yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Perselisihan warga RW 1, Kelurahan Ranca Numpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, dengan karyawan PT Adhi Karya, selaku pengembang Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage, berbuntut panjang.
Beberapa saat setelah karyawan bernama Solihin menikam Ketua RW 01 dan seorang warga, Senin 9 Juli petang, sekira 100 orang langsung menyerbu SUS Gedebage.
“Berita penusukan korban oleh pelaku menyebar dengan cepat. Hingga akhirnya warga menyerang ke sini,” jelas Kapolsekta Gedebage, Kompol Darwan.
Dia menuturkan, lebih dari 100 warga yang datang menggunakan sepeda motor melempari mess karyawan dengan batu. Selain merusak fasilitas, warga juga melakukan sweeping mencari Solihin. Penyerangan tersebut membuat pekerja proyek kocar-kacir meninggalkan SUS Gedebage.
“Mereka sempat dibubarkan oleh kami, tapi pukul 21.00 WIB, warga dan keluarga korban datang lagi, tapi tidak merusak,” sambung Darwan.
Kedatangan warga untuk kali kedua itu bertujuan untuk mendesak kepolisian segera menangkap pelaku yang langsung kabur usai penusukan.
“Siapa yang bisa menjamin pelaku bisa ditangkap? Kami minta pekerjaan dihentikan,” tegas seorang perwakilan warga saat berdialog dengan Kompol Darwan.
“Kami minta dihadirkan orang PT Adhi Karya. Jika sampai besok (hari ini) tidak ada pertemuan, kami akan datang lagi dan menghentikan pembangunan,” timpal seorang warga lainnya.
Akhirnya, setelah pihak kepolisian berjanji akan memfasiitasi pertemuan, warga membubarkan diri sekira pukul 22.00 WIB. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, puluhan petugas gabungan dari Polsekta Gedebage, Polsekta Cinambo, Polsekta Panyileukan, dan Dalmas Polrestabes Bandung, berjaga di sekitar proyek SUS Gedebage.
Beberapa saat setelah karyawan bernama Solihin menikam Ketua RW 01 dan seorang warga, Senin 9 Juli petang, sekira 100 orang langsung menyerbu SUS Gedebage.
“Berita penusukan korban oleh pelaku menyebar dengan cepat. Hingga akhirnya warga menyerang ke sini,” jelas Kapolsekta Gedebage, Kompol Darwan.
Dia menuturkan, lebih dari 100 warga yang datang menggunakan sepeda motor melempari mess karyawan dengan batu. Selain merusak fasilitas, warga juga melakukan sweeping mencari Solihin. Penyerangan tersebut membuat pekerja proyek kocar-kacir meninggalkan SUS Gedebage.
“Mereka sempat dibubarkan oleh kami, tapi pukul 21.00 WIB, warga dan keluarga korban datang lagi, tapi tidak merusak,” sambung Darwan.
Kedatangan warga untuk kali kedua itu bertujuan untuk mendesak kepolisian segera menangkap pelaku yang langsung kabur usai penusukan.
“Siapa yang bisa menjamin pelaku bisa ditangkap? Kami minta pekerjaan dihentikan,” tegas seorang perwakilan warga saat berdialog dengan Kompol Darwan.
“Kami minta dihadirkan orang PT Adhi Karya. Jika sampai besok (hari ini) tidak ada pertemuan, kami akan datang lagi dan menghentikan pembangunan,” timpal seorang warga lainnya.
Akhirnya, setelah pihak kepolisian berjanji akan memfasiitasi pertemuan, warga membubarkan diri sekira pukul 22.00 WIB. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, puluhan petugas gabungan dari Polsekta Gedebage, Polsekta Cinambo, Polsekta Panyileukan, dan Dalmas Polrestabes Bandung, berjaga di sekitar proyek SUS Gedebage.