• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Masturbasi Sebelum Penetrasi

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Banyak wanita yang lebih suka melakukan masturbasi hingga mencapai orgasme sebelum penetrasi. Mastrubasi bukan hanya suatu yang dilakukan untuk menikmati kepuasan sendiri. Bahkan banyak yang merasakan kenikmatan itu tersendiri bila melihat pasangannya melakukan mastrubasi. Mastrubasi dapat dimanfaatkan untuk menemukan cara bagaimana pasangan mengalami orgasme. Mastrubasi bersama pasangan dapat membuat Anda berdua menjadi lebih dekat bersama pasangan. Pria dan wanita perlu mempelajari bagaimana memperlakukan organ genital dengan sensitifitas dan kelembutan yang tinggi.

Beberapa pria lebih suka melakukan mastrubasi dengan posisi tubuh berbaring lurus dengan bagian bawah penis menyentuh tempat tidur, dan akan merasa lebih menikmati mastrubasi dengan menggunakan pelumas. Cairan Pre-ejakulasi adalah pelumas yang baik, meskipun persediaannya cukup terbatas. Lotion tangan juga dapat dimanfaatkan kerena mengandung minyak, namun, bukanlah merupakan pilihan yang baik, terutama jika melibatkan kondom. Gel berbahan dasar air merupakan bahan yang tepat karena memang diciptakan sebagai sarana penunjang aktivitas seksual dan tidak merusak kondom.

Mastrubasi merupakan kegiatan seksual alami. Metode pelepasan seksual yang sehat dan bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. Wanita yang bisa mencapai orgasme dengan melakukan mastrubasi akan lebih mudah mencapai orgasme saat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Pria yang bisa melakukan mastrubasi selama 10-20 menit tanpa berejakulasi dapat terhindar dari ejakulasi dini.

Menstimulasi organ genital pasangan juga disebut dengan mastrubasi. Bagian luar organ genital wanita disebut vulva. Rambut pubic tumbuh pada labia majora. Bagian dalam bibir luar vagina yang berwarna merah muda dan lembut disebut dengan labia minora. Bila Anda belum terlalu kenal dengan organ genital, pelajari dengan menggunakan cermin saat santai setelah mandi. Klitoris terletak di titik pertemuan labia minora. Seperti tombol merah jambu seukuran biji kacang yang sangat sensitif. Klitoris dilindungi semacam tudung yang akan bereaksi jika dilakukan rangsangan seksual. Di bawah klitoris adalah mulut urethra, jalan keluarnya urine. Di bawahnya lagi adalah mulut vagina.

Saat memulai mastrubasi, yakinkan bahwa Anda punya cukup banyak waktu sehingga tidak terganggu. Pilihlah lokasi yang tenang, pribadi dan hangat. Ada wanita yang memilih posisi tubuh terlentang saat melakukan mastrubasi, ada juga yang terlungkup, ada pula yang lebih suka melakukannya dengan posisi kaki terbuka, tertutup rapat atau bahkan terangkat di atas tubuh. Gunakan pelumas lalu lakukan stimulasi dengan lembut dengan tangan atau alat bantu lain. Variasikan gerakan yang naik-turun atau maju-mundur untuk mengetahui bagian mana yang paling menyenangkan distimulasi.

Ada wanita yang merasa klitoris terlalu sentitif untuk stimulasi langsung, maka Anda bisa memulainya dengan mengusap vulva lalu secara bertahap berpindah kedalam. Kembangkan fantasi untuk meningkatkan rangsangan, bersabarlah, namun, bila kenikmatan menghilang tanpa orgasme, maka hentikan saja. Jangan merasa kecewa, Anda bisa mengulanginya lagi lain kali karena proses ini membutuhkan waktu agar Anda benar-benar merasa reliks untuk melepaskan seluruh beban.

