sebenarnya postingan ini saya sudah baca beberapa hari lalu tapi baru sempet publish di sini sekarang,yang membuat menarik adalah komentarnya di blog abibakar yang sangat rame itu lho gan.ada yang marah banget kayaknya membaca tulisan tersebut..Saya merasa tertarik dengan posting tentang Mbah Marijan yang saya baca, di blog Argun berjudul: Mbah Marijan: SETIA Atau BUNUH DIRI? Di posting tersebut saya menemukan kesamaan antara pendapat si Argun dengan abang ipar saya. Dimana dua orang ini sama-sama meyakini bahwa tindakan yang diambil mbah Marijan adalah bunuh diri. Karena ia menolak mengungsi disaat yang sama tindakannya itu dapat mengancam keselamatan dirinya.
Mbah Marijan
Mbah Marijan
Terlebih lagi dia seorang panutan yang perkataan dan tindakannya dijadikan pegangan dan diikuti banyak orang, terbukti ada sejumlah warga gunung merapi memilih menetap dan akhirnya mereka tewas. Memang sulit memahami keputusan yang di ambil mbah Marijan, sebagai bentuk kesetiaan terhadap profesinya atau menantang maut di sekitar gunung berapi?
Profesinya sebagai juru kunci bukan berarti mengharuskannya menjemput maut, menurut si Argun, karena profesi tersebut hanya sebatas menjadikan dirinya sebagai tuan rumah, menyambut tamu yakni para wisatawan yang berkunjung ke gunung merapi.
sumber:http://abibakarblog.com/renungan/mbah-marijan-sejatinya-telah-bunuh-diri/