• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mastitis di Payudara (Sebuah Pengalaman Pribadi)

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Mastitis di Payudara (Sebuah Pengalaman Pribadi)

(Mastitis di payudara)
Tidak ngomong jorok lho ya.

Beberapa waktu yg lalu saya mengalami sakit payudara yg lumayan menyiksa, disebelah kanan tepatnya. Dan ternyata ada benjolan yg lumayan besar, sebesar bola bekel. Dan benjolan itu terasa seperti membesar saat saya mengalami demam. Waktu itu masih menyusui, panik ya kan, jangan-jangan, jangan-jangan, pikiran sudah berkelana entah kemana.

Akhirnya periksa, tes lab, check darah, Rontgen dll. Dan ketemulah sama dokter spesialis bedah. Dokter bilang, kalau nanti itu benjolan (amit-amit jabang bayi) tumor maka akan dibedah, diambil, kemudian langsung ditutup ( dijahit rapet ). Tapi kalau bukan, maka akan dibedah, setelah itu dijahit tetapi tidak rapet(hanya dijahit pinggirnya saja).

"Kenapa begitu Dok??" Tanya saya kala itu.

"Iya, soalnya ada kemungkinan isinya cairan." Jelas dokternya.

"Oh, iya soalnya saya masih menyusui Dok, tetapi anak saya tidak mau menyusu yg sebelah kanan. Kalau minum susu dari payudara yg sebelah kanan, pasti langsung gumoh"

Dokternya manggut-manggut, mendengar penjelasan dari saya.

"Bisa jadi itu mastitis, nanti kita lihat."

Entah apa yg sedang ditulis dokter muda itu, beliau menulis sesuatu, kemudian memanggil suster asistennya. Suster itu membawa map yg baru saja dicoret-coret sang dokter keluar dari ruang pemeriksaan.

"Besok hari Selasa OP ya."
Saya yg awam dengan istilah medis, lumayan nggak ngerti juga maksudnya OP itu apa.

"Maksudnya Dok??"

"Hari selasa operasi, jam 2 siang. Nanti ibu puasa kurang lebih lima jam sebelum operasi." Waktu itu saya datang hari Jumat.

Kaget guys. Saya dua kali operasi Caesar biasa saja, tetapi giliran suruh operasi payudara saya langsung down.

Hari selasa tiba, ditemani adik laki-laki saya satu-satunya.
Kamana Mbak suaminya?? Tanya netizen julid. Suami saya momong anak saya yg masih kecil-kecil ya buibuk.

Ternyata kalau operasi payudara, kita dibius total,jadi dibikin pingsan, nggak kayak operasi lahiran yg cuma dibius setengah badan.

Selesai operasi, & saya sudah mulai sadar, dokter memberitahu bahwa benjolan itu adalah infeksi saluran ASI alias mastitis. Jadi asi tidak dapat keluar dengan lancar karena adanya penyumbatan. Asi yg tersumbat itu berkumpul, lama-kelamaan jadi nanah. Makanya anak saya sering gumoh kalau habis minum susu dari payudara yg sebelah kanan. Dan itu tidak baik untuk anak kita ya buibuk. Karena yg diminum nanah, bukan Asi( maaf dapat dikoreksi kalau salah).

Waktu itu saya operasi jam 2 siang, & jam 6 sore saya sudah pulang. Sebenarnya pengen rebahan dulu dua jam lagi gitu di RS, tetapi dapat kabar anak saya yg berusia 1,5 tahun nangis terus. Jadilah saya memutuskan untuk pulang cepat, walaupun kepala rasanya masih kliengan nggak karuan.

Besokannya, saya membuk perban difaskes dekat rumah saya. Dan apa yg terjadi pada payudara saya???. Ternyata dia benar-benar tidak dijahit rapet, benar bolong tengahnya, karena tengahnya disumpel kasa, supaya nanahnya itu meresap ke kasa. Pas kasanya ditarik keluar, oh my God rasanya nyeri-nyeri sedep. Bayangkan, kasa berukuran kurang lebih 15cm dimasukkan ke dalam payudara, & ditarik keluar dalam keadaan sadar ditengah luka yg menganga.
Nggak terlukiskan sakitnya.
Setalah dipencet-pencet payudaranya(untuk mengeluarkan nanah yg tersisa), perawat yg membersihkan kembali memasukkan kasa kering ke dalam payudara saya. (Jangan tanya sakitnya kayak apa guys) Seperti itu terus berulang, setiap dua hari sekali kasa diganti. Kurang lebih butuh waktu satu Minggu untuk membersihkan nanah dari payudara. Seminggu berikutnya untuk perawatan pemulihan luka yg tidak dijahit. Karena luka dibiarkan sembuh/kulit kembali merekat secara alami. Tentu saja dengan supervisi dari pihak kesehatan, karena walaupun dibiarkan sembuh secara alami, bagian yg berlubang itu juga harus diberi antibiotik atau obat luka sejenisnya.

Pertinyiinnyi, apakah yg pernah mengalami hal seperti itu (mastitis) dapat kambuh lagi???.

Karena setelah operasi itu (kira-kira tujuh bulan yg lalu) saya masih menyusui anak saya. Dan dokter menyarankan setelah operasi sebaiknya anak juga disusui dengan payudara yg sebelah kanan. Supaya ASI-nya dapat keluar dengan lancar. Tetapi anak saya terlanjur tidak mau.

Monggo dikomen,bagi yg paham atau pernah berpengalaman.
Hari ini 06:26
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.