Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Walaupun kedua orang tuaku tidak pernah lagi membicarakannya, tetapi saya sama sekali masih belum dapat melupakannya. Peristiwa itu bukanlah sebuah kenangan buruk yg akan saya coba untuk lupakan karena jujur saja apa yg terjadi hari itu masih begitu segar dalam ingatanku, sering menggangguku seperti gatal yg tidak akan berhenti kalau tidak digaruk. Sebenarnya saya tidak akan terlalu dapat mengingat nya, tetapi pada saat saya dewasa perlahan saya mulai mendengar penuturan dari Bapak, Ibu, Eyang ku & beberapa tetangga yg dapat saya tanyain.
Namun baru saat saya tumbuh dewasa saya mulai menyadari akibat mengerikan dari peristiwa tersebut. Dan sejak saat itu saya tak pernah dapat menyingkirkannya dari dalam kepalaku. Selama bertahun-tahun saya berusaha mencari informasi mengenai rumah lama kami di internet & menemukan bahwa rumah itu masih berdiri hingga sekarang & tampak seakan-akan tidak pernah mengalami perubahan sama sekali. Dan saya tahu bahwa sejak hari itu bertahun-tahun yg lalu, rumah itu sering dibiarkan kosong begitu saja. Tak seorang pun pernah berani memasukinya lagi.
Aku masih ingat semuanya. Walaupun rasa penasaranku hampir hilang semuanya karena rasa takut luar biasa yg terasa begitu nyata.
Dulu orang tua ku mengontrak di sebuah rumah petak sederhana di kota Pontianak. Saking sederhananya, harganya pun sederhana. Pemilik rumah mengatakan, dari seluruh rumah yg dikontrakkan, rumah ini adalah yg termurah.
Karena saat itu orang tua tak harap mencari-cari lagi, rumah ini kemudian jadi rumah kontrakan pertama, ditempati selama 8 tahun mulai dari 1991 kalau saya tidak salah. Aku masih kecil & belum bersekolah.
Sekilas tak ada yg aneh di rumah tersebut. Rumah tersebut bercat putih agak kusam, ada sedikit area taman di muka pintu, & berada di gang yg pada waktu itu masih agak jarang jarang rumah nya. Namun, kalau dilihat dari luar, rumah ini memang kelihatan ada aura mistis. Seperti ada makhluk asing yg menempatinya. Awalnya keluarga ku tak yakin, orang tua ku cukup skeptikal untuk hal begini. Tapi, saat itu sang pemilik kontrakan memberikan kabar yg mengejutkan.
Bapak ini orang perdana yg mau ngontrak di sini. Sebelumnya tak ada yg mau karena katanya angker. Makanya kita kasih harga paling murah & ok.
Bapak kelihatan tak peduli. Toh, asal dia tak mengganggu kita, segalanya biasa saja.
Kenyataannya lain. Perkataan pemilik kontrakan bukan cuma isapan jempol belaka.
Pada minggu-minggu awal tak ada sesuatu yg terjadi. Baik siang maupun malam hari. Namun, semua berubah ketika memasuki bulan ketiga. Bulan yg kami sebut bulan perkenalan.
Selepas Magrib, saat bapak hendak pergi ke toko, sering ada keanehan terjadi pada motor yg dia pakai. Motor sudah posisi on, tinggal distarter tangan. Mesin tidak lah mau hidup. Bahkan hingga percobaan ketiga. Begitu pula saat mencoba starter kaki. Gagal hingga percobaan ketiga pula.
Akhirnya motor kembali dalam posisi off. Kemudian dinyalakan kembali dengan starter tangan. Ajaibnya kali ini berhasil. Bapak cuma bingung. Dan peristiwa ini berlanjut dari bulan keempat hingga keenam.
Jika Bapak diisengi saat Magrib, gangguan yg sebenarnya akan terjadi selepas Magrib. Kadang ada ketukan tak jelas di langit-langit, tetapi gangguan lain lebih banyak terjadi di area pagar. Kejadian paling mencengangkan terjadi saat menjelang tidur.
