun tidak untuk negara Jepang. Jepang cenderung tidak begitu tertarik untuk hal keturunan.
Hal itu berkaitan dengan terus menurunnya tingkat kelahiran Jepang dari tahun ke tahun. Pada tahun 2020 saja , tingkat kelahiran di Jepang sejumlah 827.683 bayi dari target 830.000-840.000 bayi & ternyata jumlah tersebut pun lebih rendah pada tahun 2019 sejumlah 856.239 bayi. Sangat jauh dibandingkan dengan kelahiran bayi di Indonesia. Berdasarkandata profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 angka kelahiran bayi di Indonesia pada tahun 2019 mencapai sekitar 4.700.000 bayi.
Padahal Jepang merupakan negara di Asia Timur yg terkenal sebagai salah satu negara maju. Bagaimana tidak , dalam Ekonomi pasar bebas , Jepang merupakan ketiga terbsar di dunia setelah negara Amerika Serikat & Cina dalam dalam hal ekspor impor internasional meliputi sektor pertanian , perikanan , maupun sektor indutri.
Pada bulan Agustus 2017, perusahaan Cook Japan menggelar sebuahsurvey mengenai pencerahan wanita akan keharapan reproduksi mereka. Namun hasilnya agak mengecewakan, Cook Japan mengumumkan persentase wanita yg harap punya anak di Jepang cuma 63%, lebih sedikit dari beberapa negara lain, meliputi Amerika Serikat 79,5% , Perancis 80% , Swedia 73,5%.
Dari hasilsurvey itu menunjukkan beberapa alasan wanita Jepang mengenai kenapa mereka tidak harap punya anak:
1. Karena saya tidak percaya diri untuk merawat anakku sendiri
2. Karena jadi orang tua sepertinya merepotkan
3. Aku tidak suka anak-anak
4. Karena punya anak butuh uang
5. Aku tidak percaya diri dengan kekuatan fisikku
6. Aku puas dengan gaya hidupku saat ini
Hal ini sangat berdampak akbar kepada jumlah populasi negara Jepang yg menciptakan mereka kekurangan tenaga kerja diusia produktif. Sehingga mereka menerima banya untuk tenaga kerja asing untuk bekerja di negara nya.
Keadaan tersebut mendesak pemerintah untuk berupaya keras memikirkan cara untuk menaikkan angka kelahiran di negara nya. Sehingga ada rencana untuk memberikan bantuan kepada pasangan yg melahirkan anak sebesar 100.000 yen per bayi.
Quote:
100.000 Yen tersebut bila di Rupiah-kan sekitar 13.345.553,03 rupiah GanSis .
Program itu di rencanakan akan dijalankan dalam kurun waktu dua tahun.
Uang 100.000 yen tersebut tidak di berikan secara tunai namun dalam bentuk kredit yg dapat ditukarkan melalui sebuah situs web untuk item perawatan anak & pelayanan lainnya. Jumlah 100.000 yen sendiri dipilih setelah adanya penelitian yg menunjukkan bahwa rata-rata biaya rumah sakit untuk proses kelahiran di Tokyo adalah 100.000 yen. Hal itu pun menuai pro kontra di kalangan penduduk Jepang.
Perlu diketahui untuk pelaksanaan program ini masih dalam proses pembahasan oleh pihak terkait.
Quote:
Gimana GanSis ada mungkin ada yg berminat pindah??
Kalian setuju engga nih.
referensi :
soranews24.com
T E R I M A K A S I H
Tokyo’s latest plan to boost birth rate: Pay people 100,000 yen per baby they give birth to
Critics are already calling the idea shortsighted.
soranews24.com
T E R I M A K A S I H
Hari ini 13:11