hendladi
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 113568
- Sejak
- 15 Jan 2011
- Pesan
- 685
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
MENTAWAI, KOMPAS.com - Puluhan siswa beberapa sekolah di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, masih memakai tenda darurat untuk proses belajar dan mengajar.
Siswa SD 31 Bulasat, misalnya, masih belajar di dalam tenda darurat yang kondisinya kini dalam keadaan bocor. Herlin, salah seorang guru SD 31 Filial Bulasat mengatakan, kondisi tersebut sangat mempengaruhi proses belajar dang mengajar siswa.
"Tingkat keseriusan siswa berkurang ketika belajar dalam tenda darurat, mereka merasa kepanasan berada di dalamnya," kata Herlin.
Dia menambahkan, gedung sekolah tersebut luluh lantak dihantam gelombang tsunami yang mencapai enam meter. Masyarakat bergotong royong untuk mendirikan tenda darurat agar anaknya bisa kembali belajar.
"Sejak kejadian hingga pelaksaan ujian, proses belajar mengajar kami lakukan di tenda. Gedung sekolah masih hancur akibat tsunami," katanya.
Hal senada juga dikatakan Rebelik, seorang guru SD lainnya. Dia mengatakan, akibat gedung sekolah yang hancur dihantam tsunami, proses belajar mengajar pakai tenda darurat.
"Sementara itu kondisi tenda sekolah sudah bocor sana-sini, para siswa belajar hanya beralaskan tikar," katanya.
Menurutnya, orang tua siswa telah membuat bangku-bangku untuk anaknya belajar. Mereka tidak menginginkan anak-anaknya belajar tanpa kursi.
"Kursi merupakan sebagai meja bagi siswa untuk belajar, mereka terpaksa belajar membungkuk, kondisinya sudah seperti ini, mau apalagi," katanya.