• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Masak KPK Tak Tahu Nunun di Mana

AleXandria

IndoForum Newbie C
No. Urut
107327
Sejak
21 Okt 2010
Pesan
164
Nilai reaksi
2
Poin
18
1735362p.jpg


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengaku heran kenapa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memiliki kewenangan besar tak mampu mengungkap keberadaan Nunun Nurbaeti, saksi kunci kasus dugaan suap cek pelawat dalam pemilihan Deputi Senior Gubernur bunk Indonesia pada tahun 2004.

"Kekuasaan KPK itu besar sekali. Percakapan kita saja bisa didengar. Agak aneh kalau si Suto, si Suno enggak tahu ada di mana. Itu agak tidak masuk akal," tegasnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (8/2/2011).

Sebelumnya, KPK mengaku tidak mengetahui keberadaan Nunun sehingga KPK tidak bisa mengirim tim dokter guna memeriksa kondisi Nunun yang disebut mengalami gangguan ingatan. Suami Nunun, Adang Daradjatun, enggan mengungkap keberadaan Nunun kepada publik, namun bersedia bekerjasama dengan KPK. Wakil Ketua KPK Haryono Umar mengatakan, KPK belum ada rencana memanggil Adang.

Seharusnya, lanjut politisi Golkar ini, dengan kewenangan yang besar KPK tidak tebang pilih dalam mengungkap suatu kasus. Priyo mengaku kecewa ketika KPK menangkap sejumlah mantan anggota dewan yang terlibat dalam kasus ini tapi sangat lambat untuk mengungkap siapa pemberi suapnya.

Menurutnya, Nunun menjadi kunci jawaban untuk mengungkap siapa pemberi suap. "Yang mengecewakan kita adalah terjadi ketidakadilan karena sumber suap sampai hari ini tidak jelas. KPK telah menggunakan kewenangan yang besar untuk menangkap orang tapi di sisi lain menimbulkan ketidakadilan ketika pemberi suapnya tidak diungkap oleh KPK," katanya.

Priyo menilai KPK juga belum menjawab pertanyaan publik dalam dua kasus besar lainnya, yaitu kasus Century dan kasus Gayus Tambunan. Kedua kasus ini dinilai justru semakin tidak jelas juntrungannya setelah diambil alih oleh KPK.

"Soal Gayus. KPK sudah over kewenangan, tapi nyatanya kami terperanjat mendengarkan pernyataan Menkeu (Menteri Keuangan) bahwa sampai sekarang mereka belum dimintai data-data oleh KPK mengenai 151 perusahaan yang terkait Gayus. Ini berita yang sangat memukul kita bersama," katanya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.