Bila mulai merasakan adanya tensi berkumpul di sekitar vagina dan terasa hangat, itu tandanya Anda sudah setengah jalan ke arah orgasme. Lanjutnya menstimulasi karena jika Anda berhenti maka sensasi tersebut akan menghilang dan sulit untuk mencapai kembali. Klitoris akan semakin sensitif selama proses, meskipun Anda melakukan stimulasi secara langsung atau tidak, kemudian terjadilah orgasme yang meledak seiring dengan gelombang kontraksi vagina. Banyak wanita yang suka melakukan kontak genital saat orgasme, baik dengan melanjutkan stimulasi.
 
bang preman ini kayanya punya pengalaman segudang neh...sering praktek yah?
 
hahahaha... :)
jadi menambah pengetahuan.... :P
 
Bagi kebanyakan laki-laki atau perempuan, melakukan masturbasi adalah sebuah perilaku yang normal. Ini adalah perilaku seksual pertama yang dilakukan oleh sebagian besar dari mereka.

Dari sisi kesehatan, melakukan masturbasi secara teratur ternyata bisa mendatangkan manfaat, khususnya bagi para laki-laki. Sebuah riset yang dipublikasikan New Scientist, menyebutkan bahwa laki-laki yang teratur melakukan masturbasi berisiko lebih kecil mengidap penyakit kanker prostat.

Menurut penjelasan para peneliti dari Cancer Council Victoria Melbourne Australia yang menggagas riset ini, seperti dilansir BBC News, senyawa kimia penyebab kanker (zat karsinogen) akan tertimbun dalam prostat jika laki-laki tidak melakukan ejakulasi atau mengeluarkan cairan sperma secara teratur.

Mereka juga menekankan, hubungan seks belum tentu akan memberikan efek perlindungan yang sama, karena ada kemungkinan terjadinya penularan atau infeksi penyakit seksual, yang justru dapat meningkatkan risiko terkena kanker.

Dalam risetnya, peneliti melibatkan sebanyak 1000 laki-laki yang mengidap kanker prostat serta 1250 laki-laki lainnya. Peneliti menemukan mereka yang sering melakukan ejakulasi antara usia 20 hingga 50 tercatat paling rendah kemungkinanya megalami kanker. Dampak atau efek proteksi terbesar menurut peneliti bisa didapat ketika laki-laki berusia 20-an.

Riset itu juga menyebutkan, laki-laki yang melakukan ejakulasi lebih dari lima kali seminggu mendapat penurunan risiko hingga sepertiga kali mengidap kanker prostat di masa usia lanjut. Riset sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa tingginya frekuensi hubungan seks di antara pasangan atau tingginya aktivitas seksual dapat meningkatkan risiko mengidap kanker prostat hingga 40 persen.

Namun begitu, peneliti Australia yang melakukan riset terbaru ini mengindikasikan bahwa penelitian sebelumnya tidak menganalisa dampak perlindungan dari aktivitas ejakulasi karena terlalu fokus pada hubungan seks yang berkaitan dengan risiko penyakit menular seksual.

Salah seorang peneliti, Graham Giles, mengindikasikan bahwa aktivitas ejakulasi dapat mencegah penimbunan zat karsinogen dalam kelenjar prostat. Prostat merupakan kelenjar yang menghasilkan cairan untuk semen ketika ejakulasi yang mengaktifkan sperma dan mencegah keduanya bercampur.

Cairan ini mengandung berbaga jenis zat yang mengandug potasium, seng, fruktosa dan asam sitrat dengan konsentrasi tinggi yang dialirkan dari pembuluh darah. Menurut Giles, dengan minimnya ejakulasi akan membuat zat-zat karsinogen ini menumpuk atau tertimbun dalam prostat.

“Ini merupakan hipotesa stagnasi prostatik. Semakin sering anda mengurasnya keluar, semakin sedikit zat karsinogen itu akan tertahan dan merusak sel-sel yang melapisi prostat,” terangnya
 
liat cewe...pengennya langsung martubasi ===> itu efek buruk nya... he he he
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.