• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Mati Suri Hingga Gelar Jero Wacik

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
pvuW.jpg
Jero Wacik, menteri energi dan sumber daya mineral itu menyimpan rapat-rapat kisah masa lalunya yang jarang dirasakan orang kebanyakan. Jero kecil, ternyata pernah mati suri. Dia pernah menghembuskan nafas terakhir, lalu hidup kembali.

Keponakan Jero Wacik, I Nengah Martono menuturkan hal itu kepada VIVAnews di kediamannya di Banjar Batur Tengah Kota, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, Jumat 5 September 2014.
"Dulu sudah lama sekali, sekitar usia 2 atau 3 tahun," kata Martono.

Jero Wacik merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara. Tujuh saudaranya sudah meninggal dunia. Jero kecil dikenal sebagai anak yang sakit-sakitan, sama halnya dengan ketujuh kakaknya yang akhirnya meninggal dunia.

Mengetahui anak temannya sakit-sakitan, rekan ayah Jero di Singaraja menawarkannya tempat tinggal. Sebelumnya ayah Jero adalah seorang pedagang kain yang memiliki relasi yang luas. Berbekal tawaran itu, Jero diajak ayahnya tinggal di Banjar Bali, Kabupaten Singaraja.

"Diajaklah dia (Jero Wacik) tinggal di Singaraja di rumah teman ayahnya itu. Sekitar dua tahun di sana, dibawa kembali ke Kintamani," ujarnya

Selama dua tahun menetap di Singaraja, Jero Wacik kembali ke kampung halamannya di Kintamani, Bangli. Namun tetap saja dia sakit-sakitan. Bahkan Jero sempat mati suri. "Keluarga saat itu sudah pasrah. Ternyata Jero Wacik hidup kembali. Hidupnya kembali Jero Wacik rupanya berkat janji suci ayah Jero Wacik kepada Tuhan Yang Maha Esa," terang Martono.

Ayah Jero Wacik berharap anak kedelapannya itu bisa terlahir sehat hingga besar, lantas dia pergi ke pura. Ayahnya bernazar di depan pura, akan menuruti keinginan anaknya kelak, asalkan sang anak tumbuh besar dengan sehat.

"Ayahnya ke pura mohon petunjuk Tuhan Yang Maha Esa sambil bernazar. Jero Wacik akhirnya hidup sehat sampai sekarang," kenangnya.

Tak lama setelah itu, ketika Jero Wacik duduk di bangku taman kanak-kanak, dia diangkat menjadi Pemangku (Pendeta Hindu) Pura Desa, berdasarkan wahyu yang turun kepada tokoh masyarakat setempat. Sebelum diangkat menjadi Pemangku, nama kecil Jero Wacik adalah I Nyoman Santra.
"Setelah diangkat jadi Pemangku diberi gelar Jero Wacik. Begitu ceritanya. Sejak usia TK sekitar usia 5-6 tahun beliau sudah menjadi Pemangku di sini," ucapnya.

Kini, sang Pemangku itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Jero Wacik diduga melakukan tindak pidana pemerasan dan penyalahgunaan wewenang dalam kapasitasnya sebagai menteri ESDM.
Jero Wacik disangka melanggar Pasal 12 e atau Pasal 23 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 421 KUHP. Pasal tersebut mengatur mengenai tindak pidana pemerasan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.