• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Masalah Yang Harus Dihadapi Merk Asli Di Pasar China

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Masalah yg Harus Dihadapi Merek Asli di Pasar Tiongkok

23 Nov
2021

Merek dari seluruh dunia harap menjual produk mereka di Tiongkok. Bagaimanapun, negara itu adalah rumah bagi pasar 1,4 miliar yg kuat, populasi yg tidak dapat ditandingi oleh negara lain manapun. Tapi ada satu masalah yg harus para pemimpin bisnis dari Steve Jobs hingga Elon Musk hadapi sebagai ganti akses pasar itu.

Banyak merek akbar terseret ke dalam sengketa hukum selama bertahun-tahun untuk melindungi merek dagang mereka. Dan untuk memperburuk keadaan, sistem pengadilan Tiongkok tidak sering berpihak pada merek yg sudah berdiri. Terkadang, merek asli bahkan dipaksa untuk meminta maaf, & membayar jutaan dolar sebagai kompensasi kepada peniru mereka.

Itu semua dimungkinkan oleh praktik yg diketahui sebagai "trademark squatting." Itu adalah teknik yg sering dipakai oleh perusahaan Tiongkok. Pertama, mereka mendaftarkan merek dagang untuk merek asing yg terkenal, lalu duduk di atasnya. Dengan begitu, "ketika merek asli memasuki pasar Tiongkok, mereka kemudian dapat menuntut pemiliknya & meminta uang."

Praktik ini bertahan karena kebijakan di bawah undang-undang merek dagang negara tersebut, yg mengikuti prinsip "pertama mengajukan, perdana dilayani". Artinya, siapa pun yg mendaftarkan merek dagang terlebih dahulu, akan mendapatkannya.

Dalam laporan spesifik ini, kita melihat 7 perusahaan yg terperangkap dalam jebakan.
Nomor 1, Apple. erusahaan publik kedua yg paling berharga di dunia ini adalah salah satu korban terbesar dari hukum merek dagang Tiongkok.

Semuanya dimulai ketika Apple perdana kali berencana untuk memperkenalkan produk andalannya, iphone, ke pasar Tiongkok. Perusahaan itu segera menemukan dirinya dalam pertempuran hukum atas merek dagang, karena "i-phone" sudah terdaftar ke pembuat elektronik Tiongkok. Nasib yg sama kemudian menimpa produk bintangnya yg lain, iPad.

Pertarungan hukum Apple di Tiongkok berlanjut hingga hari ini. Saat ini, perusahaan itu sedang dituntut lebih dari satu miliar dollar dalam kerusakan oleh sebuah perusahaan teknologi. Kasus ini menandai pembayaran paling mahal yg pernah diminta oleh perusahaan Tiongkok, dari perusahaan asing atas paten. Perusahaan itu, Shanghai Zhizhen, menuduh bahwa teknologi pengenalan suara Apple, Siri, melanggar patennya.

Di atas semua sengketa ini, Apple harus mengatasi maraknya produk palsu yg diproduksi di negara tersebut.(NTDTV)





Orang paok akan ngomong... "hebat yah dapat bikin tiruan..bla bla bla bla"

"anti China tetapi make barang China"

Fyi... Indonesia memiliki 278 juta penduduk. Yang untung siapa???
Apakah produk produk kW ini menghasilkan duit seperti YouTube, Instagram, Facebook & Twitter??

Ganti hp tetep dapat ngasilin duit..tapi klo ganti aplikasi sulit nyari duit ....

#BUKAN KADRUN ... Hari ini 08:23
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.