notia
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 8464
- Sejak
- 4 Nov 2006
- Pesan
- 8.004
- Nilai reaksi
- 474
- Poin
- 83
Seorang anak muda datang ke seorang CEO bunk swasta terbesar di negri ini.
Anak muda : "Pak CEO, mari bertaruh denganku"
CEO : " Bertaruh apa ?"
Anak muda "Saya jamin tepat 1 mgg dari sekarang, buah zakarmu akan bengkak sebelah"
CEO : "Ha ha ha kurang ajar, apa taruhannya ?"
Anak muda : " Jika terjadi spt itu, anda harus membayar Rp 200 juta kdp ku. Dan jika tdk terjadi, saya akan membayar Rp 200 juta kpd anda, bgm ?"
CEO : "Baik ! Rp 200 juta taruhannya "
Sepanjang minggu, si CEO rutin melakukan check up dgn dokter pribadinya, serta menyewa pengawal khusus untuk mencegah terjadinya sabotase dari si anak muda untuk membuat zakarnya bengkak sebelah.
Tepat 1 mgg :
Anak muda : "Selamat pagi, pak CEO"
CEO : "Hahaha, mana Rp 200 juta ku ? Zakarku baik baik saja"
Anak muda : "Mhn maaf, untuk membuktikannya, saya harus memeriksanya sendiri, pak CEO"
CEO : " Hmmmm ...."
Anak muda : "Dan untuk menjadi saksi kita, saya sudah mengundang seorang pengacara paling top di negri kita untuk menjadi saksi, supaya jangan sampai kita berdebat kusir mengenai bengkak tidaknya buah zakar anda, pak CEO. Bagaimana, cukup adil ?"
CEO : "Sangat adil. Dengan beliau sebagai saksi, saya rasa engkau tdk mgkn akan berkelit membayarku Rp 200 juta .. hahahaha"
Anak muda : "Oke, tetapi turunkan dulu celana anda, saya harus memeriksanya sendiri"
CEO : "Silahkan, anak muda"


Setelah diperiksa dgn seksama, ternyata memang tdk ada pembengkakan apa pun pada buah zakar si CEO.
CEO : “Ha ha ha ... Anak muda, jelas sekarang engkau harus memberiku Rp 200 jt ….. “
Tetapi tiba-tiba, si pengacara membentur-benturkan kepalanya ke dinding ruangan si CEO ..Duk duk duk ….
CEO : “Ada apa, pak pengacara ? Kenapa anda membentur-benturkan kepala anda ke dinding ?”

Pengacara : “Aku bertaruh dengan anak muda itu. Jika dia sanggup membuat seorang CEO bunk swasta terbesar di negri ini mencopot celananya serta dia diperbolehkan memainkan buah zakarnya, aku harus membayar dia Rp 500 juta. Aku kalah taruhan …. ”


Anak muda : "Pak CEO, mari bertaruh denganku"
CEO : " Bertaruh apa ?"
Anak muda "Saya jamin tepat 1 mgg dari sekarang, buah zakarmu akan bengkak sebelah"
CEO : "Ha ha ha kurang ajar, apa taruhannya ?"

Anak muda : " Jika terjadi spt itu, anda harus membayar Rp 200 juta kdp ku. Dan jika tdk terjadi, saya akan membayar Rp 200 juta kpd anda, bgm ?"

CEO : "Baik ! Rp 200 juta taruhannya "

Sepanjang minggu, si CEO rutin melakukan check up dgn dokter pribadinya, serta menyewa pengawal khusus untuk mencegah terjadinya sabotase dari si anak muda untuk membuat zakarnya bengkak sebelah.
Tepat 1 mgg :
Anak muda : "Selamat pagi, pak CEO"
CEO : "Hahaha, mana Rp 200 juta ku ? Zakarku baik baik saja"

Anak muda : "Mhn maaf, untuk membuktikannya, saya harus memeriksanya sendiri, pak CEO"

CEO : " Hmmmm ...."

Anak muda : "Dan untuk menjadi saksi kita, saya sudah mengundang seorang pengacara paling top di negri kita untuk menjadi saksi, supaya jangan sampai kita berdebat kusir mengenai bengkak tidaknya buah zakar anda, pak CEO. Bagaimana, cukup adil ?"

CEO : "Sangat adil. Dengan beliau sebagai saksi, saya rasa engkau tdk mgkn akan berkelit membayarku Rp 200 juta .. hahahaha"

Anak muda : "Oke, tetapi turunkan dulu celana anda, saya harus memeriksanya sendiri"

CEO : "Silahkan, anak muda"



Setelah diperiksa dgn seksama, ternyata memang tdk ada pembengkakan apa pun pada buah zakar si CEO.
CEO : “Ha ha ha ... Anak muda, jelas sekarang engkau harus memberiku Rp 200 jt ….. “

Tetapi tiba-tiba, si pengacara membentur-benturkan kepalanya ke dinding ruangan si CEO ..Duk duk duk ….

CEO : “Ada apa, pak pengacara ? Kenapa anda membentur-benturkan kepala anda ke dinding ?”


Pengacara : “Aku bertaruh dengan anak muda itu. Jika dia sanggup membuat seorang CEO bunk swasta terbesar di negri ini mencopot celananya serta dia diperbolehkan memainkan buah zakarnya, aku harus membayar dia Rp 500 juta. Aku kalah taruhan …. ”





