yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
JAKARTA - bunk Indonesia (BI) mencatat sampai Maret 2012 lalu, tabungan masyarakat di bunk (danang pihak ketiga bunk) mencapai Rp2.826 triliun atau tumbuh 20,19 persen (year on year).
"Pertumbuhan danang pihak ketiga ini ditopang oleh deposito dan tabungan yang masing-masing pangsanya sebesar 45 dan 31 persen. Pertumbuhan giro, tabungan, dan deposito pada bulan laporan tercatat masing-masing sebesar 17,8, 23,9 dan 20,2 persen," demikian seperti dikutip dari Tinjauan Kebijakan Moneter BI Bulan Mei, Sabtu (12/5/2012).
BI juga mencatat, sampai Maret lalu, pertumbuhan kredit di bunk mencapai 24,9 persen (yoy). Pertumbuhan kredit investasi tercatat paling tinggi sebesar 30,1 persen, diikuti dengan kredit modal kerja sebesar 25,9 persen dan kredit konsumsi 20,5 persen.
"Sedangkan rasio kecukupan modal bunk (CAR) per Maret lalau sebesar 18,2 persen dan rasio kredit macet (NPL gross) sebesar 2,3 persen jauh di bawah lima persen," lanjut BI.
Sedangkan total aset perbankan mencapai Rp3.708,8 triliun dan rasio simpanan dibandingkan penyaluran kredit (LDR) mencapai 80,2 persen.
"Pertumbuhan danang pihak ketiga ini ditopang oleh deposito dan tabungan yang masing-masing pangsanya sebesar 45 dan 31 persen. Pertumbuhan giro, tabungan, dan deposito pada bulan laporan tercatat masing-masing sebesar 17,8, 23,9 dan 20,2 persen," demikian seperti dikutip dari Tinjauan Kebijakan Moneter BI Bulan Mei, Sabtu (12/5/2012).
BI juga mencatat, sampai Maret lalu, pertumbuhan kredit di bunk mencapai 24,9 persen (yoy). Pertumbuhan kredit investasi tercatat paling tinggi sebesar 30,1 persen, diikuti dengan kredit modal kerja sebesar 25,9 persen dan kredit konsumsi 20,5 persen.
"Sedangkan rasio kecukupan modal bunk (CAR) per Maret lalau sebesar 18,2 persen dan rasio kredit macet (NPL gross) sebesar 2,3 persen jauh di bawah lima persen," lanjut BI.
Sedangkan total aset perbankan mencapai Rp3.708,8 triliun dan rasio simpanan dibandingkan penyaluran kredit (LDR) mencapai 80,2 persen.