• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Masyarakat Bukan Malas Membaca, Tapi Kurang Bahan Bacaan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Masyarakat Bukan Malas Membaca, Tapi Kurang Bahan Bacaan


Membaca adalah sebuah kegiatan yg dilakukan seseorang dalam rangka memahami isi & maksud dari penulis yg dituangkan dalam media cetak maupun media online. Tujuan membaca adalah untuk memahami maksud dari bacaan sehingga mendapatkan informasi yg bermanfaat.

Membaca sangat penting kaitannya dengan kehidupan masyarakat, dengan membaca seseorang akan memahami informasi yg ada dihadapannya sehingga dapat menambah wawasan yg luas. Berdasarkan survei oleh Program for International Student Assessment (PISA) yg di rilis oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, tingkat literasi masyarakat Indonesia adalah peringkat 62 dari 70 negara. Hal ini menunjukan bahwa literasi khususnya minat baca masyarakat Indonesia rendah, namun bernarkah demikian?

Masyarakat Indonesia Tidak Malas Membaca

Masyarakat Bukan Malas Membaca, Tapi Kurang Bahan Bacaan


Masyarakat Indonesia sebenarnya tidaklah malas membaca, melainkan kekurangan bahan bacaan. Berdasarkan data dari Perpusnas jumlah buku di Indonesia hanyalah sekitar 22 juta eksemplar. Dengan rincian di Jawa & Bali sebanyak 11 juta eksemplar, di Kalimantan sebanyak 2,05 juta eksempar, di Sumatera sebanyak 6,04 juta eksempar, di Sulawesi & Nusa Tenggara sebanyak 2,3 juta eksempar, sedangkan di Papua & Maluku sebanyak 709 ribu eksemplar.

Dengan jumlah buku yg cuma sekitar 22 juta eksemplar, maka apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yg berjumlah 270 juta, maka rasionya sangat rendah sekali. Rasio jumlah buku di Indonesia dengan jumlah penduduk Indonesia adalah sekitar 0,09. Berdasarkan data tersebut, maka 90 orang mengantri untuk membaca 1 buku setiap tahun. Padahal berdasarkan standar dari UNESCO, setiap orang idealnya memiliki 3 buku baru setiap tahun, sedangkan di Indonesia 1 buku ditunggu 90 orang setiap tahunnya, maka berdasarkan data tersebut bukanlah minat baca masyarakat yg rendah melainkan jumlah bahan bacaanlah yg sebenarnya rendah.

Hal tersebut juga diperkuat dengan adanya fasilitas berupa perpustakaan bergerak, perpustakaan bergerak adalah sekelompok warga yg sukarela menyediakan fasilitas untuk membaca & menyebarkannya di daerah daerah, khususnya daerah Terluar, Terdepan & Tertinggal (3T). Fasilitas berupa perpustakaan bergerak ini seolah olah mematahkan argumentasi yg mengatakan bahwa masyarakat Indonesia malas membaca, lantaran perpustakaan bergerak ini sering ramai akan serbuan warga yg sudah tak sabar harap membaca dikarenakan minimnya bahan bacaan di daerah mereka. Seperti dikutip dari Pegiat Literasi & Perpustakaan Bergerak Indonesia Nirwan A Arsuka di Jakarta, pada Selasa (20/2/2018), "Bukan rendah tetapi memang bukunya yg tidak ada. Realitas di lapangan begitu buku ada, minat baca anak muncul."

Oleh sebab itu bukanlah hal yg tepat untuk menghakimi bahwa minat membaca masyarakat Indonesia itu rendah, karena faktanya justru jumlah bahan bacaan seperti bukulah yg rendah. Seharusnya pemerintah daerah masing masing lebih memperhatikan permasalahan kurangnya jumlah bacaan, pemerintah daerah semestinya menulis buku buku yg sesuai dengan ciri & karakteristik lokal daerah, baik dari segi pariwisata, sumber daya alam & geografis. Hari ini 10:15
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.