• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mbah Wiro, Arwah Penasaran Penghuni Alas Jati

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Ditulis oleh adnanami

Kisah ini merupakan kisah nyata yg dialami oleh Ibuku sendiri. Saat itu saya masih duduk di bangku TK, kita baru saja pindah ke suatu perumahan yg terletak di pelosok desa di bagian Selatan Jawa Timur yakni Desa Poncokusumo di pedalaman Kabupaten Malang. Belum banyak orang yg menghuni daerah ini.

Waktu sudah berjalan 3 bulan suasana perumahan masih saja sepi penghuni, saat itu kami sedang dalam keadaan genting, badanku mengalami demam hingga gemetaran. Rumah sakit amat jauh, kita harus menempuh jalan menuju kota kalau harap berangkat ke sana. Sehingga hal itu tidak mungkin dilakukan karena terlalu jauh & repot.Lokasi di sekitar area perumahan masih sawah - sawah, semak belukar, ladang & hutan pohon jati. Transportasi kala itu cuma ada ojek yg biasanya mangkal di pos ojekan. Biasanya ojek-ojek disini cuma narik mulai pagi hingga jam 3 sore saja, di atas jam itu mereka sudah kembali ke kediaman masing-masing.

Tahun 1999 belum banyak orang yg memakai handphone, paling-paling komunikasi cuma lewat WARTEL & telepon rumah saja. Tapi kita belum punya telepon kabel apalagi HP.Ibuku bermaksud menelpon taksi namun cuma dapat lewat WARTEL yg bukanya jam 7 malam saja. Jam kala itu menunjukkan pukul 5 sore, para ojek yg mangkal di pangkalan sudah pulang & saat itu juga Ibuku berpikir "Daripada kelamaan, lebih baik saya cari tukang pijat saja".Ibu pun berjalan menuju rumah tukang pijat yg jaraknya cukup jauh dari rumah.

Jalan menuju rumah si tukang pijat tidaklah mudah, Ibu harus melewati hutan pohon jati yg jadi jalan pintas tercepat yg menghubungkan perumahan dengan desa tempat si tukang pijat tinggal. Karena Beliau cuma jalan kaki, waktu yg ditempuh pun tidak sebentar. Berbekal payung, dia berjalan seorang diri.

Di tengah perjalanan, hujan gerimis datang. Beliau mengembangkan payungnya. Saat melewati hutan pohon jati & hampir hingga ke perkampungan desa sebelah, Beliau mendengar suara kakek kakek memanggilnya.

"Naaak ... nak ... tolong mbah!"

Namun....

Senapsaran dengan kelanjutan ceritanya? Langsung aja dengerin Kamis Misteri cuma di Kaskus Podcast!

Mbah Wiro, Arwah Penasaran Penghuni Alas Jati



Hari ini 09:40
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.