• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Mau Bertemu PM Israel, Wajib Copot Bra

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. fisher
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

fisher

IndoForum Newbie A
No. Urut
139183
Sejak
13 Jun 2011
Pesan
384
Nilai reaksi
4
Poin
18


Mau Bertemu PM Israel, Wajib Copot Bra


Stasiun berita Arab, Al Jazeera,memprotes kantor perdana menteri (PM) Israel, Rabu 12 Januari 2011. Pasalnya, wartawati Al Jazeera merasa dilecehkan setelah disuruh mencopot penutup buah dada (bra) oleh tim keamanan ketika akan mewawancarai PM Benjamin Netanyahu.

Menurut laman harian Haaretz, peristiwa tidak menyenangkan itu menimpa wartawati cantik bernama Najwan Simri Diab dan sejumlah jurnalis lainnya saat memenuhi undangan jumpa pers khusus dengan Netanyahu di suatu hotel di Yerusalem, Selasa 11 Januari 2011. Namun, sebelum masuk ke ruangan, para wartawan asing yang diundang harus menjalani penggeledahan oleh tim keamanan Netanyahu.

Begitu akan digeledah, Najwan terkejut saat perempuan petugas dari tim keamanan Israel menyuruh dia melepas baju, termasuk pakaian dalam. Bagi Najwan, perintah itu sudah keterlaluan dan merupakan suatu penghinaan.

"Saya tidak menolak menjalani pemeriksaan keamanan, namun saya menentang penghinaan," kata Najwan kepada Haaretz.

Najwan, yang tengah hamil, juga tidak mau diperiksa dengan mesin pemindai elektronik. Perempuan berusia 31 tahun itu takut bila sinar merah yang melintas di perutnya bisa mempengaruhi kandungan.

Wartawati Al Jazeera itu akhirnya menolak perintah dari petugas sehingga tidak jadi menghadiri konfrensi pers dengan Netanyahu. Stasiun televisi yang berbasis di Qatar itu akhirnya mengajukan protes kepada departemen media di kantor perdana menteri Israel.

Pihak kantor perdana menteri berjanji akan menyelidiki insiden itu dan meminta penjelasan dari Shin Bet, yaitu polisi khusus yang bertugas melindungi para pejabat tinggi Israel.

Menurut Asosiasi Jurnalis Media Asing di Israel, sejumlah anggota mereka pun mengalami perlakukan serupa. Baik fotografer dan reporter harus membuka baju saat menjalani pemeriksaan keamanan sebelum melakukan wawancara khusus dengan pejabat tinggi Israel.

Sumber
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.