• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Masokisme Musiman di Indonesia

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Masokisme adalah keadaan dimana seseorang merasakan kepuasan setelah merasa tersakiti. Pembahasan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan masokisme sehari-hari. Disini kita akan membicarakan perbuatan menyusahkan diri sendiri yg sering dilakukan di Indonesia.

Perbuatan seperti ini bukan hal yg sering dilakukan, tetapi ada masanya banyak orang-orang maso yg mengerjakannya dengan sengaja. Kejadian musiman yg bagi kita kelihatannya meyusahkan diri sendiri, tetapi bagi mereka merupakan sebuah jalan untuk mencapai kepuasan.

Perbuatan apa sajakah itu...?

Spoiler for Mudik Lebaran:
Masokisme Musiman di Indonesia


Hari-hari menjelang lebaran sering dijadikan hari libur panjang. Alasannya adalah cuti bersama untuk menyambut lebaran. Karena libur panjang, banyak perantau yg berbondong-bondong untuk pulang kampung. Istilah mudik sendiri berasal dari bahasa Sunda, mudik itu artinya Mulang ka Udik.

Para perantau yg merindukan kampungnya berbondong-bondong pergi meninggalkan kota. Karena jumlahnya terlalu banyak, maka menimbulkan banyak kemacetan dimana-mana. Sudah dekat dengan hari lebaran, namun lebar jalan tidak dapat menampung para perantau itu.

Alasannya, karena terlalu banyak perantau yg lebih memilih untuk pulang mengpakai kendaraan pribadi dibanding kendaraan umum. Perjalanan panjang itu pun dipenuhi oleh penderitaan. Tetapi, ketika sudah tiba di kampung, muncullah kenangan-kenangan indah. Para perantau itu mengalami adegan yg sangat mengharukan dalam kehidupannya.

Spoiler for Begadang di Warnet:
Masokisme Musiman di Indonesia


Sebagian mantan anak warnet pasti pernah mengalami peristiwa ini. Ketika ada MMORPG terbaru, pokoknya yg baru beredar, tidak segan-segan untuk begadang di warnet. Orang-orang ini membayar paket malam atau paket 24 jam demi jadi orang perdana yg mencapai level tertinggi.

Tujuannya tentu saja demi gengsi. Adapula yg menganggapnya sebagai investasi jangka pendek. Karena menurut anak warnet itu, dia dapat jual mata uang, barang, & ID Game online kepada orang kaya. Lumayanlah, balik modal beserta keuntungannya. Sesudah itu, mengulangi lagi ketika ada MMORPG yg lebih baru. Dan itu pun nyaris tidak ada ujungnya.

Di sisi lain, adapula orang-orang yg memang dibayar untuk jadi joki game online di warnet.Kalau hingga ID game tersebut kena blokir oleh penerbit karena pelanggaran, ya sudah, pasrah saja. Kita akan sangat mudah menemukan orang-orang seperti ini di warnet kumuh. Muka-muka madesu yg menatap layar terpaku, sambil online.


Spoiler for Menonton Konser Dangdut:
Masokisme Musiman di Indonesia


Konser Dangdut yg sering kita saksikan di layar kaca sering penuh dengan penonton. Saking penuhnya, ada lautan manusia di lapangan tempat konser itu diselenggarakan. Disana juga seringkali ada siraman hujan buatan yg berasal dari meriam air. Konon katanya, siraman itu berguna untuk mendharapkan suasana supaya tidak terjadi kerusuhan.

Para penonton bergoyang mengikuti irama, seringkali ada yg bersenggolan, & itu merupakan hal yg biasa terjadi di depan panggung. Penonton yg berdesak-desakan memang terlihat seperti sedang menderita. Ketika acara selesai, para penonton merasakan kepuasan yg tidak terkira.


Spoiler for Merokok di Pos Ronda:
Masokisme Musiman di Indonesia


Masokisme ini banyak dilakukan para warga yg suka merokok. Perbuatan maso seperti ini seringkali terjadi ketika sedang terjadi musim maling di sebuah perumahan. Desas-desus musim maling dapat menyebar antar RT-RW, sehingga para ketua sepakat untuk lebih sering mengadakan ronda malam.

Ketika sudah larut malam, rasa jenuh mulai terasa. Acara TV mulai membosankan. Untuk mengisi waktu luang, para warga yg kebagian jaga malam mencari hiburan lain. Contohnya main kartu atau main catur. Adapula yg minum-minum sambil merokok.

Katanya, minum kopi sambil merokok itu rasanya enak. Para warga yg suka merokok juga menjalin silaturahmi dengan cara saling mencicipi rokok dari merk yg berbeda-beda. Akan tetapi, merokok dapat merugikan kesehatan. Perokok dapat merasakan penderitaan panjang karena kebiasaan buruknya itu. Beruntung kalau sudah sembuh & berhenti merokok. Pasti lega rasanya...


Spoiler for Arus Balik Lebaran:
Masokisme Musiman di Indonesia


Arus balik Lebaran adalah kebalikan dari mudik lebaran. Para perantau yg pulang ke kampung akan kembali datang ke kota untuk kembali bekerja. Masokisme ini sering terjadi ketika libur lebaran akan habis masanya. Kembali merasakan kemacetan di perjalanan ke kota.

Setibanya di kota, mereka merasa lega karena sudah hingga. Tetapi, di kota bukan untuk santai, mereka harus bekerja kembali. Pulang beberapa hari di kampung cuma terasa seperti kesenangan sekejap mata. Sialnya, beberapa perantau malah mengajak tetangga & sanak saudara untuk ikut merantau bersamanya. Hal ini malah menciptakan kota semakin terasa sempit.

Mengapa mereka yg sudah mendapatkan banyak uang di kota tidak membuka usaha di kampungnya? Kalau mau membuka usaha di kampung dengna modal yg ditabung selama di kota, maka tidak akan ada banyak arus balik Lebaran.


Demikianlah pembahasan tentang masokisme musiman di Indonesia. Kira-kira, masokisme apa saja yg pernah dilakukan oleh para pembaca?

Rinka
Hari ini 12:53
Polling
0 Suara
Masokisme manakah yg paling banyak pelakunya?
Mudik Lebaran
Begadang di Warnet
Menonton konser Dang-Dut
Merokok di Pos Ronda
Arus Balik Lebaran
Pilih
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.