Spoiler for Pengalaman Eyang Sewaktu Berkunjung:
Suatu hari Kakek datang ke rumah dengan sedikit tergopoh-gopoh. Matanya memerah, tampak seperti orang ketakutan, tepat setelah turun dari mobil.
Kenapa, Kakek? tanya Bapak penasaran.
Tadi Kakek sepertinya menabrak orang di jalan belokan sana, sebelum hingga ke sini.
Bapak terkejut, Terus gimana? Orangnya luka?
Orangnya hilang.
Setelah salat Magrib (Kakek datang di waktu-waktu Magrib tiba) & minum teh, baru Kakek dapat tenang & bercerita apa yg baru terjadi.
Tepat di belokan tadi, ada wanita menyeberang. Tiba-tiba saja muncul, Kakek kaget, lalu menabrak. Kepala Kakek kepentok setir karena mendadak.
Terus?
Waktu kepala tegak lagi, wanita itu udah nggak ada. Nggak ada siapa-siapa sama sekali, bahkan luka darah aja nggak ada, padahal Kakek sangat yakin tadi itu nabrak. Tapi, ya, di sekitar situ nggak ada rumah yg pintunya kebuka.
Hening sebentar. Bapak lanjut bertanya, Wanita itu ciri-cirinya gimana?"
Kakek nggak lihat mukanya, jawab nya, hanya saja bajunya merah dari atas hingga bawah.
Kami yg mendengar penuturan kakek, merasa merinding mendengar jawaban Kakek.
"Tabrakan nya di letak mana nya Kakek?" tanya Bapak & Kakek pun menunjukan persis di areal tempat tetangga baru ku itu tinggal, sungguh suatu kebetulan yg sangat aneh.........
...........................
.............
Kisah Kakek cukup menciptakan kami ketakutan berada di kompleks perumahan angker ini. Tapi, bagaimanapun juga, Bapak & Ibu tetap berpikir positif.
Aku sering terbangun di jam jam 12, saat itu saya sering mendengar ada nya ketukan di pintu sebanyak tiga kali. Awalnya tidak pernah saya hiraukan. Kembali diketuk tiga kali. Aku mulai menangis, bukannya berhenti, malah ketukan nya bertambah hingga jadi lima kali... Rumah itu bertingkat 2 & saya tidur di tingkat ke 2 di kamar sendirian. Aku mulai menangis & berlari ke kamar orang tua ku, & mereka menenangkan saya & bilang mungkin itu cuma mimpi..
Esoknya, giliran Bapak yg mengalami kejadian serupa. Bapak melihat Ibu sedang duduk santai di ruang tamu dengan mengenakan gaun hitam. Saat dipanggil, Ibu bukannya menoleh tetapi lebih memilih keluar rumah. Lantas, Bapak pun mengikuti langkah Ibu. Saat menuju halaman, terdengar suara Ibu memanggil Bapak dari dapur.
Karena terkejut, Bapak menoleh ke belakang & menjawab panggilan Ibu. Namun, sepersekian detik Bapak berpikir. Kalau dari belakang suara Ibu, maka di depan Bapak itu siapa? Saat kembali menoleh ke depan, dia sudah tak ada. Hilang. Lenyap tak berbekas. Bapak cuma terdiam & berdoa.
Di kali lain. Ibu mengalami peristiwa tidak biasanya. Saat menjelang tidur, Ibu memperhatikan ruang tamu. Ternyata ada dia. Lampu dimatikan. Ia duduk sembari menundukkan kepala dengan rambut terjuntai hingga menjalar ke mana-mana. Lampu dinyalakan, ia menghilang. Lampu dimatikan kembali. Kali ini ia berdiri di pojokan sembari kepalanya menghadap tembok.
