Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hilkka Hillevi Saarinen yg lahir pada tanggal 1 November 1927, terakhir kali terlihat pada bulan Desember 1960 di desa Krootila, Kokemki, Finlandia. Saat itu dia sudah berumur 33 tahun. Dia tinggal disebuah rumah yg terbuat dari kayu tua yg akbar bersama dengan suaminya yg bernama Pentti Frans Olavi Saarinen. Rumah tersebut merupakan rumah masa kecil Hilkka, & sekaligus merupakan warisan dari kakek neneknya. Hilkka & suaminya sempat mengajukan pinjaman ke bunk untuk dapat memberi hak pewaris yg lain supaya Hilkka & suaminya dapat memiliki rumah tersebut.
Mereka memiliki lima orang anak, dimana kelimanya sudah diadopsi oleh negara & ditempatkan disebuah panti asuhan karena keluarga Hilkka memiliki kesulitan, & sang suami memiliki kecenderungan untuk mengerjakan tindakan kekerasan. Menurut anak-anaknya sendiri & para tetangga, suami Hilkka adalah orang yg sangat pencemburu. Terlebih ketika dia sedang berada dibawah pengaruh minuman alkohol, dia akan bertindak & berperilaku keras kepada Hilkka. Suami Hilkka juga sering mengancam akan membunuh Hilkka dengan cara tertentu supaya mayatnya tidak dapat diidentifikasi.
Sehari sebelum hari Natal tahun 1960, anak tertua Hilkka datang bersama dengan seorang teman sekolahnya untuk mengunjungi rumah orangtuanya supaya mereka dapat merayakan Natal bersama. Mereka masuk kedalam rumah melalui pintu depan yg tidak terkunci & berjalan menuju ke bagian foyer. Suami Hilkka langsung keluar dari dapur, mengunci pintunya, & berjalan juga menuju ke bagian foyer untuk menghalangi langkah mereka berdua. Dan suami Hilkka juga sempat menanyakan alasan anaknya datang lebih awal.
Ketika sang anak menanyakan keberadaan ibunya, sang ayah cuma menjawab bahwa ibunya sudah pergi ke suatu tempat ketika ayahnya sedang tidur. Anaknya mengatakan bahwa ibunya mungkin berada disebuah rumah dimana ibunya pernah bekerja di tempat tersebut sebelumnya. Namun, sang ayah cuma menjawab bahwa ibunya tidak pernah berada di tempat itu.
Pada malam hari, anak-anak berencana untuk mengambil lebih banyak seprei dari kamar utama yg terletak di belakang dapur. Ketika sang anak bertanya mengapa bagian dapurnya gelap, sang ayah menjawab bahwa lampunya rusak. Anak-anak tersebut kemudian berjalan melalui dapur dengan penerangan seadanya yg berasal dari bagian foyer & kamar utama. Namun, mereka sempat melihat sampah yg sudah menumpuk selama bertahun-tahun & sudah berserakan di lantai dapur. Sang ayah mengatakan bahwa dia sudah membersihkan dapur tersebut dalam keadaan gelap, walaupun lampu dari bagian foyer & kamar utama sedang menyala. Dia kemudian mengikuti gerakan anak-anak tersebut dengan cermat supaya mereka tidak menyebabkan masalah, & dia dapat tinggal di rumah dengan tenang.
Dalam beberapa tahun berikutnya, sang anak jadi lebih sering datang untuk berkunjung & menginap untuk beberapa hari saja. Dia juga mengerjakan pengamatan kepada rumah & keadaan di sekitarnya. Dia juga memeriksa ruang bawah tanah dimana lantainya masih berupa tanah & bagian dindingnya yg terbuat dari batu, serta toilet yg berada di luar rumah yg yang jaraknya cukup dekat Dia bahkan sempat kebingungan dengan lenyapnya tumpukan pasir yg sebelumnya berada di halaman depan kandang sapi.
Seiring berjalannya waktu, sang anak mulai curiga bahwa ibunya jarang terlihat lagi. Setelah memeriksa sekeliling rumah, dengan mengpakai senter dia mulai memeriksa lantai rumahnya yg terbuat dari papan, memeriksa loteng rumahnya yg besar, & memeriksa pondasi rumah yg juga terbuat dari batu. Selain itu, dia juga memeriksa setiap lapisan di bagian dinding dengan jari-jarinya. Dan lapisan tersebut terasa seperti kerikil utuh, halus, & terpisah.
