Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Agustus 2023 mendatang Indonesia akan mengadakan pameran kendaraan GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) dimana para manufaktur kendaraan tengah panas memamerkan teknologi kendaraan listriknya masing-masing. Padahal secara awam mobil listrik tidak ubahnya dengan Tamiya yg digedein.
Dan permasalahan global isu tentang baterai masih belumlah surut. Ukuran yg akbar & cukup berat, penempatan yg kompleks, daya simpan yg masih sangat terbatas, resiko meledak, belum meratanya charging station di beberapa tempat, pengisian (charging) yg lama & mungkin ada sederet isu lain yg menciptakan orang masih berfikir untuk membeli mobil listrik.
Mungkin nanti di tahun 2040 atau 2050 ukuran baterai baru dapat dibuat lebih ringkas tetapi dengan tenaga sebesar mungkin. Jadi dapat & mudah dilakukan swap semudah ganti baterainya era ponsel fitur? Tapi yg paling keren adalah andaikan teknologi baterai mobil itu berupa gel seperti di film Demolition Man. Hm.
Atau 'mungkin' saja di masa depan ada teknologi wireless charging yg diletakkan di jalan raya. Jadi mobil atau kendaraan listrik dapat mengisi baterai sambil terus berkendara. Rrr.
Sebenarnya teknologi swap baterai pada mobil beneran sudah ada & dipakai oleh brand Nio. Nio sanggup menciptakan baterai yg kapasitas baterainya dapat diupgrade cuma dengan ke stasiun swap baterai, upgrade mobilnya tanpa beli baterainya atau kalau mau lebih praktis cukup sewa baterainya secara bulanan
Sebenanrya ide swap baterai pada kendaraan listrik itucemerlangataubrilian, Gan? Menurut saya sebelum menjual mobil listrik mereka sudah sepakat mengeluarkan 1 tipe baterai saja dengan jarak tempuh 500km, tidak ada opsi lain. Matangkan teknologinya, baru deh jual sepaket dengan mobilnya. Jadi konsumen tidak begitu direpotkan mencari SPKLU gara-gara kapasitas baterainya terlalu kecil.
Nah, daripada masih meributkan baterai listrik yg masih 'prematur' itu apa tidak sebaiknya fokus juga pada teknologi swap engine mobil listrik? Selain menjanjikan sensasi yg pasti berbeda, swap engine mungkin juga lebih praktis tinggal tukar mesin daripada pusing mikir swap baterai yg mungkin tidak dapat menjamin kualitas baterai yg sama bagusnya.
Namanya juga baterai pasti ada masa pakainya, kan? Makin lama ia akan melemah, tak dapat 100 persen menyimpan daya seperti barunya.
Bisa saja pas apes, kita dapat baterai yg kualitasnya tinggal 50 persen (bukan isinya kurang ya, tetapi ngedrop daya tahannya).
Apalagi di negara konoha yg Orang-orangnya masih belum aware sama baterai, problema charge, & lainnya. Menurut saya secara nyaman berfikir opsi swap engine itu lebih siap apalagi izin legalitasnya nanti dipermudah atau dihilangkan, konsumen tinggal swap & colok nggk perlu mikir harus charge dimana & resiko baterai meledak? Hii.
Jadi bayangan saya itu Swap engine adalah tukar beli baru mesin siap pakai dengan CC yg lebih akbar tentunya. Swap engine nantinya bukan tukar baterai atau harus ngantri charge di SPKLU.
Swap engine ini nantinya bukan cuma fokus pada besarnya CC tetapi juga dilengkapi dengan prosessor cerdas yg dapat mengolah bahan bakar listrik jadi sangat hemat. Terlihat keren, kan?
Electric Vehicle (EV) pada kendaraan itu kan sebenarnya masih proyek baru, belum sepenuhnya jadi, daripada pusing dikit-dikit upgrade mending cuekin aja dulu hingga memang secara efisiensi & kepraktisanya menyamai petrol. Swap engine dengan prosesor pintar menghemat bahan bakar pastinya sangat keren & pastinya ada limiter laju untuk tipe kendaraan tertentu sesuai kapasitas & penggunaannya.
Tekonologi Hybrid juga sebaiknya jangan dibeli dulu deh.. karena menurut saya mobil hybrid itu kita cuma mendapat kompleksnya mobil listrik, & dapat banyaknya maintenance mobil konvensional. Artinya dapat dua pe-er bagi konsumen yaitu perawatan jadi 2 kali, merawat baterai & merawat mesin konvensional. Ribet & siap-siap dengan biaya service yg tidak terduga.
Jadi untuk saat ini, saya pribadi tetap pada opsi mobil ICE (Internal Combustion Engine) yakni mesin konvensional berbahan bakar bensin & sejenisnya. Biarin dibilang antik atau tidak go green. Lebih baik pilih salah satu teknologi saja dulu dengan segala kekurangannya.. jangan ambil semua kekurangannya. Dan ICE adalah tetap opsi masuk diakal & reasonable bagi kebanyakan orang saat ini.
Copyright 2016 - 2023 iskrim
All Rights Reserved | Member of Thread Creator Gen. 1 - KASKUS
Sumur : sebuah opini | img : gugel
Hari ini 19:17