• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Masyarakat Tetap Beli Mobil Meski Ada Monorel

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
OkXUJ.jpg


Kemacetan di Jakarta kian parah. Lantaran kian parah itu, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, segera membangun monorel sebagai sarana transportasi masal (Mass Rapid Transit/MRT). MRT itu dianggap sebagai solusi atas kemcaetan.

Tapi sejumlah kalangan mengingatkan bahwa solusi apapun akan kurang berguna jika pemerintah tidak mengatur produksi kendaraan. Jalan bisa saja dilebarkan, tapi jika mobil dan motor mengalir tak terkendali, kemacetan tetap saja terjadi.

Sebaiknya, para produsen mobil menilai bahwa penyebab kemacetan bukan karena produsen terus memproduksi mobil. Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawawan Danusasmita menyatakan bahwa kemacetan terjadi karena faktor keamanan pada transportasi massal. Keamanan tidak terjamin sehingga mereka memilih mobil.

"Ketimbang naik angkutan umum tapi tidak safety, nanti kecopetan, kehilangan, dan lain sebagainya, maka mereka masih pilih bawa mobil sendiri," ujar Johnny dalam perbincangan di Plaza Bapindo, Sudirman, Jakarta, Jumat 8 Februari 2012.

Meski MRT dan monorel dibangun, Johnny meyakini masyarakat tetap akan membeli mobil pribadi. "Mobil itu gengsi. Selama orang hidup punya gengsi, tidak mungkin tidak membeli," kata Johnny.

Apakah itu berarti pengadaan monorel bagi masyarakat tidak akan mempengaruhi penjualan mobil pribadi? Menurut Johnny, keberadaan transportasi masal memang akan mempengaruhi penjualan mobil, namun tidak dalam jangka panjang.

"Paling 1-2 bulan. Yang penting transportasi massal yang aman," kata Johnny. Menurut hitungan Johnny, tahun 2013 penjualan mobil hanya naik 5-10 persen

Johnny mencontohkan, di negara yang sudah lebih maju seperti Singapura dan Australia, masyarakatnya bisa dengan bijak menggunakan kendaraan pribadi dan kendaraan umum sebagai sarana transportasi sehari-hari.
"Mereka masih punya mobil, tapi tetap naik monorel. Jadi mobilnya diparkir di suatu tempat, terus melanjutkan dengan monorel," katanya.

Namun Johnny tidak memungkiri bahwa keberadaan sarana angkutan massal memang sangat diperlukan. Karena tidak semua masyarakat mampu membeli kendaraan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.