• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Masterplan Tanggul Raksasa Rampung Bulan Depan

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
qbgfi.jpg

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mematangkan konsep pembangunan tanggul raksasa di pesisir utara
ibukota. Proyek ini bertujuan melindungi Jakarta dari terjangan gelombang tinggi air laut maupun ancaman tsunami.

Pada 11 Desember mendatang, perwakilan Pemprov DKI akan berangkat ke Rotterdam, Belanda, guna membahas kelanjutan proyek tersebut.

Kerjasama dengan Belanda itu telah berlangsung sejak 7 Februari lalu. Perjanjian ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Fauzi Bowo, dan Wali Kota Rotterdam, Ahmed Aboutaleb.

Untuk jangka pendek, kerjasama difokuskan pada pemeliharaan serta meningkatkan sumber daya manusia dalam pengelolaan sungai di Jakarta.

Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Tarjuki, mengatakan proses lelang masterplan digarap di Belanda dan ditargetkan rampung pada Desember mendatang.
"Hal yang sama juga dilakukan Pemprov DKI. Kami lebih kepada sosialisasinya sedangkan Rotterdam lebih kepada unsur teknis," kata Tarjuki, Jumat 30 November 2012.

Menurutnya pembangunan tanggul raksasa membutuhkan waktu lama. Dia memprediksi 10 tahun ke depan baru menyelesaikan tahapan lelang. Sedangkan bangunan fisiknya baru selesai 15 tahun ke depan.

Permukaan Turun
Tarjuki yakin pembangunan tanggul raksasa mutlak diperlukan bagi Ibukota. Penurunan muka tanah di Jakarta saat ini sudah kritis, yakni antara 10-20 sentimeter setiap tahun. Selain itu, hampir 40 persen daratan di DKI Jakarta juga sudah berada di bawah permukaan air laut.

Untuk mencegah penurunan permukaan tanah yang berkelanjutan, Pemprov DKI harus memperketat pengawasan penggunaan tanah, di samping memberikan cadangan air bersih yang tercukupi hingga 2050. "Penggunaan air tanah secara berlebihan juga memicu penurunan permukaan tanah," ucapnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.