Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Merahputih.com - Pandemi membuka mata banyak orang tentang kemudahan cari cuan dari rumah. Tiap orang di masa awal pandemi dipaksa mengerjakan semua hal dari rumah. Pada akhirnya, adaptasi jadi hal mutlak. Bahkan, demi bertahan hidup tak sedikit orang berbisnis kecil-kecil dari rumah. Kuncinya, mereka mengandalkan internet.
Survey bunk Indonesia (BI) dilakukan kepada 3.719 pelaku usaha di seluruh Indonesia menunjukkan adanya penurunan kegiatan dunia usaha di Kuartal I-2020 selama pandemi melanda. Setiap pelaku bisnis harus mencari cara supaya bisnis mereka tetap berjalan di tengah pandemi. Bisnis daring jadi solusinya.
Bisnis makanan & hobi marak dilakoni banyak orang di masa pandemi. Mereka mengpakai media sosial untuk memasarkan produknya. Lantas E-commerce sebagai wadah transaksi. Selanjutnya mengpakai jasa ojek daring atau ekpedisi untuk pengiriman produk.
Dengan begitu, secara ideal UMKM digadang-gadang jadi penyelamat ekonomi di masa pandemi. Banyak orang ketika memulai usaha pada masa-masa awal pandemi dimudahkan karena tumbuh di era digital. Hampir semua aspek di dalam mengembangkan bisnis mengandalkan sambungan internet.
Internet muncul sebagai solusi banyak orang apalagi berkait jarak. Orang di pelbagai tempat dapat saling terhubung. Hal tersebut berefek pada kegiatan ekonomi. Namun, ketika sambungan internet tidak stabil atau koneksi buruk tentu saja akan menghambat bisnis.
Kecepatan internet di Indonesia, menurut data Ookla`s Speedtest Global Index Desember 2021, berada di posisi 113 dari 138 negara. Jika dibandingkan negara di Asia Tenggara lainnya, Indonesia terpaut cukup jauh, dari Singapura dengan laju 108,37 Mbps (peringkat 21), Brunei Darussalam 87,29 Mbps (32), Thailand 67,99 Mbps (40), Vietnam 47,76 Mbps (59), Malaysia 37,30 Mbps (71), Laos 32,04 Mbps (86), Kamboja 26,85 Mbps (102).
Dalam laporan tersebut, laju internet Indonesia pada kategori mobile tercatat laju unduh sebesar 22,41 Mbps, sementara laju unggah 11,82 Mbps, & latensi 37 ms.
Sementara, perhitungan laju rerata koneksi internet di Indonesia tercatat laju unduhan rerata 15 Mbps & laju unggah rerata 9,16 Mbps, serta latensi 28 ms.
Tentu saja dengan laju koneksi internet lebih akbar seperti banyak negara di Asia Tenggara lainnya, kegiatan bisnis di era digital akan lebih moncer.
Mungkin di luar pelaku bisnis digital, koneksi internet lamban bukan masalah besar. Namun, bagi pelaku bisnis di era digital apalagi mengandalkan sambungan internet pada lini bisnisnya tentu saja berpengaruh besar.
Sumber 28-02-2022 23:41