yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
SOLO - Massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo, Jawa Tengah, sontak kegembiraan saat mengetahui bila calon gubernur yang diusung partai berlambang banteng dalam lingkaran putih tersebut dipastikan keluar sebagai pemenang pada putaran pertama Pemilukada DKI Jakarta.
Layaknya menyaksikan pertandingan sepakbola, para kader tersebut bersorak kegembiraan saat melihat perolehan suara sementara membawa pasangan nomer urut tiga,Jokowi-Ahok melaju cepat mengungguli kandidat. Bahkan,para kader yang sudah sejak pukul 13.00 WIB selalu mencari tayangan televisi yang menyiarkan hasil perhitungan suara.
Teriakan kegembiraan para kader PDIP begitu menggema,saat seluruh televisi hingga sore ini menampilkan hasil sama, perolehan suara Jokowi lebih dari 40 persen suara dan suara yang belum masuk tinggal kurang dari 10 persen, diatas incumbent, pasangan Foke-Nara.
Menurut para kader,kemenangan Jokowi pada putaran pertama sebagai modal berharga bagi keduannya pada putaran kedua. Selain itu, kemenangan Jokowi pada putaran pertama, menunjukan bila warga Jakarta memang cerdas dalam memilih siapa yang memang layak memimpin Jakarta, lima tahun mendatang.
"Ini putaran pertama Jokowi-Ahok adalah kemenangan rakyat yang semakin pintar. Warga Jakarta sangat cerdas dalam memilih. warga Jakarta tidak apatis dengan menyerahkan suaranya begitu saja kepada incumbent. Di putaran kedua, kami optimis melangkah memenangi Pemilukada Jakarta," jelas Sekretaris DPC PDIP Kota Surakarta, Teguh Prakoso, Rabu (11/7/2012).
Dukungan menggebu untuk Jokowi bisa dimaklumi. Selain masih menjabat sebagai Walikota Solo,Jokowi juga merupakan kader asli PDIP yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.
Sehingga, Jokowi yang dianggap kader asli PDIP bisa memenangi pemilukada. Mengingat pada Pilkada periode pertama lalu, Foke maju didukung oleh PDIP. Sebelum akhirnya incumbent tersebut menyebrang ke Partai Demokrat.
Layaknya menyaksikan pertandingan sepakbola, para kader tersebut bersorak kegembiraan saat melihat perolehan suara sementara membawa pasangan nomer urut tiga,Jokowi-Ahok melaju cepat mengungguli kandidat. Bahkan,para kader yang sudah sejak pukul 13.00 WIB selalu mencari tayangan televisi yang menyiarkan hasil perhitungan suara.
Teriakan kegembiraan para kader PDIP begitu menggema,saat seluruh televisi hingga sore ini menampilkan hasil sama, perolehan suara Jokowi lebih dari 40 persen suara dan suara yang belum masuk tinggal kurang dari 10 persen, diatas incumbent, pasangan Foke-Nara.
Menurut para kader,kemenangan Jokowi pada putaran pertama sebagai modal berharga bagi keduannya pada putaran kedua. Selain itu, kemenangan Jokowi pada putaran pertama, menunjukan bila warga Jakarta memang cerdas dalam memilih siapa yang memang layak memimpin Jakarta, lima tahun mendatang.
"Ini putaran pertama Jokowi-Ahok adalah kemenangan rakyat yang semakin pintar. Warga Jakarta sangat cerdas dalam memilih. warga Jakarta tidak apatis dengan menyerahkan suaranya begitu saja kepada incumbent. Di putaran kedua, kami optimis melangkah memenangi Pemilukada Jakarta," jelas Sekretaris DPC PDIP Kota Surakarta, Teguh Prakoso, Rabu (11/7/2012).
Dukungan menggebu untuk Jokowi bisa dimaklumi. Selain masih menjabat sebagai Walikota Solo,Jokowi juga merupakan kader asli PDIP yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.
Sehingga, Jokowi yang dianggap kader asli PDIP bisa memenangi pemilukada. Mengingat pada Pilkada periode pertama lalu, Foke maju didukung oleh PDIP. Sebelum akhirnya incumbent tersebut menyebrang ke Partai Demokrat.
