Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
source:pexels
Senin pagi. 19 September 2022. Saya mencoba memulai lagi kebiasaan memacu kaki untuk berlari. Seperti arahan Superman Is Dead dalam lagunya Hanya Hari Ini.Berlari-lari, di siang hari. Sehatkan diri biar gak cepat mati. Tentunya dengan sedikit modifikasi waktu untuk berlari.
Selesai berlari yg tak seberapa jauh jaraknya itu, saya pun kembali ke kos. Dilanjutkan dengan membuka ponsel yg dihinggapi sebuah kabar, kabar yg menciptakan saya cukup terkejut & menghela napas cukup dalam. Bukan, bukan kabar teman lamaran atau menikah. Itu sudah biasa.
Kali ini saya mendapat kabar kalau salah satu teman saya meninggal.
Ya, di usia saya yg belum genap 25 tahun, tercatat sudah 3 teman satu kelas saya yg meninggal. Memang, tak ada yg tau jatah hidup manusia di dunia ini.
Jadi, biarkan tetap misteri, karena memang tak dapat diungkap.
Saat mendapat kabar seseorang yg saya kenal meninggal, saya kadang berpikir Kelak, dengan cara seperti saya meninggal? Lalu meninggal saat mengerjakan apa? Seperti apa sakitnya mati? Apakah teman saya akan mengirim ucapan duka hasil copas dari chat atasnya di WhatsApp grup kelas?.
Entahlah~
Saya sempat menggandrungi lagu Kita Pasti Tua dari Fourtwnty, karena liriknya sungguh relate. Kita pasti tua, jadi keriput, lemah & beruban. Namun perlahan saya menyadari. Betul. Ternyata kita pun belum pasti akan tua. Bisa saja kita mati sebelum jadi tua. Kita tak pernah tau ada dimana garis finish hidup kita.
Dari kabar teman saya meninggal itu. Saya jadi lebih tergugah, untuk sering menyempatkan ngumpul bareng teman pas pulang kampung.Kenapa? Ya karena kami sudah sulit bertemu. Kami bukan lagi anak berseragam putih abu-abu yg masalah terbesarnya adalah PR matematika. Kami sudah sibuk menata hidup. Bisa ngumpul & tertawa bersama adalah sebuah kemewahan.
Saya tak harap ngumpul dalam keadaan bersedih karena mengantarkan teman ke peristirahatan terakhirnya.
******************************************************
Bagaimana pun, tak ada yg baik-baik saja dari perpisahan. Jadi, mau dipersiapkan sematang apapun, perpisahan tetaplah menyakitkan. Itu wajar, itu tanda kalau kita masih punya perasaan. Tinggal mau berapa lama kita memelihara rasa sakit itu, & kembali melanjutkan lukisan hidup milik kita.
Akhir kata, selamat jalan teman. Doa terbaik untukmu. Semoga saya lebih taat beribadah, supaya lebih sering ingat untuk mendoakanmu & teman kita yg lain.
Hari ini 14:16