Pada tahun 1966 sang anak mengirim sebuah surat kepada polisi yg isinya mengatakan bahwa,
Quote:
"I suspect that my father knows more about the disappearance of my mother than he has told me. He has clearly opened the oven and shut it again. However, the oven had not been used in seven to eight years before this. My father was cleaning in the dark, even though another room was lit, when I arrived. I think the oven should be dismantled. My father could do anything."
Namun, karena surat tersebut tidak direspon, sang anak kemudian menulis sebuah artikel disebuah majalah Finlandia yg bernama Elm edisi Mei 1967. Artikel tersebut berjudul Where do they disappear/I suspect my father is a murderer. Barulah pada tahun 1972, setelah para penyelidik yg baru diperintahkan untuk memeriksa kasus-kasus lama yg belum terpecahkan, sang anak kemudian dihubungi karena surat yg dia kirim sebelumnya. Penyelidik tersebut juga harus membaca materi interogasi yg berhubungan dengan kasus tersebut, yg banyak berisi desas-desus yg tidak relevan yg sudah beredar disekitar desa tempat orangtuanya tinggal. Dan disparitas kecil yg muncul diantara desas-desus tersebut jadi alasan bagi para penyidik untuk memeriksa kecurigaan sang anak lebih lanjut.
Pada tanggal 27 November 1972, hampir 12 tahun setelah menghilangnya Hilkka Hillevi Saarinen, Komisaris Distrik Turku yg bernama Gunnar Kivel & asistennya tiba di Kokemki dengan surat perintah yg berisi bahwa pemerintah setempat mengijinkan mereka untuk membongkar oven keluarga Saarinen. Namun sebelumnya, sang suami dipindahkan ke kantor polisi terlebih dahulu sebelum polisi mulai membongkarnya.
Di kedalaman satu meter, polisi menemukan bagian kepala seorang wanita. Mereka kemudian menggali lebih dalam lagi & menemukan bagian kaki, hingga pada akhirnya mereka menemukan seluruh bagian tubuh. Mayat tersebut kemudian dibawa ke Pori yg merupakan ibukota Kokemki. Keesokan harinya, sang anakmengidentifikasi mayat wanita tersebut sebagai Hilkka Hillevi Saarinen, ibunya.
Kasus tersebut disidangkan di pengadilan setempat. Di pengadilan, sang suami tidak meminta pengacara untuk membelanya, namun pihak pengadilan tetap menyediakan pengacara karena mereka berpikir bahwa sang suami tidak dapat mengerjakan pembelaan kepada dirinya sendiri. Selama persidangan berlangsung, dia justru membantah segala yg dituduhkan kepadanya. Dia mengatakan bahwa pada suatu hari, ada orang-orang gipsi yg muncul & masuk ke dalam rumahnya tidak lama sebelum Natal tahun 1960 tiba. Namun, pembelaannya tersebut ditolak karena banyak saksi yg mengatakan bahwa Hilkka mengeluh tentang sang suami yg sering memukulnya hingga dia mengalami luka-luka & sering mengunjungi dokter karena lukanya tersebut.
Persidangan ini dianggap menguntungkan bagi sang suami & jaksa penuntut yg secara tidak langsung sudah membantunya. Karena ada salah satu bukti yg sengaja diabaikan dimana sejak bulan April hingga Desember 1960, sang suami sudah meminjam 75 novel fiksi kejahatan dari perpustakaan setempat yg banyak menceritakan tentang pembunuhan, termasuk tentang pembunuhan seseorang kepada istrinya.
Pengadilan daerah Kokemki kemudian memutuskan bahwa sang suami secara tidak sengaja menyebabkan kematian kepada Hilkka Hillevi Saarinen, & memberikan putusan sanksi delapan tahun penjara atas tuduhan penyerangan tingkat berat. Namun, dia cuma menjalani sanksi satu tahun penjara, karena Pengadilan Distrik Turku & Mahkamah Agung membebaskannya, dengan menyatakan bahwa penyebab atau cara kematian Hilkka Hillevi Saarinen tidak diketahui, & seseorang tidak dapat dihukum karena pembunuhan yg tanpa sengaja dilakukan 12 tahun lalu.
Pada akhirnya sang suami kembali ke rumah yg sempat kosong dalam beberapa waktu. Dia tinggal disana sendirian hingga dia meninggal pada tanggal 1 Agustus 1986.
Sekian, & terimakasih.
*
*
*
*
*
sumber 1
sumber 2
sumber 3