Tapi dari sekian malam, cuma malam Jumat legi yg paling menakutkan. Bapak pulang dari toko saat Magrib. Dulu, saat Magrib daerah Perumahan Kota Baru, tempat kami tinggal pada saat itu, adalah daerah yg cukup menakutkan pada malam hari. Daerah pengembangan dimana rumah masih jarang jarang & lampu jalan pun tidak di semua titik. Tak ada yg berani keluar selepas Magrib, mungkin karena penerangan yg kurang atau takut dirampok, dapat pula berjumpa makhluk lain. Beda dengan sekarang. Pembangunan berjalan pesat. Sudah ada kafe & lainnya & malam pun sudah cukup ramai.
Tak ada yg aneh saat memasuki gerbang perumahan. Namun, sehingganya di lapangan sepak bola, ada yg menggelendoti Bapak. Saat melihat spion, tak ada wajah. Namun, saat sekelebat paras Bapak menoleh ke belakang, ada peti yg terangkut. Peti kosong. Entah maksudnya apa..
Puncaknya adalah, di suatu sore saat magrib, tiba-tiba ada suara wanita menangis di halaman. Aku serta Ibu cuma duduk di ruang keluarga sembari berdoa. Saat Bapak menuju halaman, suara tersebut pindah ke kamar mandi. Dikejar lagi, suara pindah ke kamar tamu. Dikejar kembali, kali ini suara tersebut pindah ke dapur.
Bapak berjalan pelan menuju dapur. Sehingganya di sana, suara tersebut menghilang. Sekitar lima menit kemudian, suara tersebut muncul di halaman belakang. Lebih tepatnya berada di pohon mangga di belakang halaman rumah. Bapak mengajak Ibu bergegas ke pohon mangga. Sedangkan saya dititipkan ke pembantu kami.
Setelah beberapa lama, Bapak & ibu masuk ke dalam & terburu buru memanggil pastor lewat telepon tetangga & tidaklah beberapa lama, pastor tiba & ber 3 mereka berdoa di dalam rumah & berkeliling sepanjang halaman..
Setelah selesai, pastor itu mengajak kami sekeluarga untuk duduk di ruang tamu. Pastor menceritakan deskripsi dari makhluk halus tersebut, Katanya muka nya hancur. Darah bersimbah di mana-mana. Dan posisinya yg cukup mengerikan. Ia tampak tergantung seperti orang bunuh diri... & sepertinya menurut pastor ia tertarik kepada ku, karena mempunyai "kemampuan". Entah apa yg dimaksud oleh pastor tetapi ibu & bapak keliatan sangatlah cemas...
Selepas peristiwa yg mencengangkan tersebut kami sepakat memutuskan untuk tetap bertahan & meminta Pastor untuk mengadakan kebaktian di rumah & penyucian rumah.
Kami pun hidup normal beberapa waktu lamanya. Namun, beberapa bulan setelah kami pindah,.....
Saat itu saya tidur di kamar ku sendirian, jam menunjukan pukul 11 malam & saya tiba tiba terbangun dari tidur ku.
Sepi & gelap, tidak ada suara apa pun baik semilir angin ataupun bunyi jangkrik, hingga saya dapat mendengarkan detak jantung ku & napas ku, tiba tiba telinga ku berdenging "ngiinnnnng", suara nya cukup mendenging di telinga & tiba tiba mataku terpaku di pojok kamar ku, suatu pemandangan yg mencekam.
Sosok yg diceritakan beberapa bulan lalu di rumah itu oleh Pastor "muka nya hancur. Darah bersimbah di mana-mana. Dan posisinya yg cukup mengerikan. Ia tampak tergantung seperti orang bunuh diri." sekarang berdiri dihadapan ku, menatap ku dengan mata nya yg merah & gelap.. saya berlari ketakutan & tanpa kusadari kaki ku terpelatuk & saya terjatuh dari tangga, mataku gelap & nanar, badan ku tidak dapat bergerak, kulihat "dia" sudah berada di atas ku, menindihku & kurasakan ada sesuatu "bau" yg menyeruak, saya tidak tahu apa itu, diantara sadar & tidak sadar saya pun pingsan....
Journal Nina Hari ini 12:07