• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Masalah Anak di Amerika?

belajarpintar

IndoForum Newbie F
No. Urut
98414
Sejak
31 Mei 2010
Pesan
2
Nilai reaksi
0
Poin
1
Saat menyimak acara di sebuah stasiun televisi tentang kasus yang membuat kita tercengah pada anak-anak yang terjadi di Amerika. Anak-anak di Amerika mencoba melakukan percobaan mengakhiri hidup karena tidak kuat menghadapi tekanan intimidasi dari teman-teman seusianya. Karena ketidakuatan mental inilah, yang akhirnya terjadi peristiwa yang mungkin bagi kita tidak umum. Apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi ?

Saat di lingkungan sekolah dimana anak-anak sering berinteraksi dengan teman sebayanya, mereka mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan. Memberikan ejekan-ejekan yang semestinya tidak patut untuk diberikan kepada anak-anak. Karena beberapa kumpulan teman akhirnya mengejek satu teman, entah karena status ekonominya, penampilannya, atau ejekan-ejekan lain yang mungkin lebih buruk. Salah satu yang paling buruk adalah ketika anak di ejek bahwa anak tersebut mempunyai permasalahan punya kecenderungan suka sama sejenis. Entah karena lingkungan atau apa sehingga bisa terjadi sedemikian rupa anak mampu mengungkapkan permasalahan orang dewasa. Sebagai akibatnya muncul kecenderungan-kecenderungan negatif yang terjadi pada anak. Anak mulai menerjemahkan konsep dirinya bahwa dia tidak pantas di lingkungannya dan ditolak karena sering mendapatkan intimidasi.

Bagaimana solusi untuk mengatasi masalah anak dalam dialog acara tersebut? Beberapa psikolog yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan bahwa anak harus diberi pelajaran bagaimana untuk membela hak-hak yang semestinya dimiliki. Anak diajarkan untuk membela diri bahwa pada dirinya tidak terjadi demikian, sebagaimana yang diutarakan oleh teman-temannya. Ada hak-hak pribadi manusia yang tidak boleh dilanggar atau dijadikan sebagai bahan untuk intimidasi apapun bentuknya. Dan tentu saja seorang anak sebagai dirinya pribadi jika mengalami kondisi demikian tidak mudah untuk bertahan. Malah kadang yang terjadi anak yang mengintimidasi ketika dilawan oleh anak yang dijadikan sasaran, dia akan semakin kukuh dan tidak mau kalah. Disinilah pentingnya peranan lingkungan pada anak yang diintimidasi tersebut. Lingkungan anak sekitar harus mencoba untuk membela anak yang terintimidasi, dan memberikan dukungan bahwa hal tersebut tidak benar.Anak biar tidak menjadi korban intimidasi diajarkan bahwa ada hak2 pribadi masnusia yang tidak boleh dilanggar. Apabila dilanggar maka diajarkan untuk membela diri. Tapi terlepas dari itu semua lingkungan sangat berperan untuk meminimalisir terjadinya intimidasi.

Anak yang mengintimindasi teman2nya tidak bisa menerima nasehat dari orang lain. Anak itu harus dilawan dengan kekuasaan, ada pihak-pihak lain yang harus menolong agar anak tersebut tidak berbuat seperti itu lagi

Kata-kata orang dewasa atau nasehat dari orang tua untuk mengabaikan anak-anak yang mendapatkan perlakuan intimidasi dianggap sebagai sebuah penyelesaian yang baik. Karena akan membawa keputusasaan dan akan menyebabkan peristiwa yang tidak inginkan. Dan apabila terjadi permasalah intimidasi terhadap anak, diharapkan penyelesaiannya dapat dilakukan secara cepat oleh keluarga, sekolah, dan tentunya lingkungan. Kata-kata dari teman anak, menurut mereka lebih menyakitkan daripada hanya dipukul secara fisik. Tentang bagaimana untuk membuat anak berani perlu dilakukan sebuah latihan untuk membela, dengan kekuatan hati, mata dan mungkin dengan kata-kata.

Sebuah analisa

Amerika sebuah negara yang maju dan tentunya dengan segudang permasalahan. Pemberian pendidikan mental, latar belakang untuk ditanamkan pada anak mungkin kurang. Satu sisi jika anak diajarkan untuk memberikan pembelaan ada benarnya juga, namun satu sisi juga tidak bagus untuk perkembangan mental anak. Yang menimbulkan perasaan dengan menang dengan mengalahkan orang lain. Disinilah peranan orang tua, guru, dan tentu lingkungan untuk lebih mengawasi pendidikan anak. Yang tentunya kita tidak hanya mengawasi bagaimana prestasi di setiap mata pelajaran, namun juga pendidikan moral yang tentunya juga mempunyai peranan yang penting.

Bagaimana pendapat Anda?

belajarpintar.com
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.