Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Saat kehilangan menciptakanmu dalam titik terendah
Kehilangan adalah satu mengatakan yg jadi momok untuk semua orang. Siapa yg harap kehilangan, tentu tidak ada satu orang pun yg harap kehilangan. Hilang uang beberapa rupiah saja sudah kepikiran, apalagi kehilangan sesuatu yg kita sayang.
Ane pernah merasakan kehilangan. Sebuah kehilangan yg paling menyakitkan. Seseorang yg jadi satu-satunya tumpuan hidup ane. Orang yg memiliki tempat teristimewa di dalam hati. Ayah dari anak-anak ane. Beliau hilang & tersesat untuk beberapa waktu lamanya. Jangan ditanya rasanya, sakit seperti ditusuk ribuan belati. Perih bagai disayat ratusan silet. Masa di mana ane berada di dalam titik terendah di dalam hidup.
Langit seolah runtuh saat itu. Waktu terasa melambat & panjang. Hingga setiap sayatan terasa begitu perih & menyiksa. Hingga sesuap nasi pun susah untuk di telan. Semua terasa pahit & menyakitkan.
Benarlah kalau sakit hati dapat membunuhmu. Hampir tiga bulan ane belum dapat menerima kenyataan bahwa ane sudah kehilangan orang yg paling ane sayang. Tubuh ane makin kurus & cuma berbalut tulang. Berat badan turun hingga lima belas kilo.
Ane sempat putus asa, sempat menyalahkan takdir. Sempat merutuki pertemuan kami hingga berjodoh & akhirnya tersakiti.
Hati ane hancur, apalagi saat dia benar-benar menjauh & harap berpisah. Hidup & masa depan bersama ketiga anak ane seperti di tepi jurang.
Itulah manusia saat rasa memiliki bersemayam di hati. Sakit hati & tidak terima ketika kehilangan.
Ane lupa, bahwa semua yg kita miliki adalah milik-Nya. Semua cuma titipan yg sewaktu-waktu dapat diambil atau dialihkan oleh Sang Empunya.
Ane sadar bahwa semua milik Allah & cuma Dia yg dapat menghapuskan luka ini. Ane mulai mendekati Sang Pencipta & memohon supaya dia yg hilang segera kembali.
Setelah melalui semua rasa sakit & kecewa. Melewati hari dengan ribuan tetes air mata. Akhirnya Allah mendengar do'a ane.
DIA membawa kembali ayah dari ketiga anak ane kembali seutuhnya. Berkumpul & bersama kembali.
Kehilangan mengajarkan arti sabar. Kehilangan mengingatkan untuk kembali bertawakkal. Membuat lebih dekat dengan Sang Khalik.
Ada hikmah di balik ujian. Akan datang pelangi setelah badai. Yakinlah Allah tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya.
Sekian & Terima kasih
Sumber: oponi pribadi
Pic : dokpri Hari ini 12:46
Kehilangan adalah satu mengatakan yg jadi momok untuk semua orang. Siapa yg harap kehilangan, tentu tidak ada satu orang pun yg harap kehilangan. Hilang uang beberapa rupiah saja sudah kepikiran, apalagi kehilangan sesuatu yg kita sayang.
Ane pernah merasakan kehilangan. Sebuah kehilangan yg paling menyakitkan. Seseorang yg jadi satu-satunya tumpuan hidup ane. Orang yg memiliki tempat teristimewa di dalam hati. Ayah dari anak-anak ane. Beliau hilang & tersesat untuk beberapa waktu lamanya. Jangan ditanya rasanya, sakit seperti ditusuk ribuan belati. Perih bagai disayat ratusan silet. Masa di mana ane berada di dalam titik terendah di dalam hidup.
Langit seolah runtuh saat itu. Waktu terasa melambat & panjang. Hingga setiap sayatan terasa begitu perih & menyiksa. Hingga sesuap nasi pun susah untuk di telan. Semua terasa pahit & menyakitkan.
Benarlah kalau sakit hati dapat membunuhmu. Hampir tiga bulan ane belum dapat menerima kenyataan bahwa ane sudah kehilangan orang yg paling ane sayang. Tubuh ane makin kurus & cuma berbalut tulang. Berat badan turun hingga lima belas kilo.
Ane sempat putus asa, sempat menyalahkan takdir. Sempat merutuki pertemuan kami hingga berjodoh & akhirnya tersakiti.
Hati ane hancur, apalagi saat dia benar-benar menjauh & harap berpisah. Hidup & masa depan bersama ketiga anak ane seperti di tepi jurang.
Itulah manusia saat rasa memiliki bersemayam di hati. Sakit hati & tidak terima ketika kehilangan.
Ane lupa, bahwa semua yg kita miliki adalah milik-Nya. Semua cuma titipan yg sewaktu-waktu dapat diambil atau dialihkan oleh Sang Empunya.
Ane sadar bahwa semua milik Allah & cuma Dia yg dapat menghapuskan luka ini. Ane mulai mendekati Sang Pencipta & memohon supaya dia yg hilang segera kembali.
Setelah melalui semua rasa sakit & kecewa. Melewati hari dengan ribuan tetes air mata. Akhirnya Allah mendengar do'a ane.
DIA membawa kembali ayah dari ketiga anak ane kembali seutuhnya. Berkumpul & bersama kembali.
Kehilangan mengajarkan arti sabar. Kehilangan mengingatkan untuk kembali bertawakkal. Membuat lebih dekat dengan Sang Khalik.
Ada hikmah di balik ujian. Akan datang pelangi setelah badai. Yakinlah Allah tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya.
Sekian & Terima kasih
Sumber: oponi pribadi
Pic : dokpri Hari ini 12:46